Sukses

Kisah Bayi-Bayi Kuat di Tengah Banjir

Liputan6.com, Jakarta - Hanim, salah satu bayi perempuan yang selamat saat banjir meluluhlantakkan seluruh isi rumah kontrakannya yang tidak jauh dari Kali Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Bayi berumur 4 bulan itu kini masih tinggal di pengungsian korban banjir di MTS Aljihadiyah, Bintaro, Jakarta Selatan. 

Tubuh mungil Hanim mengalami luka-luka kecil di punggung akibat tergores benda-benda yang mengapung saat banjir terjadi.

Sakina, sang ibu menceritakan, detik-detik banjir yang terjadi di hari pertama tahun 2020 itu. Sekitar pukul 05.00 WIB, air kecokelatan mulai masuk rumahnya. Hanya dalam hitungan menit, tingginya mencapai pinggang orang dewasa.

Tak menunggu lama, Sakina hanya berpikir untuk menyelamatkan kedua anaknya, Hanim dan Azzam. Keduanya dimasukkan ke dalam kulkas yang baru dua hari menghiasi rumah mereka. Dibalut kain, Hanim dimasukkan ke dalam "freezer", sedangkan Azzam yang belum berusia tiga tahun diletakkan di rak bawah kulkas. Ini cara sang ibu menyelamatkan anaknya.

"Kalau tidak dimasukkan ke kulkas mungkin tidak selamat, karena tim evakuasi baru tiba pukul 10.00," kata dia.

Untungnya, kulkas yang dibawa dari rumah mertua itu baru sehari dihidupkan, sehingga suhunya tidak begitu dingin. Kedua anak Sakina bisa masuk dan selamat dari terjangan banjir.

Sakina, suami, dan kedua anaknya kemudian dievakuasi ke rumah tetangga yang berlantai dua. Mereka kemudian bertahan hingga tim penyelamat datang.

Cukup banyak kisah bayi-bayi yang begitu kuat menghadapi bencana. Mereka selamat dengan bantuan yang tak terduga-duga. Ada yang diselamatkan di atas keranjang hingga diletakkan di kotak plastik sampai datang tim penyelamat.

Salah satunnya terjadi di Perumahan Pondok Mitra Lestari, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 2 Januari 2020. Dalam rekaman video berdurasi 0:16 detik, nampak anggota Basarnas tengah menyelamatkan bayi yang terjebak banjir di dalam rumahnya.

Penyelamatan tersebut terbilang dramatis, karena terlihat ketinggian air di dalam rumah sudah mencapai dada orang dewasa atau sekitar 3-4 meteran.

Bayi tersebut dibawa perlahan menggunakan sebuah wadah plastik berwarna abu-abu untuk mencapai kapal Tim SAR yang telah menunggu.

2 dari 4 halaman

Bayi Kuat Lainnya

Ria, tetangga Sakina, juga terkejut saat banjir hebat menerjang di pagi buta. Biasanya, daerah tersebut hanya mengalami genangan saat musim hujan, bahkan jika intensitasnya cukup ekstrem.

Menggendong Larisa yang masih berusia satu bulan, Ria menceritakan banjir kali ini begitu dahsyat. Pukul 05.00 WIB, dia melihat air sudah masuk dari bagian bawah pintu depan. Tidak berselang lama, air sudah menggenang, tapi dilihat dari jendela, air di luar rumah sudah hampir menyentuh atap rumah.

Karena derasnya air, pintu dapur tidak kuat menahan arus, hingga menjebol pintu layaknya air bah yang menerjang masuk rumah. Ria bersyukur lantai dua rumahnya bisa menyelamatkan mereka sekeluarga serta para tetangga sekitarnya, termasuk bayi Hanim.

Anak-anak menjadi kelompok yang rentan saat terjadi bencana. Meski belum memahami apa yang terjadi, tapi rasa takut dan trauma pasti ada.

Seperti Adifa, bayi berusia 1,5 tahun yang kerap menangis jika berada di rumah, begitu pula kala hujan. Menurut Rumdaya, sang nenek, Adifa trauma dengan air. "Nangis terus kalau di rumah, kalau hujan," kata dia.

Begitu pula dengan Erin yang berusia 17 bulan. Dia akan merengek ketika ada orang tidak dikenal menyentuhnya atau berusaha bercanda dengan bayi berambut ikal itu.

Berdasarkan data pusat krisis kesehatan per 5 Januari 2020, terdapat 11.474 warga DKI Jakarta yang terdampak banjir dan mengungsi. Dari jumlah tersebut, 201 di antaranya adalah bayi dan 2.041 balita, serta 1.487 anak.

Bayi dan balita, serta anak yang masih tergantung dengan orangtuanya mau tidak mau akan ikut mengungsi. Mereka bertahan hidup dalam kondisi serba terbatas di pengungsian. Tapi, tubuh-tubuh kecil itu bisa tetap tertidur nyenyak meski tidak nyaman dan hanya beralaskan kain yang dihampar di atas tikar. 

3 dari 4 halaman

Bayi Terjebak Banjir di Cipinang Melayu

Seorang bayi terjebak banjir di dalam rumahnya, Cipinang Melayu, Jakarta Timur pada Rabu, 1 Januari lalu. Polisi yang mendapat laporan langsung mengevakuasi bayi dan keluarganya yang terjebak banjir.

"Kami mengevakuasi korban bencana banjir di Cipinang Melayu, 2 keluarga yang di antaranya ada 1 anak bayi terjebak banjir di rumah di tengah-tengah lokasi banjir. Jarak rumah korban dengan tepian kurang lebih 200 meter," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.

Yusri mengatakan, banjir di Cipinang Melayu mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter. Polisi pun mengerahkan sejumlah perlengkapan evakuasi, satu di antaranya adalah perahu karet.

 

Reporter: Wisnoe Moerti

Sumber: Merdeka.com

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
HEADLINE: Banjir Sentuh Istana Kepresidenan, Sinyal Darurat Penanganan Banjir Jakarta?
Artikel Selanjutnya
Jika Berhasil Atasi Banjir, PKS Usung Anies Baswedan di Pilpres 2024?