Sukses

4 Fakta di Balik Sosok SPG Cantik Korban Mutilasi Suami

Liputan6.com, Jakarta - Pembunuhan sadis dengan cara mutilasi yang dilakukan suami terhadap istrinya bikin gempar warga Karawang. Jasad korban bernama Siti Saidah itu ditemukan dalam kondisi tak utuh dan mengenaskan.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto mengungkapkan, jasad korban Siti Saidah pertama kali ditemukan anak-anak yang tengah bermain. Saat ditemukan, kondisi jasad dengan kondisi termutilasi dan terbakar pada Kamis, 7 Desember sekitar pukul 15.00 WIB.

Anak-anak itu lantas memberitahukan kabar penemuan jenazah kepada saksi lain. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara.

Selang sepekan, dalang peristiwa itu pun terungkap. Polisi mengamankan pemutilasi dan pembakar wanita cantik tersebut, yang merupakan suami korban, M Kholili.

Berikut ini fakta-fakta di balik sosok Siti Saidah yang dirangkum Liputan6.com, Jumat (15/12/2017):

 

1 dari 5 halaman

1. Pemandu Lagu sebelum Jadi SPG

Siti Saidah tercatat sebagai marketing atau sales promotion girl (SPG) sebuah perusahaan properti yang kini melakukan pembangunan di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi.

"Korban yang dibunuh oleh suaminya sendiri dengan cara dimutilasi itu merupakan marketing perusahaan swasta," kata Wakapolres Karawang Kompol M Rano Hadianto. 

Sebelum menikah dengan pelaku, Siti Saidah sempat bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah tempat karaoke di sekitar jalan Interchange Karawang Barat.

 

2 dari 5 halaman

2. Punya 4 Nama

Saat menjadi pemandu lagu, Siti Saidah menggunakan nama Nindy atau Desi Wulandari. Sementara dalam akun Facebook-nya, korban memakai nama Sinok Sizuka.

Sedangkan nama asli korban adalah Siti Saidah, asal Kampung Mejarjaya RT.03/01 Desa Gunungmulya, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

 

3 dari 5 halaman

3. Bertato

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana mengatakan, berdasarkan hasil autopsi dokter Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jabar, ditemukan ciri berupa tato di tubuh korban.

"Temuan pada tubuh korban terdapat tato di dada tulisan 'Stones' di atas payudara," kata Umar kepada Liputan6.com.

Dokter juga menemukan tato lain di bagian tubuh korban yang hangus dibakar. "Gambar tato di belakang pada punggung gambar kupu-kupu," ujar Umar.

 

4 dari 5 halaman

4. Tulis Surat

Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, motif pembunuhan Siti Saidah terungkap setelah penemuan lembaran surat di kontrakan korban saat olah TKP. Isinya bertuliskan keluhan sang istri yang sudah tidak tahan dengan kelakuan suaminya.

"Suaminya berarti memang enggak beres," jelas dia.

Secara singkat, korban menuliskan bahwa dia malu punya suami yang lebih suka kelayapan menemui orang lain ketimbang pulang ke rumah, menghabiskan waktu bersama keluarga. Sebab itu, dia bermaksud pamit pulang ke kampung halamannya di Pati, Jawa Tengah.

"Dari surat itu, 'sifat kamu enggak cocok dengan sifat aku'," ujar Hendy menirukan isi surat itu.

Surat tersebut ditemukan penyidik di bawah rak TV di kediaman mereka di Dusun Sukamulya, RT 005 RW 002, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang.

Surat itu terselip dengan dokumen lain yang disimpan korban. Surat itu tidak terlalu panjang. Isinya seperti keluh kesah korban yang ingin pulang kampung.

"Pengen pulang ke rumah tapi malu sama keluarga, malu juga sama tetangga. Punya suami tapi gak tinggal bareng pikirannya pasti banyak yg negatif. Yah, Bunda pamit aja ya... udah capek ngadepin sifat kamu, kamu lebih sayang mereka ketimbang aku," isi surat tersebut seperti yang diterima Liputan6.com.

Saksikan video menarik di bawah ini: