Ferry Surya Perkasa Akan Menyerahkan Diri

Ferry Surya Perkasa melalui pengacara keluarganya menyatakan akan memberi keterangan pada polisi dalam waktu dekat. Hingga kini, posisi Ferry yang menghilang setelah kematian tragis Alda, tidak diketahui.

Diterbitkan 27 Desember 2006, 13:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Misteri kematian penyanyi Alda Risma Elfariani kemungkinan sebentar lagi terkuak. Ferry Surya Perkasa yang selama ini menghilang akan menyerahkan diri dalam waktu dekat. "Ferry bersedia memberikan keterangan mengenai kasus ini agar semuanya menjadi jelas," kata Ervin Lubis, pengacara keluarga Ferry di Jakarta, Selasa (26/12).

Hingga kini, posisi Ferry belum diketahui. Ervin enggan menjelaskan keberadaan kliennya yang juga tokoh dalam organisasi Buddha. Dia memastikan Ferry tidak berada di Jakarta. Kepala Polri Jenderal Sutanto enggan menanggapi masalah ini. Menurut dia, yang terpenting polisi tak akan membiarkan kasus ini berlarut-larut.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) Hotel Grand Menteng, Jakarta Pusat, memperlihatkan Alda tiba di depan lift lantai satu pada 12 Desember 2006 pukul 16.02 WIB. Alda tampak masih sehat ditemani seorang perempuan dan seorang lelaki. Alda juga terlihat menggunakan telepon seluler sambil menunggu lift terbuka. Sekitar satu menit kemudian, setibanya di lantai empat Alda bergegas menuju kamar dengan masih ditemani dua orang yang datang bersamanya.

Selanjutnya, kamera CCTV merekam situasi pukul 18.24 WIB yang memperlihatkan empat lelaki, termasuk seorang petugas keamanan membopong Alda dari arah kamar menuju lift. Alda diduga tewas dua jam setelah masuk kamar hotel. Disebut-sebut, Ferrylah yang meminta bantuan pegawai hotel memanggilkan taksi untuk membawa Alda ke rumah sakit [baca: Alda dan Kemana Ferry?].

Berdasarkan manifes penumpang pesawat Singapore Airlines, Ferry berangkat ke Singapura satu hari setelah Alda meninggal dunia. Ferry pergi bersama dua anaknya. Tiket yang dibeli sebenarnya untuk pergi pulang. Dan tanggal kepulangan harusnya Rabu 27 Desember 2006 atau hari ini [baca: Bubuk Putih dari Rumah Ferry Bukan Narkoba].(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6