Sukses

7 Tanggapan Tokoh soal Penunjukkan Komjen Listyo Sigit Jadi Calon Kapolri

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menunjuk Kabareskrim Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri pada Rabu, 13 Januari 2021.

Penunjukkan Listyo Sigit itu pun menimbulkan beragam tanggapan. Misalnya datang dari Wakil Presiden atau Wapres Ma'ruf Amin.

Ma'ruf Amin mendukung pilihan Presiden Jokowi yang memilih Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri menggantikan Jenderal Idham Aziz.

"Tentu kami dukung keputusan Pak Presiden. Dan kami juga dorong agar fit and proper test bisa segera dilaksanakan," ujar juru bicara Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, Rabu, 13 Januari 2021.

Tak hanya Wapres, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango juga menyampaikan harapannya dengan penunjukkan Listyo Sigit sebagai calon Kapolri.

Nawawi berharap Listyo Sigit dapat mempererat kerja sama lembaganya dengan Polri, utamanya dalam upaya pemberantasan korupsi.

Berikut beragam tanggapan terkait penunjukkan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri oleh Presiden Jokowi dihimpun Liputan6.com:

 

2 dari 9 halaman

Jaringan Islam Kebangsaan (JIK)

 

Merespons penunjukan Komjen listyo Sigit sebagai calon kapolri, Koordinator nasional Jaringan dai dan mubalig muda, Jaringan Islam Kebangsaan (JIK) Irfaan Sanoesi menilai tidak ada yang harus dipermasalahkan. Dia menyebut bahwa dinamika penunjukan kapolri baru dari kalangan non-muslim bukan hal yang baru.

Kapolri pertama dari kalangan non-muslim adalah Jenderal Widodo Budidarmo periode 1974-1978. Dia pun mengajak agar publik tidak terus digelisahkan oleh faktor suku, agama maupun ras seseorang. Tapi publik harus diberikan edukasi dalam menilai seorang pemimpin mestinya dari aspek kompetensi, profesionalisme dan integritas.

"Jika mulus melenggang, Pak Sigit ini bukan yang pertama menjadi Kapolri dari kalangan non-muslim. Sejarah mencatat Jenderal Widodo Budidarmo adalah Kapolri pertama non-muslim. Jadi penunjukan ini mestinya tidak dibesar-besarkan," terang Irfaan, Rabu,

"Mestinya wacana yang dibahas bukanlah dari sisi agama sesorang. Kita harus naik kelas, harusnya wacana yang dibangun oleh publik adalah dari aspek kompetensi, profesionalisme dan integritas sesorang. Dari sisi ini Pak Sigit layak menjadi Kapolri baru menggantikan Pak Idham Azis," imbuh dia.

Irfaan menjelaskan, saat Komjen Listyo Sigit Prabowo menjabat Kapolda Banten, dia membangun komunikasi kepada para alim ulama dengan hangat sehingga tercipta hubungan yang harmonis di antara setiap umat beragama.

"Ketika Pak Sigit menjadi Kapolda Banten, dia dekat dengan ulama di sana. Membangun komunikasinya pun tak usah diragukan lagi, sehingga dapat membangun kamtibmas Banten yang harmonis dan kondusif," jelas dia.

3 dari 9 halaman

Komunitas Anak-Anak Muda

Hal senada juga disampaikan pemandu kajian komunitas anak-anak muda Bandung Muhammad Multazam. Menurutnya, penunjukan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru akan menjadi spirit baru dalam menjaga tenun kebhinekaan di Republik Indonesia.

"Dia berhasil diterima oleh mayoritas pemuka agama terutama para kiai di wilayah Banten ketika menjabat sebagai Kapolda Banten. Jika sukses melewati tahap selanjutnya, Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri akan menguatkan spirit baru dalam tenun kebangsaan dan kebhinekaan," ujar Multazam yang juga Koordinator JIK Jabar itu.

Dia menilai rekam jejak Komjem Listyo Sigit Prabowo cukup mentereng dan sudah lama bekerja sama dengan Joko Widodo ketika menjabat Wali Kota Solo. Faktor profesional dan loyalitaslah yang membedakan Kabareskrim dengan calon-calon Kapolri lain yang diajukan Kompolnas.

"Pak Jokowi sudah tahu karakter dan telah lama berkerja sama dengan Pak Sigit. Pak Jokowi sudah tahu karakter dan seluk beluknya, sehingga akan lebih memudahkan dalam berkomunikasi dan berkoordinasi. Modal ini penting guna menciptakan kamtibmas semakin kondusif di setiap lapisan masyarakat," pungkas Multazam.

 

4 dari 9 halaman

Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Unpad

Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung, Muradi mengatakan penunjukan Komjen Listyo Sigit merupakan hak prerogratif Presiden Jokowi. Tentu saja, Jokowi memilih siapa yang dianggap layak dan dekat secara psikologis.

"Pak Sigit punya semua kedekatan, punya kemampuan walaupun angkatan lebih muda tapi itu bukan pengalaman yang pertama. Tinggal bagaimana Pak Sigit melakukan konsolidasi," kata Muradi.

Maka dari itu, Muradi menyarankan kepada Listyo segera melakukan konsolidasi internal sebelum dilakukan pelantikan oleh Presiden Jokowi. Menurut dia, ada tiga hal yang harus dilakukan Listyo Sigit untuk melakukan konsolidasi internal Polri.

"Pertama, kemaskan ‘faksi-faksi’. Orang-orang itu harus diakomodir. Akomodir bisa tiga hal, yakni posisi jabatan, akses, dan kesempatan. Itu saya kira perlu dibuka oleh Pak Sigit agar iramanya sama di internal," ujarnya.

Kedua, kata Muradi, beliau harus memiliki karakteristik program yang berbeda dari sebelumnya. Caranya, membaca visi misi Presiden ada kampanye Pemilu 2019-2024, yaitu penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).

"Ini saya kira perlu menjadi isu utama yang harus seirama dengan visi Presiden. Saya kira dengan kedekatan secara psikologis, Pak Sigit bisa memahami konteks itu," terang dia.

Ketiga, Muradi mengatakan Listyo Sigit harus mengakomodir harapan publik. Karena menurut dia, satu tahun pasca Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian, kepolisian agak turun apalagi era Jenderal Idham Azis yang operasionalnya fokus pada eksternal.

"Saya kira Pak Listyo Sigit harus menjaga ritme pekerjaan, yakni ritme kerja dan harapan publik. Ini harus diintegrasikan lagi. Saya kira dengan rekam jejak yang beliau punya, akan mampu memberikan visi misi Presiden dalam operasional teknis kepolisian. Beliau dekat dengan Presiden secara personal dan sering diskusi. Itu saya kira nilai tambah untuk menjernihkan polisi," jelas dia.

 

5 dari 9 halaman

Mantan Ketum PP Muhammadiyah

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (Ketum PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif alias Buya Syafii ikut mendukung keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mencalonkan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri ke DPR.

"Sebagai pilihan Presiden kita hormati," tutur Buya Syafii dalam keterangannya.

Di mata Buya Syafii, Listyo merupakan sosok yang memiliki hubungan baik dengan berbagai kalangan. Jenderal bintang tiga itu dekat dengan semua golongan tanpa membeda-bedakan.

"Selamat buat Jenderal Listyo Sigit sebagai calon tunggal Kapolri," jelas Buya Syafii.

 

6 dari 9 halaman

Eks Pimpinan KPK

Mantan Wakil Ketua KPK Indriyanto Senoadji meminta masyarakat tidak meragukan kemampuan Kepala Bareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo yang dicalonkan tunggal sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo ke DPR RI.

Menurut dia, Komjen Listyo Sigit memiliki kemampuan variatif profesionalitas di bidang reserse kriminal (reskrim) sebagai karakteristik dan front gate penegakan hukum dari Polri.

"Jadi, tidak perlu diragukan kemampuan operasional penegakan hukum dan managerial SDM kelembagaan Polri," kata Indriyanto.

Selain itu, Indriyanto meyakini penunjukan Komjen Listyo Sigit untuk menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun pada 1 Februari 2021, sudah melalui prosedur di internal Korps Bhayangkara.

"Dipastikan penunjukan Jenderal Listyo Sigit telah memenuhi persyaratan dari internal kelembagaan Wanjakti Polri, bahkan juga Kompolnas sebagai kelembagaan eksternal, baik syarat kapabilitas, integritas dan kompetensi beliau sebagai calon Kapolri," kata dia.

Sementara itu, Indriyanto melihat tantangan Komjen Listyo Sigit ke depan sebagai pemimpin di Kepolisian Republik Indonesia tetap pada kondisi pandemik Covid-19. Tentu, pendekatannya adalah kamtibmas secara persuasif dan penegakan hukum yang tegas.

"Baik terhadap pelaksanaan ketat protokol kesehatan Covid-19, pula atensi pada persiapan Pilkada Serentak, dan gangguan keamanan terkait sikap gerak radikalisme yang menciptakan instabilitas kekuasaan negara yang sah," ucap dia.

Oleh karena itu, Indriyanto mengingatkan bahwa sepanjang tahun 2021 ini memang kondisi yang tidak ringan dari Kapolri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara luas dari negara.

"Polri tetap menjaga komunikasinya dengan representasi elemen media, lembaga swadaya masyarkarat maupun tokoh masyarakat sebagai pilar penguatan negara," tandasnya.

 

7 dari 9 halaman

Wakil Ketua KPK

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango berharap Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo dapat mempererat kerja sama lembaganya dengan Polri, utamanya dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Ke depan tentu kita berharap, kerja koordinasi antar lembaga Polri dan KPK semakin tampak bersinergi dan memberi hasil guna pada kedua lembaga dan tentu saja untuk upaya pemberantasan korupsi itu sendiri," ujar Nawawi melalui keterangannya.

Nawawi memandang Listyo merupakan sosok yang terbuka dalam upaya koordinasi dan supervisi penanganan kasus-kasus korupsi. Ia menilai sosok Listyo begitu terbuka dalam hal koordinasi bersama lembaga antirasuah itu.

"Sejauh ini profil Komjen Listyo Sigit cukup, bahkan sangat baik dalam hubungan koordinasi sesama lembaga aparat penegak hukum. Beliau sangat terbuka dan responsif terhadap upaya-upaya koordinasi dan supervisi," katanya.

Secara pribadi, Nawawi menilai Listyo sosok yang luar biasa tenang. Menurutnya, pemilihan Listyo sebagai calon tunggal Kapolri pastinya telah melalui banyak pertimbangan.

Kendati begitu ia menekankan bahwa pernyataannya itu merupakan bentuk pandangan pribadinya bukan KPK.

 

8 dari 9 halaman

Wapres

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendukung pilihan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang memilih Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri menggantikan Jenderal Idham Aziz.

Hal ini disampaikan langsung oleh juru bicara Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi.

"Tentu kami dukung keputusan Pak Presiden. Dan kami juga dorong agar fit and proper test bisa segera dilaksanakan," kata Masduki dalam keterangannya.

Dia menuturkan, keputusan Presiden Jokowi memilih Listyo Sigit Prabowo dipandangnya tepat. Selain namanya diajukan Kompolnas pasti juga sudah melewati berbagai macam tahapan dan pertimbangan.

"Saya kira itu keputusan yang tepat. Maka hendaknya semua pihak mendukung Keputusan Presiden itu," kata Masduki.

Wapres Ma'ruf Amin berharap, kata dia, terpilihnya Listyo Sigit Prabowo bisa membawa institusi Polri semakin maju, sehingga semakin dicintai dan menjadi kebanggaan masyarakat.

"Harapannya, semua proses berjalan lancar. Sehingga suksesi kepemimpinan di Polri dapat berjalan dengan baik," jelas Masduki.

9 dari 9 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: