Sukses

Kepala BIN Bantah Gayatri Wailissa Jadi Anggotanya

Liputan6.com, Ambon - Jenazah Gayatri Wailissa akhirnya tiba di rumah duka di Ambon, Maluku. Isak tangis keluarga pun tak terbendung. Gadis 19 tahun pergi begitu tiba-tiba.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Minggu (26/10/2014), jenazah Gayatri kemudian disalatkan di Masjid Raya Al Fatah, Ambon. Orangtua dan kerabat korban tak kuasa menahan air mata saat melihat peti jenazah Gayatri dibuka.

Tepat pukul 12.00 WIT, jenazah Gayatri pun kemudian dimakamkan di Pekuburan Bahagia,Kapaha, Ambon. Gayatri yang baru saja lulus SMA itu meninggal Kamis 23 Oktober sekitar pukul 19.30 di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Sebelumnya Gayatri tiba-tiba jatuh pingsan saat berolahraga di kawasan Senopati, Jakarta.

Gayatri disebut anak ajaib karena kemampuannya menguasai 9 hingga 14 bahasa. Bakat ini disebut polygot yaitu orang yang menguasai 4 bahasa lebih.

Yang tak kalah menarik adalah dugaan keterlibatan Gayatri sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Hal itu terlihat dari foto mendiang Gayatri yang mengenakan seragam BIN.

Namun hal itu langsung dibantah oleh Kepala BIN wilayah Maluku, Brigjen TNI Gustaf Agus Irianto. "Tidak ada, tidak ada sama sekali. Selama ini saya belum begitu tahu kalau kedekatan dengan Kodam", ucap Brigjen TNI Gustaf.

Meski demikian, Gustaf mengakui bahwa selama ini Gayatri cukup dekat dengan jajaran TNI khususnya Kodam XIV Patimura karena Gayatri Wailissa menjadi duta motivator untuk jajaran Kodam XIV Patimura. (Riz)

Baca Juga:

Gayatri si Anak Ajaib dalam Kenangan...

Jantung Gayatri Wailissa Masih Berdetak Usai Dinyatakan Meninggal

Jenazah Gayatri Diterbangkan ke Kampung Halaman Sabtu Pukul 01.00