Sukses

Pelukis Otodidak Memprotes Kurator

Liputan6.com, Surabaya: Sepuluh pelukis otodidak Surabaya menggelar karya mereka dalam sebuah pameran khusus berwujud protes atas ketidakadilan kurator --pemerhati seni-- yang masih memandang sebelah mata. Padahal, para perupa otodidak ini tak jarang mempunyai institusi dan keorisinilan yang tinggi dibanding dengan pelukis akademis.

Karya para pelukis ini digelar dalam pameran bertajuk Refleksi Gerak, Garis dan Warna di Pusat Kebudayaan Prancis, Surabaya. Mereka ingin memprotes keberadaan sebagian seniman dan kritikus seni rupa Indonesia yang kadang memandang sebelah mata terhadap eksistensi pelukis otodidak.

Padahal, secara obyektif, karya pelukis otodidak tak kalah dibanding dengan karya pelukis akademis. Menurut seorang di antara pelukis itu, Asri Nugroho, mengakui sebagian besar pelukis otodidak mempunyai kesederhanaan dalam menyampaikan gagasan yang dituangkan dalam kanvas. Meski demikian, tak berarti karya seniman otodidak mengesampingkan teknik dan gagasan. Bahkan, di antaranya sering menjuarai kompetisi seni lukis tingkat internasional, seperti Philip Morris.

Sebenarnya, Asri dan kawan-kawan tak ingin mempertajam dikotomi otodidak dan akademis. tapi, mereka berharap, karyalah yang dijadikan pijakan dalam menilai lukisan, bukan latar belakang pendidikan pelukisnya.(RSB/Hasan Sentot dan Joko SB)