Sukses

Masa Jabatan Tinggal 1,5 Bulan, Menteri Tjahjo Pamitan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo berpamitan di akhir sambutannya saat melantik pejabat Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP). Dia pamit menjelang akhir masa jabatan sebagai menteri Kabinet Kerja I. 

"Saya mohon maaf apabila selama hampir lima tahun kurang satu bulan setengah ini ada hal-hal yang mungkin kurang berkenan. Berbagai pernyataan, berbagai sikap, berbagai kebijakan tentu ada kekhilafan, ada kekurangpuasan," kata Tjahjo di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2019).

Selain minta maaf yang sebesar-besarnya, Tjahjo mengatakan, pamitannya tersebut adalah resmi.

Politikus PDIP ini mengatakan, awalnya pelantikan pejabat DKPP akan ditunda. Karena sebelumnya Presiden Joko Widodo mengingatkan agar para menterinya tidak mengambil kebijakan dan keputusan strategis termasuk pelantikan pejabat eselon I dan II.

Namun, karena pelantikan pejabat DKPP yang kini berada di bawah Kemendagri bersifat mendesak, maka pelantikan didahulukan.

"Tapi karena ini sifatnya mendesak yang tanggal 16 besok harus dilaksanakan tugas-tugas operasional yang penting maka untuk DKPP ini kami dahulukan adanya pelantikan. Agar tidak menganggu tugas tugas DKPP. Dan sudah saya juga sudah lapor ke Bapak Mensesneg yang hari ini harus segera dilantik tanpa mengurangi instruksi untuk tidak mengambil kebijakan strategis yang menyangkut personel yang ada," kata Tjahjo.

2 dari 3 halaman

Hak Prerogatif Presiden

Ditemui usai pelantikan, Tjahjo menyampaikan penunjukan menteri di periode kedua Jokowi ini merupakan hak prerogatif presiden. Dia juga tak masalah jika tak kembali ditunjuk sebagai menteri. Jika parpol tak mengusulkan namanya, kemungkinan Jokowi tak akan menunjuknya kembali sebagai menteri.

Dia mengatakan, penunjukan menteri dari parpol berbeda dengan profesional. Penunjukan menteri dari kalangan profesional merupakan hak sepenuhnya presiden.

Tjahjo mengatakan memang sengaja berpamitan secara langsung karena masa tugas Kabinet Indonesia Kerja I tinggal 1,5 bulan.

"Saya kira semua kementerian, lembaga pamit untuk periode sekarang ini, untuk selanjutnya ya jangan tanya saya," ujar dia.

Tjahjo menambahkan, dia hanya menunggu instruksi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Jika Megawati dan Jokowi mengatakan cukup satu periode, dia bersedia. Dia juga mengaku sampai saat ini belum ada pembicaraan dan pembahasan dengan Megawati Soekarnoputri terkait jabatan menteri ini.

"Saya kan nurut instruksi. Apa kata Bu Mega, 'Tjahjo cukup', ya siap cukup. Pak Jokowi mengatakan cukup, ya siap cukup. Mau ditugaskan kemana ya siap," ujar dia.

 

Reporter: Hari Ariyanti

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Ketemu Mendagri, Khofifah Bahas Persiapan Soal Pilkada 2020
Artikel Selanjutnya
Antisipasi Kelangkaan Blangko E-KTP, Mendagri Minta Tambahan Anggaran