Sukses

Jokowi Wanti KPU soal Pemilu 2024: Hal Teknis Bisa Menjadi Politis

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Komisi Pemilihan Umum atau KPU untuk memastikan seluruh kegiatan di semua tahapan Pemilu 2024 memiliki pengaturan teknis dan koridor hukum yang jelas. Menurut kepala negara, hal itu penting untuk mengantisipasi mengatasi berbagai persoalan yang akan muncul.

"Hal-hal teknis bisa menjadi politis, sehingga ini kita harus hati-hati untuk itu. Siapkan sarana-prasarana logistik secara detail," kata Jokowi saat pidato pembukaan dalam acara Konsolidasi Nasional dalam rangka Kesiapan Pemilu Serentak 2024 di Convention Hall Beach City Entertainment Center (BCEC)–Ancol, Jumat (2/12/2022).

Jokowi juga meminta agar KPU merencanakan pengadaan tepat jumlah dan tepat waktu untuk urusan logistik. Pengkondisian diperlukan agar tidak menjadi keributan di lapangan akibat hal terkait.

"Kondisi ini yang perlu kita siapkan, jangan sampai ketidaksiapan membuat keributan di lapangan. Hal kecil bila kita tidak detil mengikuti menyelesaikan bisa menjadi keributan," kata Presiden.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Efisiensi

Terakhir, Jokowi meminta supaya KPU tetap melakukan efisiensi dalam tiap anggaran yang dikeluarkan. Meski sudah terdapat alokasinya masing-masing, presiden ingin semua dijalankan transparan dan terbuka.

"Penting efisiensi dan transparansi sehingga semua terbuka. Pemilu 2024 ini kita selenggarakan dalam kondisi ekonomi global yg diliputi ketidakpastian, kita harus memiliki perasaan yang sama mengenai ini," Jokowi menutup.

3 dari 3 halaman

Kondisi Ketidakpastian Disebabkan Krisis Multi Sektor Dunia

Jokowi meyakini, situasi dunia saat ini mulai tidak stabil karena diawali wabah pandemi Covid-19. Belum reda badai tersebut, perang Ukraina dan Rusia berkecamuk yang berakibat krisis di segala sektor. Mulai dari geopolitik, pangan, energi hingga finansial.

"Krisis di semua negara dan justru yang banyak di negara maju," urai Jokowi.

Oleh karenanya itu, presiden meminta, satu rasa antar sesama anak bangsa adalah sebuah keharusan untuk bertahan menghadapi kondisi dunia saat ini.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS