Sukses

KSPI: Prabowo Tandatangani Perjanjian Politik dengan Buruh

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan dukungan para buruh terhadap Prabowo Subianto sebagai Presiden RI bukan asal-asalan. Hal itu sudah penuh perhitungan.

"Kita menentukan pilihan siapa yang akan didukung menjadi capres tentu berdasarkan visi dan misi," kata Iqbal di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Kamis (1/5/2014).

"Dan tentunya berani menandatangani 10 tuntutan buruh."

Namun, Said membantah hanya Jokowi yang berani menandatangai perjanjian politik terkait 10 tuntutan buruh. Karena menurutnya, ada nama-nama lain yang berani menandatangani perjanjian politik tersebut.

"Tidak hanya Jokowi. Karena ada nama-nama lain seperti Mahfud MD, Faisal Basri, Hidayat Nurwahid, namum mereka bukan capres. Yang tersisa dengan kriteria capres hanya Prabowo," katanya.

Said menegaskan, jika memang ada capres yang berani tandatangani perjanjian politik untuk memperjuangkan 10 tuntutan buruh, dia akan didukung KSPI yang beranggotan 1,7 juta orang.

"Kalau ada capres yang berani tandatangani perjanjian 10 tuntutan buruh dan KHL 84 items maka dia akan didukung oleh kaum buruh. Tapi sampai hari ini kita fix mendukung Prabowo Subianto," katanya.

Sebelumnya didalam stadion GBK, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) padati stadion utama Gelora Bung Karno (GBK). Tak kurang puluhan ribu masa aksi telah bersedia menunggu calon partai Gerindra Presiden Prabowo Subianto.

Pantauan Liputan6.com Prabowo masuk ke dalam stadion pada pukul 14.50 WIB ditemani  para pengawalnya yang mengenakan baju kebangsaannya yakni baju safari berwarna coklat muda. Pada rombongan itu tampak juga Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, para buruh meneguhkan niat dan merapatkan barisan untuk mendukung Prabowo Subianto sebagai calon Presiden RI 2014. Menurutnya, Prabowo dapat menghapus kemiskinan yang mendera kaum buruh.