Sukses

Layani Warga Saksikan Gerhana Matahari, Planetarium Buka hingga Sore

Liputan6.com, Jakarta Planetarium dan Observatorium Jakarta menyediakan 5.800 teropong dengan filter yang bisa didapatkan secara gratis oleh masyarakat yang hendak menyaksikan Gerhana Matahari.

Di Jakarta, gerhana matahari hanya dapat diamati sebagian. Hal ini karena Jakarta tidak termasuk ke dalam jalur cincin.

Meski demikian, pihak Planetarium dan Observatorium melarang pengunjung mengamati gerhana matahari secara langsung atau menggunakan alat observasi yang tidak dilengkapi filter khusus.

"Kita menyediakan kacamata khusus yang disebut filter ND5 dimana cahaya matahari diredupkan sampai 100.000 kali sehingga nanti yang tampak hanya mataharinya, cahayanya tidak tampak," Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi Planetarium Eko Wahyu Wibowo di Planetarium Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Meski langit Jakarta sempat diselimuti awan, namun pada pukul 10.49 WIB pengamatan sudah dapat dilakukan di Plaza Teater, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Selain itu, Planetarium Jakarta juga menyediakan 10 teleskop dan tiga teleskop cadangan untuk pengunjung yang ingin mengamati gerhana matahari parsial.

 

2 dari 3 halaman

Warga Berbondong Bondong

Meski waktu menunjukkan pukul 13.10 WIB, masyarakat masih berbondong-bondong datang ke Planetarium Jakarta untuk menyaksikan fenomena langka ini.

Hingga saat ini pengamatan dapat dilakukan secara lancar karena cuaca yang cerah. Gerhana matahari parsial sudah terlihat setengah di atas langit Planetarium Jakarta.

Sementara itu, Planetarium Jakarta menargetkan pengunjung yang datang sesuai dengan banyaknya kacamata yang disediakan. Planetarium Jakarta akan menutup pengamatan sekitar pukul 16.30 WIB sampai gerhana matahari parsial selesai.

(Winda Nelfira)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: