Sukses

Dirut PPK: Jembatan Lengkung Utan Kemayoran yang Ambruk Tak Gunakan APBD DKI

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK) Medi Kristianto angkat bicara mengenai robohnya jembatan lengkung di kawasan Utan Kemayoran Jakarta Pusat.

Dia menyatakan, jembatan lengkung merupakan salah satu fasilitas yang ada kawasan tersebut saat dilakukan revitalisasi. Anggaran yang digunakan yakni dari Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran.

"Bagian dari revitalisasi Utan Kemayoran dan tidak menggunakan anggaran dari APBD Pemprov DKI Jakarta," kata Medi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (23/12/2019).

Dia menjelaskan jembatan lengkung di area Utan Kemayoran memang belum dibuka untuk umum. Kendati begitu, Medi memastikan lokasi tersebut aman untuk kegiatan rekreasi masyarakat.

Area seluas 22,3 hektare disediakan sebagai area konservasi, edukasi dan rekreasi. Selain itu juga saat dimanfaatkan untuk sejumlah kegiatan lainnya.

"Dapat digunakan oleh publik seperti amphitheater, menara pandang, hingga penangkaran burung dan kupu – kupu," jelasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Pademangan Jakarta Utara Joko Handoko membenarkan kejadian jembatan Lengkung ambruk di kawasan Utan Kota Kemayoran.

"Terkait robohnya jembatan, benar. Sekira pukul 16.00 WIB," ujar Joko saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu kemarin.

Joko menyatakan tidak ada korban jiwa, baik dari pengunjung maupun pekerja yang ada di kawasan itu.

Sementara, jembatan tersebut masih dalam proses pengerjaan kembali dan belum bisa difungsikan untuk pengunjung.

Loading