Sukses

Habib Abdurrahman Kwitang, Pengusaha yang Juga Juru Dakwah

Liputan6.com, Jakarta - Al Habib Abdurahman bin Muhammad bin Ali Habsyii meninggal dunia di Rumah Sakit Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin, 15 Januari 2018 pukul 20.15 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir setelah lama terserang penyakit komplikasi.

Putra Habib Abdurrahman, Habib Ali, meminta doa dari semua umat Islam atas kepergian ayahandanya. Selain itu, ia berharap kesalahan-kesalahannya juga dimaafkan.

"Saya minta supaya segenap muslimin ya yang tahu, yang mendengar, mohon mendoakan almarhum semoga diampuni segala kesalahan-kesalahannya," ujar Habib Ali di rumah duka, Kwitang, Senin malam, 15 Januari 2018.

Habib Abdurrahman wafat dalam usia 75 tahun. Ia merupakan putra kedua dari tujuh bersaudara. Ayahandanya, Habib Muhammad bin Ali Al Habsyi, merupakan dari kalangan ulama yang menjadi pemimpin masjid Kwitang, Jakarta Pusat.

Dari berbagai sumber yang dikutip Liputan6.com, Jakarta, Selasa (16/1/2018), Habib Muhammad yang lahir lahir 29 April 1942 itu meneruskan jejak ayahandanya, Habib Ali al Habsyi, menjadi pemimpim Masjid Ar Riyadh Kwitang atau Jami Kwitang, Jakarta Pusat, sejak 1968 hingga 1993.

Setelah meninggal, estafet kepemimpinan masjid tersebut dilanjutkan Habib Abdurrahman. Ia memimpin sejak 1993 hingga 2017.

Hingga kini, Masjid Jami Kwitang ramai dikunjungi umat Islam. Jemaah yang hadir tak hanya dari Jabodetabek, tapi juga dari mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, Yaman.

Mereka mengikuti pengajian yang rutin digelar setiap hari Minggu pagi, ataupun sekadar berziarah ke makam Habib Ali Al Habsyi dan Habib Muhammad Al Habsyi yang dimakamkan bersebelahan dengan Masjid Kwitang.

Bahkan, tak sedikit para tokoh nasional yang telah menyambangi kediaman Habib Abdurrahman di Kwitang itu. Mereka di antaranya Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sandiaga Uno, Anies Baswedan, dan banyak tokoh lainnya.

1 dari 2 halaman

Pendidikan Habib

Habib Abdurrahman lebih banyak belajar dengan ayahandanya. Selain itu, ia juga menekuni ilmu agama yang diajarkan oleh sang kakek, Habib Ali Al Habsyi.

Kecintaannya pada ilmu agama ia gali dengan menempuh pendidikan di pesantren Jawa Timur. Selama enam tahun, ia menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Darunnasihin Lawang, Malang, Jawa Timur.

Setelah itu, dengan ditemani ayahandanya, Habib Abdurrahman mulai berdakwah di depan jemaah masjid Raya Kwitang. Habib yang kala itu berusia 33 tahun baru pertama kali tampil di depan jemaah. Selanjutnya ia mulai terbiasa tanpa ditemani sang ayah.

Selain menjadi dai, ia juga pernah menjadi kontraktor bangunan rumah, gedung, serta pedagang berbagai kayu. Di antaranya kayu jati, kayu garut, dan lain sebagainya.

Sementara kehidupan keluarganya, Habib Abdurahman menjalin ikatan suci dengan gadis pujaannya bernama Syarifah Muznah binti Umar. Wanita itu juga berasal dari kalangan pengusaha.

Dari hasil pernikahannya pada tahun 1966 itu, ia dikaruniai tujuh putra-putri. Mereka di antaranya adalah Khadijah Farhana, Habib Ali Abdurrahman Al Habsyi, dan Syarifah Najwa.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Kunjungi Ponpes di Jember, Emil Dardak Dapat Amalan dari Kyai
Artikel Selanjutnya
Jokowi Siap Jadikan KH Syam'un Pahlawan Nasional