Sukses

Permintaan Terakhir Terpidana Mati Michael Titus ke Kakak Ipar

Liputan6.com, Jakarta - Jenazah terpidana mati Michael Titus Igweh Bin Echere Paulezimoha tiba di Rumah Duka Bandengan di Jalan Terusan Bandengan Utara, Jakarta Utara. Jenazah yang diiringi keluarga itu datang pada pukul 12.00 WIB.

Nila, kakak ipar Titus, mengaku kecewa dengan eksekusi terhadap adik iparnya itu. Dia mengaku dibohongi kejaksaan lantaran pihaknya telah mengajukan PK (Peninjauan kembali) atas hukuman mati terhadap Titus.

"Serba enggak jelas, serba mendadak. Kita lagi mengajukan PK kedua, enggak ada keadilannya," ujar Nila di rumah duka Bandengan, Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Sambil berbicara, jarinya digenggam kuat. Perempuan berburqa itu menceritakan pertemuan terakhirnya dengan Titus. Saat itu Titus menyatakan ketidakrelaannya untuk dieksekusi mati sebelum PK diterima.

"Titus ngomong, 'Kalau aku mati seperti ini, tanpa dapat keadilan,' Ini nggak ada keadilannya," ujar Nila.

Bahkan Nila mengatakan, untuk mendampingi jenazah saja harus menerobos dan ngotot masuk ke mobil jenazah. Ia memaksa masuk. Sebab ia menerima wasiat terakhir yang diamanahkan Titus.

"Saya terobos masuk, tanpa izin karena pertemuan terakhir Titus berpesan 'Nila, tolong dampingi mayat saya sampai Jakarta," ucap Nila.

Kini jenazah terpidana mati itu disemayamkan dalam peti di rumah duka Bandengan. Jenazah akan diterbangkan ke Nigeria pada Minggu 31 Juli 2016.

"Jadwalnya siang, tapi kemungkinan berangkat malam," ungkap Nila.

Sementara itu istri Titus, Felicia, masih dalam perjalanan dari Cilacap ke Jakarta. Wanita yang dinikahi Titus pada 2007 itu langsung terbang dari Afrika ke Indonesia. Setiba di Jakarta pada pada pukul 09.00 WIB, ia langsung ke Cilacap berharap bisa melihat jasad suaminya.

"Eksekusi malam, dan kami berangkat sejak subuh, Felicia sampai Jakarta pagi dan ia ke Cilacap, selisih jalan. Sekarang ia sudah jalan ke sini," ucap Nila.