Liputan6.com, Jakarta: Konsul RI untuk Vanimo Provinsi Sandaun Papua Nugini Jahar Gultom mengatakan, ada sekitar 300 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di perusahaan penebangan kayu dan sawit di Provinsi Sandaun, 350 kilometer arah selatan Kota Vanimo.
"Para TKI itu senang kami kunjungi di tempat mereka bekerja di tengah hutan," kata Jahar Gultom dalam keterangan pers di Vanimo, Selasa. Pihak Konsulat jemput bola dengan mengunjungi para pekerja Indonesia yang bekerja pada lima perusahaan penebangan kayu dan perkebunan sawit milik Perusahaan Malaysia yang berada di kawasan hutan pedalaman Green River Prov, seperti Jambotrack Ltd di Skocau, Amanab 56 Forest Ltd, Bewani Timber, Bewani Oil Palm Plantation, dan Embio PNG. Seluruh pekerja berjalan dengan baik dan tidak ada keluhan dari kedua belah pihak.
"Kami ingin melihat langsung kondisi lapangan situasi para pekerja, sekaligus mendorong mereka untuk lebih giat bekerja, disiplin, dan mematuhi peraturan dan ketentuan setempat/perusahaan serta menghindari perbuatan yang melanggar hukum," kata Jahar Gultom.
Selain itu, pihaknya memberikan pelayanan kekonsuleran dan memastikan kepada pihak manajamen perusahaan bahwa pekerja Indonesia ini diberikan haknya, seperti gaji, tunjangan, cuti, bantuan kesehatan, dan hak lainnya sesuai dengan kontrak yang disepekati.
   Â
Perjalanan Konsul disertai Staf Konsulat RI di Vanimo ke lokasi pekerja Indonesia ini adalah mendaki kawasan hutan belantara Green River dengan kondisi jalan belum memadai. "Kami berangkat disertai pula Pejabat Border Authority Prov. Sandaun dengan pengawalan delapan aparat keamanan dengan senjata lengkap," kata Jahar Gultom.
 Â
Jahar Gultom dan staf juga dilengkapi dengan rompi antipeluru yang kesemuanya ini sesuai standar protap pengamanan yang ditetapkan PNG Defence Force, dimaksudkan antisipasi adanya gangguan dari GPK, yang diperkirakan masih berada di hutan. Para pekerja Indonesia sebagian besar tenaga kerja pria berasal dari Jawa, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, dan Papua tinggal di Camp atau penampungan yang didirikan oleh perusahaan di tengah hutan. Hak dan kewajiban para pekerja berjalan dengan baik dan lancar, tidak ada keluhan.
Mereka bekerja sesuai keahlian masing-masing di sektor mekanik bengkel, penebang hutan, supir trailer, adminsitrasi perkantoran, mesin pemotong, pengolahan kayu, dan pembibitan, yang diperkirakan berjumlah 300-400 orang, termasuk pekerja wanita yang keahliannya memasak.
  Â
Secara umum para pekerja Indonesia ini memiliki izin kerja, namun kata Jahar Gultom, pihaknya menemui sekitar lebih dari 50 pekerja dari sekitar 100 pekerja Indonesia yang belum memiliki izin kerja. Para pekerja ini masuk dan bekerja dari perusahaan atas dasar visa bisnis.
   Â
Dalam temu ramah tamah dan diskusi baik kepada para pekerja khususnya kepada pihak manajamen perusahaan Malaysia itu, kami tekankan agar memperhatikan masalah izin kerja ini, yang menurut penjelasan pihak perusahaan, izin kerja sedang diurus pada instansi terkait di Papua Nugini.
   Â
Menurut Allen Simarmata, pejabat pada fungsi Pensosbud Konsul RI Vanimo, para pekerja ini dalam kondisi baik, melakukan pekerjaan sesuai keahliannya dengan mematuhi ketentuan yang dijalankan perusahaan. Demikian pula perusahaan memenuhi hak-hak dari pekerjanya, seperti pemberian upah, tunjangan, pengobatan, cuti, dan hak lainnya sesuai kontrak kerja. Gaji para pekerja ini juga langsung ditransfer oleh para pekerja baik melalui jasa bank maupun jasa pengiriman uang lainnya, sehingga tidak ada keluhan.
"Tidak ada keluhan dari perusahaan mengenai kinerja dan dedikasi para pekerja Indonesia ini, yang dinilai baik oleh perusahaan. Tempat Penampungan Perumahan di kawasan hutan yang disediakan oleh perusahaan Malaysia ini juga kondisinya baik dan layak huni, dilengkapi dengan sarana penerangan dari genset, kebutuhan P3K, dan sarana air serta makanan untuk para pekerja," kata Allen Simarmata. (ANT)
"Para TKI itu senang kami kunjungi di tempat mereka bekerja di tengah hutan," kata Jahar Gultom dalam keterangan pers di Vanimo, Selasa. Pihak Konsulat jemput bola dengan mengunjungi para pekerja Indonesia yang bekerja pada lima perusahaan penebangan kayu dan perkebunan sawit milik Perusahaan Malaysia yang berada di kawasan hutan pedalaman Green River Prov, seperti Jambotrack Ltd di Skocau, Amanab 56 Forest Ltd, Bewani Timber, Bewani Oil Palm Plantation, dan Embio PNG. Seluruh pekerja berjalan dengan baik dan tidak ada keluhan dari kedua belah pihak.
"Kami ingin melihat langsung kondisi lapangan situasi para pekerja, sekaligus mendorong mereka untuk lebih giat bekerja, disiplin, dan mematuhi peraturan dan ketentuan setempat/perusahaan serta menghindari perbuatan yang melanggar hukum," kata Jahar Gultom.
Selain itu, pihaknya memberikan pelayanan kekonsuleran dan memastikan kepada pihak manajamen perusahaan bahwa pekerja Indonesia ini diberikan haknya, seperti gaji, tunjangan, cuti, bantuan kesehatan, dan hak lainnya sesuai dengan kontrak yang disepekati.
   Â
Perjalanan Konsul disertai Staf Konsulat RI di Vanimo ke lokasi pekerja Indonesia ini adalah mendaki kawasan hutan belantara Green River dengan kondisi jalan belum memadai. "Kami berangkat disertai pula Pejabat Border Authority Prov. Sandaun dengan pengawalan delapan aparat keamanan dengan senjata lengkap," kata Jahar Gultom.
 Â
Jahar Gultom dan staf juga dilengkapi dengan rompi antipeluru yang kesemuanya ini sesuai standar protap pengamanan yang ditetapkan PNG Defence Force, dimaksudkan antisipasi adanya gangguan dari GPK, yang diperkirakan masih berada di hutan. Para pekerja Indonesia sebagian besar tenaga kerja pria berasal dari Jawa, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, dan Papua tinggal di Camp atau penampungan yang didirikan oleh perusahaan di tengah hutan. Hak dan kewajiban para pekerja berjalan dengan baik dan lancar, tidak ada keluhan.
Mereka bekerja sesuai keahlian masing-masing di sektor mekanik bengkel, penebang hutan, supir trailer, adminsitrasi perkantoran, mesin pemotong, pengolahan kayu, dan pembibitan, yang diperkirakan berjumlah 300-400 orang, termasuk pekerja wanita yang keahliannya memasak.
  Â
Secara umum para pekerja Indonesia ini memiliki izin kerja, namun kata Jahar Gultom, pihaknya menemui sekitar lebih dari 50 pekerja dari sekitar 100 pekerja Indonesia yang belum memiliki izin kerja. Para pekerja ini masuk dan bekerja dari perusahaan atas dasar visa bisnis.
   Â
Dalam temu ramah tamah dan diskusi baik kepada para pekerja khususnya kepada pihak manajamen perusahaan Malaysia itu, kami tekankan agar memperhatikan masalah izin kerja ini, yang menurut penjelasan pihak perusahaan, izin kerja sedang diurus pada instansi terkait di Papua Nugini.
   Â
Menurut Allen Simarmata, pejabat pada fungsi Pensosbud Konsul RI Vanimo, para pekerja ini dalam kondisi baik, melakukan pekerjaan sesuai keahliannya dengan mematuhi ketentuan yang dijalankan perusahaan. Demikian pula perusahaan memenuhi hak-hak dari pekerjanya, seperti pemberian upah, tunjangan, pengobatan, cuti, dan hak lainnya sesuai kontrak kerja. Gaji para pekerja ini juga langsung ditransfer oleh para pekerja baik melalui jasa bank maupun jasa pengiriman uang lainnya, sehingga tidak ada keluhan.
"Tidak ada keluhan dari perusahaan mengenai kinerja dan dedikasi para pekerja Indonesia ini, yang dinilai baik oleh perusahaan. Tempat Penampungan Perumahan di kawasan hutan yang disediakan oleh perusahaan Malaysia ini juga kondisinya baik dan layak huni, dilengkapi dengan sarana penerangan dari genset, kebutuhan P3K, dan sarana air serta makanan untuk para pekerja," kata Allen Simarmata. (ANT)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/111067/original/tki121030b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7942892/original/090201900_1780778139-AP26157707967919.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369225/original/064000000_1759459826-adidas-trionda-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4574324/original/025119000_1694607476-AP23256084001856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)