Sukses

Fajar Riza Ul Haq Resmi Maju Jadi Bacaleg PSI

Liputan6.com, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar tes wawancara bakal calon legislatif (bacaleg) yang yang akan bertarung di Pemlu 2019. Salah satu nama yang ikut acara tersebut adalah Fajar Riza Ul Haq.

Direktur Program dan kemudian menjadi Direktur Eksekutif selama enam tahun (2010-2016) Maarif Institute itu menjelaskan visi, misi, dan program-programnya di hadapan juri independen yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional, seperti Goenawan Mohamad (tokoh pers nasional, intelektual), Djayadi Hanan (ahli perbandingan politik dan lembaga politik), serta Grace Natalie (Ketua Umum DPP PSI).

Fajar mengaku mengambil keputusan untuk hijrah ke dunia politik setelah merenung panjang dan proses bertukar pikiran dengan keluarga serta koleganya.

"Saya sangat menghargai dan berterima kasih atas semua masukan dan saran terhadap keputusan politik ini," katanya seusai tes wawancara di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat, Minggu (22/4/2018)

Menurut Fajar, keputusannya hijrah ke politik dan memilih PSI sebagai rumah perjuangannya berangkat dari hasil pengamatannya terhadap PSI. Dia mengatakan, setidaknya ada dua alasan dirinya memutuskan bergabung dengan PSI.

PSI, menurutnya, memiliki komitmen kuat untuk memudakan kembali spirit berdemokrasi dan berpartai politik di tengah rendahnya kepercayaan publik, terutama generasi muda, terhadap partai politik.

“PSI lahir setelah 20 tahun reformasi bergulir. Ada banyak kemajuan namun tidak sedikit masalah timbul yang berpotensi membawa bangsa ini jalan di tempat atau bahkan mundur. Kehidupan demokrasi kita tidak akan sehat tanpa kehadiran partai politik yang sehat. Tantangan inilah yang dijawab oleh PSI,” papar Fajar.

Alasan kedua, Fajar menilai PSI menjalankan praktik politik yang mengedepankan partisipasi publik, meritokrasi, antikorupsi, dan berkomitmen terhadap toleransi.

"PSI adalah antitesis dari apatisme publik terhadap partai, utamanya di kalangan generasi muda. Sebaik-baiknya partai politik adalah yang berhasil melibatkan partisipasi publik, melembagakan nilai-nilai keadaban publik, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Tujuan luhur inilah yang akan ditunaikan PSI,” imbuhnya.

Fajar berharap keputusannya untuk bergabung dengan PSI akan dapat memberikan manfaat bukan hanya bagi PSI, tapi juga bagi masyarakat Indonesia. Fajar sendiri akan maju sebagai bacaleg untuk Daerah Pemilihan Jabar V (Kabupaten Bogor).

Sebelumnya, Fajar dikenal publik sebagai Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk Bidang Kerja Sama Antar Lembaga.

Fajar juga merupakan pengurus di PP Muhammadiyah. Dia dipercaya mengemban amanat sebagai Sekretaris Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah untuk periode 2015-2020. Sejak 2006 lalu, Fajar juga telah berkiprah di Maarif Institute sebagai Direktur Program dan kemudian menjadi Direktur Eksekutif selama enam tahun (2010-2016).

 

 

 

2 dari 2 halaman

Langkah Baru

PSI menerapkan proses penjurian independen dalam perekrutan caleg. Hal ini merupakan langkah baru dalam proses rekrutmen politisi yang dilakukan partai politik di Indonesia.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PSI Sumardy menyatakan, proses penjurian ini merupakan wujud komitmen PSI untuk mencari para bacaleg secara transparan.

"Publik bisa melihat secara langsung prosesnya. Setelah itu mereka bisa memberikan masukan terkait para bakal calon yang mendaftar. Salah satu alasan PSI berdiri adalah untuk mengisi ruang demokrasi dengan mengusung putra-putri terbaik menjadi calon anggota legislatif,” ujar Sumardy.

Sumardy melanjutkan, penjaringan bacaleg dengan melibatkan tim juri independen yang tidak diragukan kredibilitas dan integritasnya berangkat dari harapan bahwa penjaringan bacaleg akan menghasilkan nama-nama terbaik.

"Harapan kami nama-nama yang lolos sesuai dengan kriteria PSI," imbuhnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: