Sukses

6 Fakta yang Diungkap Ibunda Terkait Sikap Kalina Ocktaranny Terhadapnya

Liputan6.com, Jakarta - Ibunda Kalina Ocktaranny, Erlan Wardhania akhirnya buka suara terkait polemik rumah tangga sang anak dengan Vicky Prasetyo. Seperti diketahui, rumah tangga Kalina Ocktaranny dan Vicky Prasetyo memang telah berakhir.

Namun, keduanya masih mengalami polemik. Vicky Prasetyo menuduh mantan istrinya, Kalina berselingkuh dengan seorang pria berondong.

Hal tersebut dibantah Kalina. Ibunda Kalina pun terpaksa membongkar hal yang selama ini tidak diketahui publik tentang putrinya. Dijelaskan bahwa Kalina masih memiliki dendam kepada dirinya. Sampai-sampai Kalina tak mau mengeluarkan uang untuk biaya pengobatannya.

"Dua minggu lalu, saya ke rumah sakit hampir ditolak sama Dharmais, padahal saya pasien Dharmais. Karena apa, saya datang seorang diri, hanya sama sopir ambulans. Petugas di situ menanyakan 'Ini ibu sama siapa, yang bertanggung jawab dengan ini semua siapa?' Karena ini kan tindakan, kalau ada apa-apa dengan saya siapa yang bertanggung jawab. Ketika itu saya bilang saya sebatang kara. Saya kena marah," cerita Erlan.

Bahkan menurut Een, sapaan akrabnya, Kalina tak pernah menanyakan kondisinya yang sedang lemah.

"Saya sakit sudah dua tahun tidur di sini, Rani nggak pernah ngabarin saya, nggak pernah telepon saya. Saya telepon nggak pernah diangkat, WA pun nggak pernah dibaca dia. Terakhir dia ke sini, 11 November waktu ulang tahun. Sampai detik ini dia tidak pernah datang lagi," ucap Een.

Berikut sederet fakta yang diungkap Ibunda Kalina Ocktaranny, Erlan Wardhania terkait sikap sang anak selama ini dihimpun Liputan6.com:

 

2 dari 7 halaman

1. Curhat Tak Pernah Dijenguk Selama 2 Tahun Sakit Kanker Rahim

Ibunda Kalina Ocktaranny, Erlan Wardhania blak-blakan bahwa sang anak seperti sudah melupakannya. Apalagi, sang ibu saat ini sudah 2 tahun ini sakit kanker rahim hingga tak bisa berjalan dan hanya tidur di kamar.

Padahal, sebagai orangtua yang hidup sendiri, wanita yang akrab disapa Een itu ingin hari-harinya ditemani anak semata wayangnya.

Tapi, rupanya itu hanya angan-angan semata. Pasalnya Een mengatakan bahwa Kalina sudah tak peduli dengan kondisinya. Menurutnya, Kalina tak pernah menanyakan kondisinya yang sedang lemah.

"Saya sakit sudah dua tahun tidur di sini, Rani nggak pernah ngabarin saya, nggak pernah telepon saya. Saya telepon nggak pernah diangkat, WA pun nggak pernah dibaca dia. Terakhir dia ke sini, 11 November waktu ulang tahun. Sampai detik ini dia tidak pernah datang lagi," ucap Een saat ditemui di rumahnya, kawasan Ciputat, Tanggerang Selatan, Jumat 25 Februari 2022.

 

3 dari 7 halaman

2. Mengutus Asisten dan Tak Pernah Minta Bantu Uang

Dikatakan oleh Een, Kalina hanya mengutus asistennya yang bernama Omen untuk mengurus pengobatan. Tapi, Een mengatakan bahwa Kalina tak serius hingga akhirnya penyakit Een semakin berlarut.

"Kalau boleh saya bilang ini adalah kejahatan terhadap diri saya. Karena di awal saya sakit itu panjang perjalanan saya. Mungkin tahun lalu sudah sembuh ya. Itu dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain. Dibalik lagi ke Dharmais," jelasnya.

Padahal, Een tak minta untuk dibayari pengobatannya karena dia sudah punya BPJS. Makanya dia bingung kenapa Kalina sangat membenci dirinya dan tak perhatian saat orang yang melahirkannya sedang sakit.

"Misalkan kasih asisten tapi dipantau, tapi jangan lalai. Katanya cari uang untuk mama, tapi enggak. Ambulance aja gak dibayar karena saya penerima BPJS," ungkap Een.

 

4 dari 7 halaman

3. Tak Mengerti dengan Sikap Sang Anak

Een sendiri merasa bingung kenapa sikap Kalina seperti itu. Sebab, dia sendiri merasa tak punya salah pada ibu satu anak itu.

"Saya sendiri nggak tau ya karena yang tau kan Rani sepertinya dia punya dendam sama saya, saya juga kurang tau," kata Een.

Soal kebencian Kalina terhadap dirinya, Een mengaku tak tahu menahu. Ia pun menyambungkan hal itu dengan kegagalan Kalina setiap menjalani hubungan.

"Dari dulu, dari gadis. Saya nggak tahu kebencian dia dipupuk terus, makanya dia gak akan langgeng sama laki-laki manapun juga karena kalau berantem dia bawa masa lalunya," terang Een.

 

5 dari 7 halaman

4. Beberkan Kalina Tak pernah Bantu Untuk Pengobatan

Dijelaskan bahwa Kalina masih memiliki dendam kepada dirinya. Sampai-sampai Kalina tak mau mengeluarkan uang untuk biaya pengobatannya.

"Dua minggu lalu, saya ke rumah sakit hampir ditolak sama Dharmais, padahal saya pasien Dharmais. Karena apa, saya datang seorang diri, hanya sama sopir ambulans. Petugas di situ menanyakan 'Ini ibu sama siapa, yang bertanggung jawab dengan ini semua siapa?' Karena ini kan tindakan, kalau ada apa-apa dengan saya siapa yang bertanggung jawab. Ketika itu saya bilang saya sebatang kara. Saya kena marah," cerita Een.

Kondisi Een kala itu sudah membutuhkan darah karena tekanannya hanya 50/30. Tak hanya itu, HB ibunda kalina juga cukup rendah yaitu enam. Sementara, kala itu Kalina berada di Turki.

"Saya perlu penanganan khusus, kemudian saya telepon Omen 'Men, kamu minta saja uang sama Rani (Kalina) Rp 10 juta'. Ini untuk cadangan kalau membayar, saya kan pakai BPJS. Yang ada Rani marah, ia memang sama sekali tak membayar uang untuk berobat. Saya disuruh irit. Dia marah katanya dia ke Turki bukan buat foya-foya, tapi endorse," lanjut Een.

 

6 dari 7 halaman

5. Beri Pujian Untuk Vicky

Namun Een tak segan untuk memberi pujian kepada mantan menantunya, Vicky Prasetyo. Bahkan, ia mengaku Vicky yang sekarang menanggung hidupnya.

"Subhanallah, Mas Vicky yang menanggung hidup saya sekarang. Mas Vicky tuh memang pecicilan, orang bilang begini begini tapi faktanya subhanallah dia sama orangtua, andai ada jempol 10 itu untuk dia semua terhadap orangtua," bebernya.

Selain perhatian, prinsip Vicky Prasetyo terhadap dirinya membuatnya salut.

"Prinsip dia mama adalah mama, tanggung jawabnya. Karena tidak ada bekas mertua, tidak ada bekas menantu, itu prinsip Vicky," tambah Een.

 

7 dari 7 halaman

6. Mengaku Sudah Siapkan Kain Kafan Untuknya

Kemudian, dari penuturan Een, diketahui kalau Kalina hanya mengirim asistennya yang bernama Omen untuk mengantarnya ke rumah sakit.

Namun, setelah menjalani Magnetic Resonance Imaging (MRI), wanita yang akrab disapa Een itu mengatakan jika Omen tak mengambil hasilnya.

Otomatis, karena hasilnya sudah kadaluwarsa dokter memintanya untuk kembali menjalani MRI agar bisa diambil tindakan. Alhasil, penyakit Een semakin berlarut dan tak kunjung sembuh.

"Untuk Kalina dia harus mempertanggung jawabkan apa yang dia mulai, jangan dibikin seperti ini. Kalau begini kan sama aja dia membunuh saya pelan-pelan," ucap Een.

Sadar kini hidupnya sebatangkara, Een sudah menulis wasiat kalau seandainya meninggal saat sedang sendirian di rumah. Bahkan ia juga sudah menyiapkan kain kafan sendiri.

"Saya sudah persiapkan tentang kematian saya dari dulu. Kain kafan saya, kain-kain handuk saya. Bahkan siapa yang harus dihubungi misalkan, sudah saya bikin. Saya punya tim pemandian jenazah, jadi gak usah khawatir Kalina," tutup Een.