Sukses

Alasan PDIP Utamakan Usung Kader dan Petahana di Pilkada 2020

Liputan6.com, Jakarta - PDIP mengumumkan 49 pasangan calon kepala daerah yang akan diusung di Pilkada 2020. Dari sejumlah nama tersebut, mayoritas adalah kader dan juga petahana.

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputri mengatakan, partainya memang mendahulukan kader dan petahana dalam pencalonan di pilkada. Para kepala daerah petahana ini diminta tetap menjaga diri dan tak santai.

"Saya selalu ingin cari pemimpin mumpuni. Karena tentunya bukan pemimpin agama dan kebudayaan, walaupun unsur itu harus ada. Sebab tanpa agama dan budaya, kehidupan tak ada. Yang jelas saya melihat mereka ini sudah melaksanakan tugasnya dengan baik," kata Megawati, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Megawati mengingatkan para calon petahana ini tak kehilangan semangat bekerja. Sebab gejala pelemahan fighting spirit itu sudah dilihatnya.

"Jangan kehilangan fighting spirit dalam kerjanya. Kalau tidak kita akan masuk perangkap, bahwa akibat kemapanan, sehingga hanya merasakan kenyamanan tapi melupakan kerja itu sendiri," tegas Megawati.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, prestasi para kepala daerah petahana jadi pertimbangan untuk dimajukan kembali oleh partainya. Sebagai contoh, di Kota Semarang, pihaknya melihat pasangan Hendrarprihadi-Ira mampu merubah kota itu menjadi lebih hijau.

"Jadi memang mereka berprestasi," kata Hasto.

PDIPmemasang target kemenangan hingga 60 persen di pilkada serentak 2020. Maka itu pula, pihaknya lebih memilih dengan calon petahana yang berprestasi sekaligus punya kemampuan untuk merangkul kekuatan politik lainnya.

"Karena mereka ini incumbent, tentu saja mereka punya tugas untuk merangkul juga kekuatan politik lain," pungkasnya.

 

2 dari 2 halaman

Bibit Pohon

 

Dalam pengumuman calon pilkada, Megawati menyerahkan satu buah bibit pohon kepada setiap para calon kepala daerah yang diusung partai itu di Pemilu Serentak 2020. Pohon itu merupakan simbol bahwa para calon kepala daerah harus merawat alam dan lingkungannya ketika menjadi pemimpin di daerah. 

Menurut Megawati, para calon kepala daerah dari PDIP harus mau jujur soal kerusakan alam yang terjadi. Dan kerusakan itu justru karena abainya diri sendiri.

"Kenapa dunia makin rusak? Sebetulnya akibat ulah sendiri. Misal di Sumatera, ada pembalakan kayu. Jangan malu, buka saja bahwa ada memang di sana. Minta orangnya ditangkap," kata Megawati.

Sehingga tak heran saat ini banjir muncul dimana-mana. Menurut dia, hal itu terjadi akibat ada yang salah dari perlakuan manusia terhadap alam.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pemberian bibit pohon kepada para calon kepala daerah merupakan sebuah bentuk komitmen untuk merawat bumi.

Menurut Hasto, pemberian pohon ini senapas dengan tema rakernas I PDIP lalu yang mengangkat tema soal jalur rempah dan pangan nasional. Hal itu terinspirasi dari Megawati yang memiliki concern khusus yang sangat besar terhadap merawat bumi. Bahkan ruangan acara pengumuman itu didisain dengan begitu banyak bibit pohon di seluruh titik-titik ruangan.

Hasto menegaskan, Gerakan Mencintai Bumi yang dipelopori PDIP itu harus diimplementasikan oleh para kepala daerah yang diusung. Kinerja mereka akan juga diukur dengan seberapa banyak pohon yang mereka tanam serta seberapa panjang sungai serta banyaknya mata air yang dirawat di wilayahnya masing-masing.

"Nantinya semua itu juga akan diperjuangkan oleh kepala daerah, kita implementasikan," pungkasnya.

Selain pemberian bibit pohon, para calon kepala daerah itu juga menyatakan janji yang dimuat dalam Dasa Prasetya Partai. Janji yang sama juga pernah diucapkan oleh para kader PDIP seperti Joko Widodo, Tri Rismaharini, Djarot Saiful Hidayat, dan Ganjar Pranowo.

Loading