Sukses

5 Fakta TKI Korban Tawuran Kelompok Pesilat di Taiwan Hingga Meninggal Dunia

Liputan6.com, Jakarta Jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban meninggal dalam insiden tawuran antarkomunitas pesilat di Kota Changhua, Taiwan, Zainal Fanani (32) tiba di rumah duka di Desa Tasikmadu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Minggu siang, 17 September 2023 kemarin.

Isak tangis keluarga dan kerabat menyambut kedatangan jenazah yang dihantar dalam sebuah peti. Demikian dikutip dari Antara, Minggu, 17 September 2023

Untuk diketahui, sebelumnya tawuran antar kelompok pesilat dari Indonesia di Taiwan terjadi pada 2 September 2023 lalu. Satu orang tewas dalam kejadian tersebut yaitu Fanani karena mengalami luka tusuk di bagian belakang tubuhnya. 

Zainal Fanani berangkat ke Taiwan pada 2015 lalu dan rencananya akan pulang pada tahun depan.

Sementara, satu lainnya mengalami empat tusukan dan kini tengah dalam perawatan pihak rumah sakit.

Sebelumnya, jenazah Fanani telah tiba di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), pada Minggu, 17 September kemarin. 

Selain Fanani yang menjadi korban tawuran di Taiwan, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) juga turut memulangkan tiga jenazah TKI lainnya karena kasus lain. Jadi total ada empat PMI yang dipulangkan ke Tanah Air.

"Pada hari ini tepatnya tanggal 17 September 2023, BP2MI menerima kedatangan empat jenazah dari Taiwan. Hadir bersama kami juga Kemlu," kata Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani di Tangerang.

Atas kepulangan dari keempat jenazah tersebut, BP2MI akan segera mengembalikan dan mengantarkannya ke daerah asal masing-masing. 

Berikut sederet fakta TKI jadi korban tawuran sekelompok pesilat di Taiwan hingga kedatangan jenazahnya di kampung halaman dihimpun dari berbagai sumber:

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini

2 dari 6 halaman

1. Kronologi Tawuran Pesilat di Taiwan hingga Menewaskan 1 TKI

Sebelumnya, kelompok silat dari Indonesia terlibat tawuran di Taiwan. Polisi setempat berhasil melerai kelompok itu, namun satu WNI tewas akibat ditusuk dari belakang. 

Tawuran ini terjadi pada malam Minggu lalu, Sabtu (2/9), dan melibatkan total 30 orang WNI. Tawuran terjadi di luar stasiun kereta Changhua. 

Menurut Taiwan News, satu orang meninggal akibat lukanya. Pria berusia 32 tahun itu tertusuk di bagian belakang tubuhnya dan tewas.

Ada lagi pemuda 21 tahun yang tertusuk hingga empat kali. Ia mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Polisi Taiwan menyebut kedua pihak cekcok soal bela diri, kemudian siap bertemu untuk berdiskusi secara tatap muka, akan tetapi terjadi eskalasi.

Foto dari media Taiwan menunjukkan bahwa para WNI itu ternyata membawa senjata, mulai dari pisau, nunchaku, knuckle, hingga celurit.

Pihak kepolisian Taiwan lantas menghubungi perwakilan Indonesia di Taiwan untuk membantu pemulangan WNI yang meninggal. Kepolisian juga menyeret para pelaku ke ranah hukum.

3 dari 6 halaman

2. Nama Perguruan Silat yang Terlibat Tawuran di Taiwan

Pihak Kemlu RI enggan menyebut identitas perguruan silat yang terlibat. Namun, Kemlu RI membenarkan bahwa terjadi bentrokan yang melibatkan 30 orang dan menewaskan satu orang. 

"Perkelahian tersebut melibatkan 30 WNI dan menyebabkan 1 WNI meninggal dan 1 WNI luka-luka. Setelah menjalani perawatan di RS, 1 korban luka tersebut pada tanggal 4 September telah dinyatakan sembuh," jelas Direktur Perlindungan WNI Judha Nugraha pada Selasa sore (5/9/2023).

4 dari 6 halaman

3. 15 WNI Ditetapkan sebagai Pelaku

Direktur Perlindungan WNI Judha Nugraha juga menambahkan, bahwa kepolisian Changhua telah menetapkan 15 WNI sebagai pelaku.

"Kepolisian Changhua telah menetapkan 15 WNI sebagai pelaku dan berkas perkara telah disampaikan kepada Kejaksaan Distrik Changhua," Judha menambahkan. 

Judha juga menyayangkan karena bentrokan antara WNI kembali terjadi di Taiwan. Ia menegaskan bahwa seharusnya WNI menjadi duta Indonesia di luar negeri. 

"Perkelahian sesama WNI ini sangat disesalkan. Mereka sepatutnya menjadi duta bangsa Indonesia dan dapat menunjukan sikap dan perilaku baik dari bangsa Indonesia di luar negeri. Kami sangat mengimbau agar kerukunan sesama WNI di luar negeri dapat selalu dijaga," tegas Judha Nugraha.

5 dari 6 halaman

4. Jenazah TKI Korban Tawuran Tiba di Soetta pada 17 September 2023

Empat jenazah pekerja migran Indonesia atau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menjadi korban tawuran pesilat di Taiwan dan juga karena kasus lainnya, tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Minggu, 17 September 2023.

Pertama, atas nama Jaenal Fanani, asal Tenggalek, Jawa Timur, dengan profesi sebagai pekerja manufaktur di Taiwan.

Jenazah Jaenal diangkut menggunakan pesawat terbang komersial Cathay Pacific nomor penerbangan CX 797 rute Jakarta yang mendarat sekitar pukul 23.00 WIB di Terminal Kargo Bandara Soetta.

Selain korban tawuran di Taiwan, pada pemulangan tersebut, terdapat juga tiga peti jenazah TKI dengan identitas masing-masingnya adalah Suryani asal Jawa Timur, Lustianah asal Lampung dan Yana Mulyana warga Jawa Barat.

6 dari 6 halaman

5. Jenazah TKI Korban Tawuran di Taiwan Disambut Isak Tangis Keluarga

Isak tangis keluarga dan kerabat menyambut jenazah PMI, Zainal Fanani (32) di Desa Tasikmadu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, pada Minggu siang. Usai disholatkan, jenazah diantarkan ke peristirahatan terakhir.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin yang hadir melayat ikut berbelasungkawa atas meninggalnya warganya itu.

Dia pun berharap insiden itu menjadi pembelajaran bersama sehingga tidak terulang lagi di kemudian hari. Baik di skala lokal hingga global.

Selain itu, Nur Arifin juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Taiwan, Kementerian Luar Negeri, KDEI di Taipe hingga BP2MI dan pihak terkait lainnya yang sudah membantu proses pemulangan jenazah Zainal Fanani dengan waktu cukup singkat.

Bupati juga berpesan kepada seluruh massa pesilat di daerahnya agar mawas diri dan terprovokasi kabar-kabar bohong atau hoaks.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini