Sukses

Menko Polhukam Wiranto Ungkap Beda Gaya Kerja 4 Presiden

Liputan6.com, Jakarta - Menko Polhukam Wiranto sudah merasakan bekerja bersama dengan empat presiden berbeda. Dia menilai setiap presiden punya gaya tersendiri dalam memimpin.

Wiranto merupakan Menhankam/Pangab di era Presiden Soeharto dan BJ Habibie. Sementara, ketika kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid, Wiranto menjabat Menko Polkam. Terakhir, dia menakhodai Kementerian Koordinator Polhukam di Kabinet Kerja.

Politikus Senior Partai Hanura itu menjelaskan, di era Soeharto, setiap bulannya ada lima rapat yang dilaksanakan. Satu kali rapat paripurna, tiga kali rapat tingkat menteri koordinator, dan satu rapat cadangan.

"Rapat paripurna, lalu rapat terbatas tingkat Menko Polkam, Menko Perekonomian, dan Menko Kesra. Lalu satu rapat cadangan. Jadi total lima," ungkap Wiranto, pada Talkshow yang diadakan KNPI, di Auditorium PTIK, Jakarta, Sabtu, 27 Mei 2017.

Saat Presiden Habibie memimpin, rapat semacam itu berkurang jadi sebulan empat kali. Era Presiden Gus Dur lebih tidak teratur. Wiranto mengatakan Gus Dur lebih memilih tak banyak rapat, tapi semua kerja pemerintah berjalan lancar.

"Saya sempat sarankan sama Gus Dur. Bapak kan tamunya banyak, gimana kalau rapat dipimpin Menko Polkam saja, biar Menko yang laporan ke Presiden, ya sudah," tutur Wiranto.

Gaya yang jauh berbeda dirasakan ketika berada di Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi - JK). Sehari bisa dilakukan tiga rapat terbatas, seminggu bisa tiga kali rapat terbatas. Berarti ada 36 rapat terbatas, belum termasuk rapat paripurna kabinet.

"Jadi benar-benar kabinet kerja, kerja, kerja. Walaupun enggak tuntas tapi terus kerja," ungkap Wiranto.

Oleh karena itu, jenderal purnawirawan bintang empat tersebut menjamin kinerja pemerintah Jokowi-JK sangat kuat dan bagus. Wiranto juga heran dengan penilaian masyarakat mengenai kinerja pemerintah yang dirasa kurang maksimal.

"Saya heran dengan penilaian orang, pemerintah tidak adil, pemerintah tidak adil. Kadang geleng kepala juga. Coba jadi menteri sebentar, rasain melayang-melayangnya saja. Kamu mau, tapi undang-undang enggak memperbolehkan," ucap Wiranto sambil tertawa.