Sukses

Kisah Sebutir Nasi di Piring Quraish Shihab

Liputan6.com, Jakarta - Ahli tafsir terkemuka, Quraish Shihab dididik dengan disiplin oleh kedua orangtuanya. Termasuk saat dia dan 11 saudaranya duduk di meja makan.

Tak boleh ada yang menyisakan nasi atau lauk di piring, meski hanya sebutir nasi. Itu adalah aturan keras dari Asma, ibunda yang biasa dipanggil Emma' oleh anak-anaknya.

Mereka boleh menambah nasi dan sayur. Namun tidak dengan daging ayam atau lauk.

"Ukur kau punya kemampuan. Kalau masih mau nambah, silakan. Tapi harus dihabiskan!" kata Quraish menirukan perintah Emma' lewat buku biografinya, Cahaya, Cinta dan Canda Quraish Shihab, yang Liputan6.com kutip Rabu (15/7/2015).

Quraish Shihab

Bersama sang suami, "Aba" Abdurrahman, Emma' tak bosan-bosan mengingatkan, nasi dan makanan akan mendoakan kita ke surga jika dihabiskan. Tapi jika tersisa, mereka akan menangis dan mendoakan kita ke neraka.

"Aba dengan muka sedih akan menghitung butir-butir nasi yang tersisa, lalu menyantapnya. Jika terpaksa tak habis juga, Emma' mengumpulkan dan menjemurnya, lalu mengolahnya menjadi kerupuk. Dengan mulut yang menyisakan omelan, tentu saja."

Quraish Shihab

Ajaran keras Emma' di meja makan itu pun membekas di benak Quraish hingga saat ini. Ayahanda pemandu talkshow kondang Najwa Shihab itu pun tak pernah menyisakan sebutir nasi pun di piringnya.

Tak peduli kapan pun, dengan cekatan, jemarinya akan membersihkan setiap sisa makanan dan menyantapnya. Meskipun Quraish tengah berada dalam jamuan makan.

Pesan Emma' tentang nasi tak pernah dilupakannya. (Ndy/Rmn)