Sukses

4 Dukungan untuk Mayjen TNI Maruli Simanjuntak Jadi Pangkostrad yang Baru

Liputan6.com, Jakarta - Mayjen Maruli Simanjuntak kini menjabat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Penunjukkan dirinya dilakukan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Beragam tanggapan pun bermunculan usai ditunjuknya Mayjen Maruli Simanjuntak sebagai Pangkostrad. Salah satunya seperti disampaikan Pengamat Militer dari Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas.

Dirinya menilai penunjukan Mayjen Maruli Simanjuntak sebagai Pangkostrad baru dan Agus Subiyanto sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) sebagai fenomena President’s Men. Fenomena tersebut pun dinilai bukan hal yang baru.

"Ada kesan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui usul penempatan perwira tinggi yang pernah bekerja dekat dengannya tidak bisa dihindari. Hal ini bisa dilihat dengan penunjukan Agus Subiyanto sebagai Wakasad dan Maruli Simanjuntak sebagai Pangkostrad. Keduanya sama-sama pernah menjabat sebagai Komandan Paspampres," ujar Anton dalam keterangan tertulis diterima, Minggu (23/1/2022).

Selain itu, Kantor Staf Presiden (KSP) juga menilai, penunjukkan tersebut merupakan bagian dari regenerasi di tubuh TNI AD.

Berikut sederet tanggapan usai penunjukkan Mayjen Maruli Simanjuntak sebagai Pangkostrad oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dihimpun Liputan6.com:

 

2 dari 6 halaman

1. Ketua Yayasan Kita Jaga Alam

Kiprah Mayjen TNI Maruli Simanjuntak yang baru ditunjuk menjabat Pangkostrad, ternyata dikenal dengan sebutan 'Bapak Air.' Tak main-main, Maruli yang sebelumnya mengemban tugas sebagai Panglima Kodam IX/Udayana telah membangun ratusan titik sumur di wilayah yang sulit air bersih.

Sepak terjang Pangkostrad Maruli sewaktu menjadi Pangdam IX/Udayana dituturkan Ketua Yayasan Kita Jaga Alam Egy Massadiah. Nama Maruli sudah dikenal hingga ke pelosok Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Sosok Maruli sebagai Pangdam IX/Udayana, kiprahnya tidak saja sigap dalam membantu program tanggap darurat hingga pasca bencana alam di NTT. Jauh sebelum musibah di NTT, nama Maruli sudah sangat dikenal hingga pelosok-pelosok Bali, NTB, dan NTT," cerita Egy melalui pesan singkat yang diterima Health Liputan6.com, Sabtu 22 Januari 2022.

"Dia dikenal sebagai 'Bapak Air.' Mengapa? Karena bukan cuma satu-dua sumur ia bikin. Tak kurang 150 titik sumur sudah ia bangun di teritori binaannya, yang terkenal sulit mendapatkan air bersih."

Setidaknya ada 200 ribu penduduk yang sudah merasakan program Bapak Air. Data tersebut dicatat Egy hingga tahun 2021.

"Bisa jadi, jumlahnya lebih besar saat ia mengakhiri tugas," lanjut Egy.

Salah satu program kerja paling populer selama satu tahun dua bulan yang dilakukan Maruli adalah pembangunan pompa hidram di beberapa daerah, khususnya di NTT yang kekurangan sumber air. Program yang spektakuler itu meninggalkan kesan di mata masyarakat NTT, bahkan di sana disebut dengan 'Jenderal Air.'

Egy Massadiah mengutarakan, ada juga kelakar di tengah masyarakat, khususnya di wilayah NTT. Kehadiran Maruli Simanjuntak membawa sentuhan pertanda, air bersih sudah dekat di mata.

Selain berkecimpung membangun sumur, Maruli yang juga merupakan menantu dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan memiliki kepedulian alam. Serupa dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2019-2021 Letjen TNI Dr. (H.C) TNI Doni Monardo, Maruli mencintai pohon.

"Bahkan ada kelakar di tengah masyarakat, khususnya di wilayah NTT, bahwa sapi dan kuda saling melirik jika melihat Maruli lewat. Sapi dan kuda pun tahu, jika Maruli datang, itu artinya air sudah dekat," ucap Egy.

"Bersamaan dengan pembuatan sumur, Maruli juga menyentuh sektor ekonomi, terutama peternakan dan pertanian. Adrenalin kepedulian alam, lingkungan Maruli mengikuti seniornya, Doni Monardo, sama sama cinta pohon," sambung dia.

Hubungan antara Doni Monardo dan Maruli Simanjuntak terjalin sewaktu Doni menjabat Dan Paspampres. Dari cerita Doni, betapa ketat seleksi masuk di satuan Paspampres, termasuk seleksi menjadi Komandan Grup A Paspampres.

Waktu itu, Egy bercerita, Doni dalam kapasitas Dan Paspampres harus melakukan seleksi pamen (perwira menengah) untuk menempati posisi Komandan Grup A. Sejumlah kolonel ikut serta. Satu di antaranya, Maruli.

"Doni Monardo sendiri yang memimpin proses seleksi untuk jabatan Dan Grup A. Materi ujian bagi calon Dan Grup A, tidak saja fisik atau kesamaptaan (tes kemampuan fisik), tapi juga keterampilan bela diri, skor menembak, penguasaan alutsista, bahasa, sampai tes psikologi," imbuh Egy.

"Dari sekian calon, nama Kolonel Maruli Simanjuntak selalu menempati urutan pertama," tutup Egy.

 

3 dari 6 halaman

2. Pengamat Militer

Penunjukan Mayjen Maruli Simanjuntak sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) baru Agus Subiyanto sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) dinilai sebagai fenomena President’s Men. Fenomena tersebut pun dinilai bukan hal yang baru.

"Ada kesan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui usul penempatan perwira tinggi yang pernah bekerja dekat dengannya tidak bisa dihindari. Hal ini bisa dilihat dengan penunjukan Agus Subiyanto sebagai Wakasad dan Maruli Simanjuntak sebagai Pangkostrad. Keduanya sama-sama pernah menjabat sebagai Komandan Paspampres," kata Pengamat militer dari Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas dalam keterangan tertulis diterima, Minggu (23/1/2022).

Anton menambahkan, riwayat penugasan pada pos yang bersinggungan langsung dengan presiden menjadi salah satu 'jalur' promosi di tubuh militer. Tidak hanya di era Presiden Jokowi, sejak era Presiden Suharto pun hal terkait juga pernah terjadi.

Anton memberi contoh, saat Panglima ABRI yang pernah dijabat oleh mantan ajudan presiden yakni Try Sutrisno dan Wiranto. Dampaknya, Try Sutrisno tercatat menjabat posisi Wakil Presiden RI.

"Selanjutnya, era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada tahun 2008 pos jabatan Pangkostrad sempat diisi Erwin Sudjono dan Danjen Kopassus dipegang Pramono Edhi Wibowo. Diketahui, keduanya adalah ipar SBY," jelas Anton.

Walaupun demikian, Anton menegaskan, riwayat kedekatan dengan presiden tidak dapat memberikan garansi penuh bahwa sosok tersebut dapat menduduki jabatan bintang empat.

Dia mengatakan, penunjukkan Maruli sebagai Pangkostrad tidak banyak mengubah kecenderungan pola riwayat jabatan seorang Pangkostrad. Hal ini merujuk pada riwayat penugasan Maruli sebagai Panglima Kodam IX/Udayana dan berkualifikasi pasukan tempur yakni Kopassus.

Jika merujuk pada pola riwayat karier 20 perwira tinggi yang menjabat posisi Pangkostrad sejak era reformasi, maka rekam jejak Maruli memiliki kesamaan kecenderungan yakni pernah menjabat Panglima Kodam, memiliki jejak kualifikasi satuan tempur Kopassus dan berasal dari lulusan akademi militer yang lebih muda dari pejabat pendahulu.

Dia menambahkan, mutasi 328 Perwira TNI yang baru saja dilakukan oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dianggap roda regenerasi sudah bergerak.

"Roda regenerasi terutama di tubuh TNI AD sudah mulai bergerak. Hal ini ditandai dengan adanya lulusan Akmil 1990-1992 sudah mulai menjabat pos bintang 3," kata Anton dalam keterangan tertulis diterima, Minggu (23/1/2022).

Dia menyatakan, hal tersebut adalah sinyal yang baik, mengingat ada kekhawatiran regenerasi di TNI AD akan melambat akibat adanya penumpukan perwira yang tidak mempunyai jabatan. Namun demikian, pergerakan regenerasi harus disertai dengan penataan kebijakan pensiun yang juga harus lebih baik.

"Mau tidak mau, kebijakan 'resign by design' harus disiapkan. Hal ini tentu saja harus mencakup penerapan program Masa Persiapan Pensiun secara konsisten," jelas Anton.

Dia mewanti, jika 'resign by design' tidak dilakukan maka akan ada fenomena penumpukan perwira yang semakin tidak terkendali.

"Perbaikan kebijakan ini krusial karena jika ini alpa maka fenomena penumpukan perwira akan semakin parah," jelas Anton.

 

4 dari 6 halaman

3. DPR RI

Mayjen Maruli Simanjuntak telah ditunjuk Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).

Anggota Komisi I Fraksi PPP DPR RI Syaifullah Tamliha menyambut hal tersebut. Dirinya menilai, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak memiliki kapasitas dan kapabilitas menjadi Pangkostrad.

"Saya yakin beliau (Maruli) memiliki kapasitas, kapabilitas dan integritas menjadi Pangkostrad," ujar Tamliha di Jakarta, melansir Antara, Minggu (23/1/2022).

Menurut dia, rekam jejak Maruli yang pernah menjabat Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), maka sudah terbiasa bekerja dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Tamliha pun meyakini Maruli dapat mengemban tugas sebagai Pangkostrad secara baik dan bertanggung jawab.

"Beliau (Maruli) mantan Danpampres sehingga sudah terbiasa bergaul dengan Presiden Jokowi," ucap dia.

Tamliha mengatakan, dirinya pernah mengungkapkan sosok calon Pangkostrad setelah Jenderal Dudung Abdurrahman menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad). Kala itu mnurut dia, Pangkostrad akan diisi salah satu Pangdam di Indonesia yang memiliki prestasi terbaik.

Selain itu menurut Tamliha, salah satu jagoan atau kandidat calon Pangkostrad tersebut adalah Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, yang juga merupakan menantu Menteri Investasi dan Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (LBP).

"Sebagaimana yang saya bilang, setelah Jenderal Dudung Abdurrahman menjadi Kasad, kursi Pangkostrad yang kosong akan diisi salah satu Pangdam di Indonesia dan jagoan adalah Pangdam Udayana Mayjen TNI Maruli Simandjuntak yang merupakan menantu Pak LBP," kata Tamliha.

"Tidak bisa menyalahkan jika publik kemudian berasumsi bahwa jabatan jenderal berbintang tiga dan empat pada lingkungan TNI adalah pertimbangan politik menjadi dominan," jelas Politisi PPP itu.

 

5 dari 6 halaman

4. KSP

Penasihat Senior Kantor Staf Presiden (KSP) Andi Widjajanto menilai, penunjukan Mayjen Maruli Simanjuntak sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dan Mayjen Agus Subiyanto menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) merupakan bagian dari regenerasi di tubuh TNI AD.

Pasalnya, Agus Subiyanto merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991 dan Maruli lulusan 1992. Sehingga, Andi menyebut ideal keduanya dipromosikan sebagai Wakasad dan Pangkostrad.

"Agus Subiyanto dari Akmil 1991, Maruli dari 1992, sehingga ideal untuk proses regenerasi di TNI AD ke depan," jelas Andi saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (23/1/2022).

Dia mengatakan, Agus Subiyanto dan Maruli Simanjuntak pernah menduduki jabatan di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Kemudian, memegang komando pasukan tingkat batalion dan brigade.

Selain itu, Maruli dan Agus sama-sama pernah menduduki jabatan komando teritorial tingkat Korem dan Kodam. Bahkan, keduanya juga pernah menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden di waktu yang berbeda.

"Secara jenjang karier, normal untuk Maruli Simanjuntak dan Agus Subiyanto menjabat Pangkostrad dan Wakasad," kata Andi.

6 dari 6 halaman

Komandan-Komandan Baru TNI AD