Sukses

Fakta Menarik Bendungan Tanju di Dompu. Cari Tahu, Yuk!

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (30/7/2018). Proyek ini berjalan dan tuntas tepat waktu di bawah komando Direktorat Sumber Daya Air (SDA) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bendungan Tanju sendiri merupakan bendungan pertama yang ada di Kabupaten Dompu. Bendungan ini pun memiliki sejumlah fakta unik yang perlu diketahui.

Pertama, Bendungan Tanju memiliki kapasitas tampung 18 juta m3. Dengan daya tampung sebesar itu, bendungan ini akan mampu mengairi irigasi lahan pertanian seluas 2.250 hektare sawah.

Kedua, Bendungan Tanju mampu meningkatkan hasil produksi petani setempat. Memiliki letak geografis di kawasan tandus, semula petani Dompu hanya bisa panen satu kali dalam satu tahun. Namun, keberadaan bendungan ini dapat membantu mereka panen tiga kali dalam satu tahun.

"Dengan adanya bendungan ini, komoditas pertanian dapat meningkat. Panen yang semula satu kali bisa menjadi tiga kali,” ucap Jokowi.

Selanjutnya, Bendungan Tanju memiliki pemandangan yang indah. Begitu masuk ke lokasi ini, terlihat deretan bukit berjajar mengelilingi bendungan tersebut. Tulisan Bendungan Tanju pun bisa menjadi ikon baru karena ditulis di sebuah pondasi batu mirip punden berundak.

Fakta keempat, bendungan tersebut mampu menghasilkan air baku sebesar 50 liter per detik. Diyakini, pada Februari 2019 bendungan ini akan beroperasi dengan level ketinggian air yang diharapkan.

"Kami perkirakan di Bulan Februari 2019, level air sudah mencapai ketinggian spill out bendungan, sehingga sudah bisa dialirkan mengairi ke sawah petani,” kata Direktur Jenderal SDA Kementerian PUPR, Hari Suprayogi.

Fakta terakhir, bendungan yang ada di Kecamatan Manggelewa tersebut bakal meningkatkan ekonomi masyarakat Dompu. Selain dari bertambahnya hasil produksi pertanian, Bendungan Tanju bisa menjadi sektor pariwisata dan perikanan.

"Pariwisata bisa, nanti bisa wisata air. Juga bisa perikanan, bahkan pengendali banjir, tapi jangan kerambah ya," kata Hari.

Sebagai informasi, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 65 bendungan yang terdiri 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan pada tahun 2015-2019. Dari 65 bendungan, sebanyak sembilan bendungan sudah rampung, 34 bendungan dalam tahap pelaksanaan, 14 bendungan akan dimulai tahun ini, dan delapan lainnya akan dikerjakan tahun 2019.

 

 

(*)