Sukses

9 Kader Akan Berebut Kursi Ketua Umum Partai Golkar

Liputan6.com, Jakarta - Partai Golkar telah menutup pendaftaran dan pengembalian formulir untuk calon ketua umum Golkar periode selanjutnya. Total ada sembilan kandidat yang akan bertarung memperebutkan kursi tertinggi partai beringin itu.

Sekretaris Komite Pemilihan Munas Golkar, Syahmud Basri Ngabalin menyebut, kader Golkar yang terakhir mendaftar menjadi caketum ialah Aris Mandji.

"Keseluruhan yang mengembalikan formulir sembilan orang. Dengan berakhirnya Pak Aris Mandji itu, karena yang mengambil formulir itu ada 9 orang, dan sembilan orang, ya Pak Aris Mandji orang ke-9, maka kita pastikan tidak ada lagi yang mendaftar," kata Syahmud di DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin 2 Desember 2019.

Dia menambahkan, tahapan selanjutnya panitia akan memverifikasi persyaratan yang sudah diserahkan oleh para kandidat dan diberikan ke Komite Pemilihan.

"Setelah itu kita validasi, mungkin setelah itu steering committee mengumumkan siapa yang bisa dianggap untuk maju ke tahap berikut," jelasnya.

Syahmud memastikan, semua kandidat yang mendaftar adalah kader Golkar. Panitia akan kembali memvalidasi keanggotaan mereka di partai.

"Semua dipastikan kader Golkar, untuk sementara kami pastikan. Tapi kan harus divalidasi lagi dari keanggotaannya, keaktifannya, dan lain-lain," tandasnya.

Musyawarah Nasional X Partai Golkar akan digelar besok Selasa 3 Desember hingga Jumat 6 Desember 2019 di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta. Presiden Jokowi dijadwalkan membuka forum tersebut.

Sembilan nama kader Golkar yang resmi ditetapkan sebagai bakal calon Ketum Golkar 2019-2024 oleh Komite Pemilihan Munas Golkar adalah, Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Ridwan Hisjam, Ali Yahya, Achmad Annama, Indra Bambang Utoyo, Agun Gunandjar Sudarso, Derek Lopatty dan Aris Mandji. 

2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Ikut Ari Askhara ke Kantor Airbus, Ini Penjelasan Ketua Serikat Pekerja Garuda
Artikel Selanjutnya
Jika Ada Kecelakaan di Tol Layang Jakarta-Cikampek, Bagaimana Evakuasinya?