Sukses

Koleksi Unik Museum Dapur Tradisional

Liputan6.com, Sleman: Prihatin akan maraknya produk makanan instan, Heri Kustriatmo menggagas berdirinya Museum Dapur Tradisional. Di museum yang terletak di Desa Wisata Kembangarum, Turi, Sleman, Yogyakarta itu, dipajang skitar 280 alat masak tradisional.

Saat memasuki museum pengunjung akan terbawa suasana dapur tempo dulu. Mulai dari irik, parut, tambir, dan alat dapur lainnya yang sebagian besar terbuat dari bambu. Tentu saja di tempat ini pengunjung tak bisa melihat alat masak modern, seperti kompor gas, blender, mixer serta alat lainnya yang banyak dijumpai di dapur keluarga modern.

Selain itu, pengunjung juga bisa melihat kegiatan memasak menggunakan dua tungku api dengan bahan bakar kayu dan bambu bekas. Tentu saja, teknik menggunakan alat masak itu tak semudah memasak dengan kompor gas. Makanan yang dimasak pun bukan masakan modern ala barat, melainkan khas pedesaan seperti tempe bacem dan sayur lodeh.

Cara makan tempo dulu juga bisa dilihat di museum ini. Para peraga duduk lesehan beralaskan tikar tanpa meja makan mewah. Mereka pun makan dengan menggunakan tangan. Menurut Heri, belum lama ini, selain bisa menjadi ajang berlibur, museum yang digagasnya itu diharapkan bisa membuat generasi muda ingat untuk memasak makananya sendiri.(IAN/ADI)