Sukses

Pasokan Valas Pertamina Disediakan Bank Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta: Bank Indonesia terus berupaya memaksimalkan kinerjanya. Pengadaan dolar Amerika Serikat oleh Pertamina maksimum sebesar US$ 50 juta per hari akan disediakan BI melalui bank pemerintah yang ditunjuk. Dengan adanya langkah ini BI ke depannya bisa menjadwalkan kebutuhan dolar Pertamina selama sepekan. Demikian informasi yang dihimpun SCTV di Jakarta, baru-baru ini.

Pertamina tak bisa membeli valuta asing (valas) dari pasar karena bisa mengganggu stabilitas rupiah. Penyediaan valas oleh BI cuma ditujukan bagi Pertamina karena kebutuhan Badan Usaha Milik Negara lain seperti PT Perusahaan Listrik Negara, PT Perusahaan Gas Negara, dan PT Telekomunikasi Indonesia tidak terlalu besar.

Sementara itu Bank Danamon mencatatkan laba bersih triwulan pertama tahun ini sebesar Rp 640 miliar. Pencapaian ini naik 17 persen dibanding tahun silam. Sedangkan pendapatan bunga bersih mencapai Rp 1,1 triliun lebih atau naik 11 persen dibanding tahun silam. Sementara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Bank Danamon awal Mei nanti, Direktur Utama Bank Danamon Francis Andrew Rozario akan diganti Sebastian Paredes, bankir Citibank di Puerto Rico.

Serupa dengan Bank Danamon, kenaikan laba bersih juga dicatat Bank NISP yaitu sebesar Rp 736 miliar atau naik hampir Rp 280 miliar dibanding tahun silam. Hal itu diikuti Bank Mega yang mencatatkan laba bersih mencapai hampir Rp 748 miliar. Kisaran ini naik Rp 200 miliar dibanding tahun lalu. Adapun pendapatan bunga bersih Bank Mega naik menjadi Rp 460 miliar pada triwulan pertama tahun ini.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)