Sukses

4 Hasil Survei LSI Denny JA, Prabowo hingga Ahok Masuk Bursa Pilpres 2024

Liputan6.com, Jakarta - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah usai digelar. KPU pun telah mengumumkan pemenangnya adalah pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dengan begitu, pasangan urut nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kalah.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA lantas mengeluarkan hasil survei terbarunya soal 15 nama yang digadang kuat akan maju dalam Pilpres 2024.

Nama Prabowo Subianto masih cukup kuat masuk dalam bursa Pilpres 2019 versi LSI Denny JA, meski telah tiga kali gagal bertarung di pesta demokrasi lima tahunan itu. 

Selain Prabowo, ada pula nama Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok di dalamnya. Nama BTP bisa menjadi efek kejut sepanjang lima tahun menuju masa Pilpres berikutnya.

Peneliti LSI, Rully Akbar mengatakan, ada empat landasan yang dijadikan unsur kelaikan mereka maju sebagai pengganti Presiden Joko Widodo yang baru saja terpilih kembali di Pilpres 2019.

Berikut 4 hasil penelitian terbaru LSI Denny JA soal nama-nama yang digadang kuat bisa maju dalam Pilpres 2024 dihimpun Liputan6.com:

 

2 dari 6 halaman

1. Ada 4 Landasan

LSI Denny JA merilis 15 nama yang patut digadang kuat sebagai presiden Indonesia di 2024.

Peneliti LSI, Rully Akbar mengatakan, ada empat landasan yang dijadikan unsur kelaikan mereka maju sebagai pengganti Presiden Joko Widodo yang baru saja terpilih kembali di 2019.

"Pertama, adalah mereka yang pernah menjabat di pemerintahan pusat, kedua seorang ketua umum partai, ketiga memiliki jenjang sebagai pemimpin di pemerintahan daerah, keempat seorang dari profesional," kata Rully di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, 2 Juli 2019.

Hasilnya, dari pemetaan dilakukan LSI bersumber dari empat landasan tersebut, ada 15 nama tertangkap radar.

"Jadi selain empat landasan tersebut, penilaian subjektif internal experties kami juga menjadi pertimbangan dalam merilis 15 nama tersebut," jelas Rully.

Meski mengamini disebut prematur, Rully mengatakan hal ini hanya menjadi acuan. Utamanya, nama yang masuk dalam radar LSI pastinya tingkat ketenaran mereka sudah mencapai 25 persen secara nasional.

Satu hal menjadi catatan utama, ditegaskan Rully, akan ada satu nama yang akan memberi efek kejut yang memang sampai saat ini belum diketahui siapakah sosok tersebut.

"Satu masih kami belum tahu dan tebak, jadi dari 15 ini kami masih sebut sebagai mr / mrs. X," Rully menandasi.

 

3 dari 6 halaman

2. Ada 15 Nama Potensial

Dari pemetaan yang sudah dilakukan LSI bersumber dari empat landasan, ada 15 nama tertangkap radar masuk dalam Pilpres 2024.

Berikut daftar 15 nama yang potensial maju di Pilpres 2024:

1. Ridwan Kamil

2. Ganjar Pranowo

3. Anies Baswedan

4. Khofifah Indar Parawansa

5. Prabowo Subianto

6. Sandiaga Uno

7. Airlangga Hartarto

8. Agus Harimuri Yudhoyono

9. Puan Maharani

10. Muhaimin Iskandar

11. Sri Mulyani

12. Budi Gunawan

13. Tito Karnavian

14. Gatot Nurmantyo

15. Mister/ Mrs. X

 

4 dari 6 halaman

3. Prabowo Subianto Masih Masuk

Rullly juga menyebut, ada 15 nama tertangkap radar, salah satunya Prabowo Subianto masih masuk dalam radar potensial untuk maju kembali ke kancah bursa Pilpres 2024.

Padahal diketahui, Prabowo telah tiga kali kalah kontestasi pemilu yaitu pada 2009, 2014 dan 2019.

"Tingkat kedikenalan menurut acuan kami nama Pak Prabowo masih di atas 25 persen dari 2.000 responden nasional, tapi memang secara kontestasi dan kajian amatan kami seharusnya sudah tidak layak lagi untuk maju," kata Rully.

Kendati Prabowo ingin maju kembali, Rully merasa tak sependapat bila mantan pangkostrad ABRI itu dapat langgeng menuju kursi RI-1. Sebab, rekam jejaknya di militer dan kekalahan tiga kali beruntun menjadikan preseden tersendiri di mata publik.

"Memang periode ini dapat 40 persen sekian, tapi apabila nyalon lagi bisa segitu? Belum tentu, dinamikanya pasti berbeda," jelas Rully.

Karenanya, sebagai analis politik, Rully menyarankan Prabowo di belakang layar pada Pilpres 2024. Hal ini patut dilakukan sejak dini, sebab kaderisasi kepartaian Gerindra bisa goyang bila Prabowo tidak memiliki sosok penerus yang kuat.

"Regenerasi politik menuju salah satu orang yang bisa maju ke the next capres tapi apakah itu akan memilki chance yang sama seperti Prabowo? Itu harusnya dibentuk sejak dini," kata Rully.

Menurut Rully, terdapat dua nama potensial yang bisa melanjut popularitas Prabowo di Partai Gerindra setingkat nasional, pertama Anies Baswedan dan kedua Sandiaga Uno.

"Jadi harusnya mereka yang disiapkan untuk the next capres dan jadi figur Gerindra," Rully menandasi.

 

5 dari 6 halaman

4. Muncul Nama Ahok

Rully mengungkap urutan ke-15 yang diramalkan bakal masuk ke bursa capres tahun 2024 adalah Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok.

Menurut Rully, nama tersebut bisa menjadi efek kejut sepanjang lima tahun menuju masa pemilu presiden berikutnya.

"Bisa jadi BTP masuk sosok misterius nomer 15 yang jadi efek kejut. Tapi kita belum tahu gebrakannya bagaimana," kata Rully.

Rully memandang, status politik BTP saat ini masih bebas. Tindak tanduknya belum membawa mewakili suara partai politik tertentu secara gamblang. Meski BTP alias Ahok sendiri diketahui sudah memiliki kedekatan dengan PDI Perjuangan.

Rully melanjutkan, jika ramalan LSI benar BTP maju dalam bursa capres 2024, maka langkahnya tidak akan mudah. Mantan Gubernur DKI ini wajib memberi prestasi gemilang demi menutup status mantan terpidananya.

"BTP harus klarifikasi dengan prestasi yang memperkuat namanya. Misal saat dia sudah mulai aktif kembali di jabatan publik, dari situ bisa menunjukkan ke pemilih untuk milih BTP sebagai capres," jelas Rully.

Walau berat, menurut Rully, BTP tetap memiliki potensi sebagai kandidat capres, mengingat kinerjanya sebagai kepala daerah dan gubernur.

"Bisa jadi 15 nama ini punya potensial besar tapi kita lihat pergeserannya seperti apa," tandas Rully.

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Imam Nahrawi: Saya Serahkan Sepenuhnya kepada Presiden Mengangkat Plt
Artikel Selanjutnya
Imam Nahrawi Tersangka, Jokowi Hormati KPK hingga Pertimbangkan Cari Pengganti