Sukses

Survei LKSP: Mayoritas Warga DKI Khawatir Politik Transaksional Pemilihan Wagub

Liputan6.com, Jakarta - Mayoritas warga DKI Jakarta khawatir terjadi politik transaksional pemilihan wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta di DPRD. Berdasarkan survei Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP), 68 persen warga khawatir politik transaksional di DPRD.

Survei ini mengambil 400 responden warga DKI Jakarta dari seluruh kotamadya dan kabupaten Kepulauan Seribu. Survei diambil dengan metode probability sampling dengan margin of error 4,9-5 persen. Survei yang dilakukan 9-16 Februari 2020, ini mengambil persepsi masyarakat.

"Temuan kami yang jadi catatan mayoritas di angka 68 persen, warga khawatir politik transaksional ketika proses pemilihan di DPRD," ujar peneliti LKSP Hafidz Muftisany dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

Hafid menjelaskan, kekhawatiran masyarakat tinggi karena trauma masa lalu saat DPRD memilih kepala daerah. Sementara, yang percaya tidak ada politik transaksional hanya 8 persen.

"Hanya sekitar 8 persen yang yakin tidak ada politik transaksional di DPRD," kata dia.

Secara spesifik, 90 persen warga yang khawatir politik transaksional ini menginginkan ada uji kelayakan dan kepatutan.

"90 persen menginginkan ada fit and proper karena kehawatiran money politics," ucap Hafidz.

Survei ini juga memperlihatkan bahwa hanya 61 persen warga DKI yang tahu proses pemilihan wagub. Dari angka itu pun banyak yang belum tahu calon yang sudah diproses hanya Nurmansjah Lubis dari PKS dan Ahmad Riza Patria dari Gerindra.

"Jadi setelah kami tanyakan secara terbuka, kami tanya siapa wagub yang anda jagokan, masih muncul nama bang Sandiaga Uno. Kemudian muncul nama Tri Rismaharini. Muncul nama AHY. Jadi 61 persen itu banyak yang tidak mengikuti secara intens," jelas Hafidz.

2 dari 3 halaman

Nurmansjah Lebih Menonjol?

Namun, melalui pertanyaan terbuka, Hafidz menyebut persepsi publik lebih menjagokan Nurmansjah dibandingkan Riza.

"Nurmansjah 55,4 persen, bang Riza di 16,5 persen," kata dia.

Lebih lanjut, Hafidz memaparkan parameter mempersepsikan calon wagub. 41 persen ingin wagub karena integritas, 38 persen karena kemampuan memimpin, 14 persen kecocokan dengan Gubernur Anies Baswedan, dan 7 persen soal kedekatan warga. Dia klaim semuanya diungguli Nurmansjah.

"Ya Nurmansjah unggul semua," ucapnya.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini:

Loading