Sukses

51 Pegiat Seni dan Budaya Raih Penghargaan dari Kemendikbud

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 51 pegiat seni dan budaya menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Nadjamuddin Ramly, menjelaskan pemberian penghargaan merupakan program apresiasi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya sebagai bagian integral pembangunan karakter bangsa, sekaligus upaya memajukan kebudayaan bangsa.

"Pemberian ini rasa hormat pemerintah dan apresiasi pemerintah agar budayawan menularkan ke generasi muda," kata Nadjamuddin dalam acara bertajuk "Malam Anugerah Kebudayaan Tahun 2018" di Plaza Insan Berprestasi, Kemendikbud, Jakarta Pusat, Rabu 26 September 2019 malam.

Hal ini menjadi sangat penting dan strategis sebagai upaya menciptakan iklim yang kondusif bagi proses kreatif, sekaligus upaya pelestarian nilai-nilai budaya bangsa. Karenanya, sejak digulirkan tahun 2012 terus dilakukan evaluasi penyelenggaraan, baik secara kuantitas maupun kualitasnya.

"Semoga penghargaan ini menjadi kenangan bahwa ada kepedulian dari pemerintah terhadap para budayawan," ungkap dia.

Salah satu tim penilai, Taufik Rahzen, menjelaskan tim penilai yang terdiri atas 40 orang selama lima bulan bekerja keras menentukan yang terbaik. Terpilihlah 51 orang yang terbagi menjadi 10 kategori.

"Pada tahun 2018 ini yang mendapatkan Anugerah Kebudayaan berupa Gelar dan Tanda Kehormatan dari Presiden terdiri atas kategori Bintang Budaya Parama Dharma, dan kategori Satyalancana Kebudayaan. Selanjutnya, yang diberikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ada pada kategori Pencipta, Pelopor dan Pembaru, kategori Pelestari, kategori Anak dan Remaja, kategori Maestro Seni Tradisi, kategori Pemerintah Daerah, dan kategori Komunitas," ujar dia.

 

2 dari 3 halaman

Dimaknai Secara Baik

Dia menjelaskan, sebagai momentum penyelenggaraan Malam Anugerah Kebudayaan dan Pameran Karya Anak Bangsa ini harus dimaknai secara baik, sebagai karya seni yang mengandung nilai-nilai estetika, etik, edukatif, entertaintment, dan diharapkan dapat menggugah secara emosional penonton dalam melakukan reinterprestasi.

"Di dalam prosesinya, penghargaan kebudayaan tidak hanya sekadar simbolis, tetapi dalam lagi memberikan inspirasi baru bagi banyak pihak, khususnya generasi muda tentang bagaimana proses berkarya para tokoh, bagaimana pewarisan nilai-nilai berlangsung melalui pameran karya anak bangsa," ucap dia.

Pantauan di lapangan, beberapa musisi terkenal yang memperoleh penghargaan antara lain Ebiet G. Ade yang mendapatkan Gelar Tanda Kehormatan Presiden RI Kelas Satyalancana Kebudayaan. Selain itu, Glenn Fredly yang mendapatkan penghargaan Kategori Pencipta, Pelopor, dan Pembaru.

Sedangkan, untuk Kategori Pemerintah Daerah diperoleh oleh Kota Tomohon, Sulawesi Utara dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

3 dari 3 halaman

Nama Penerima Anugrah Kebudayaan

Berikut para seniman yang mendapatkan anugrah kebudayaan pada tahun ini:

- Kategori Pencipta, Pelopor dan Pembaru:

Sidi SalehGlen FredlyJacko SiompoJose Rizal ManuaAfrizal MalnaAgus SuwageTjokorda Gde Raka Sukawati (alm.)Lili Yulianti FaridSri Aksana SyumanEko Supriyanto

- Kategori Pelestari:Temu MistiHermin IstiarningsihRP. Leo Joosten Ginting, OFMCap.I Made WenaKRAT Muhamad Karno Kusumodiningrat (Karno KD)Antonius TaulaDjatikusumahKartini KisamAkhmad ElvianHanna Keraf

- Kategori Anak Remaja:Thifalia Raudina MahardyaAlya Namira NasutionNadia Shafiana RahmaTrio Wahyu AjiDarryl Simeon Sanggelorang

- Kategori Maestro Seni Tradisi:Abah EngkusChairuddin DahlanDarul Hamim (Jarul)SupangkatKPH Pujaningrat (RM Dinusatomo)

- Kategori Komunitas:Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI)INACRAFTGerakan Rumah AsuhLembaga Pendidikan Seni NusantaraPesta Kesenian Bali

- Kategori Pemerintah DaerahKab. WonosoboKota Tomohon

- Kategori Perorangan AsingR. William LiddleValeria Martano

Loading
Artikel Selanjutnya
Badan Bahasa Gelar Lokakarya tentang Gerakan Literasi Nasional
Artikel Selanjutnya
Pemerintah dan Relawan Fokus Pulihkan Kegiatan Sekolah di NTB Pasca Gempa