Resep Jenang Ketan Gula Merah: Manis Legit Warisan Nusantara yang Tak Lekang Waktu

Jenang ketan gula merah adalah kudapan tradisional Nusantara yang manis legit dan kenyal. Simak resep lengkap, tips sukses, hingga sejarah singkatnya.

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 18:18 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jenang ketan gula merah merupakan salah satu kudapan tradisional Indonesia yang kaya rasa dan tekstur. Kue ini memiliki kekenyalan khas dari tepung ketan dan manis legit dari gula merah, seringkali menjadi sajian istimewa dalam berbagai acara adat atau sekadar camilan keluarga. Proses pembuatannya yang membutuhkan kesabaran menghasilkan cita rasa yang mendalam dan aroma yang menggugah selera.

Kudapan ini berbahan dasar utama tepung ketan, santan, dan gula merah. Di beberapa daerah, jenang ketan juga dikenal dengan sebutan dodol ketan.

Jenang memiliki sejarah panjang dan nilai budaya yang melekat di Nusantara. Di Kudus, jenang bahkan menjadi ikon makanan yang berkontribusi pada perekonomian masyarakat.

Mengenal Lebih Dekat Jenang Ketan Gula Merah

Jenang ketan adalah kuliner khas Nusantara yang terbuat dari tepung ketan, santan, dan gula merah. Makanan ini memiliki tekstur kenyal dan rasa manis yang pas, memberikan sensasi menyenangkan saat dikunyah. Di beberapa daerah, jenang ketan juga dikenal dengan sebutan dodol ketan.

Sejarah jenang di Kudus berawal dari adanya tradisi Tebokan, yang mengisahkan Mbah Dempok Soponyono dan cucunya. Konon, cucu Mbah Dempok yang mati suri dapat dibangunkan setelah memakan bubur gamping yang kemudian menjadi cikal bakal jenang. Sejarah panjang jenang ketan menjadikannya kuliner ini wajib untuk dilestarikan.

Panduan Lengkap Membuat Jenang Ketan Gula Merah

Berikut adalah resep jenang ketan gula merah yang dapat Anda coba di rumah, dengan bahan dan cara pembuatan yang mudah dipahami.

Bahan-bahan:

  • Bahan Utama:
    • Tepung ketan putih: 250-500 gram
    • Gula merah/aren: 250-500 gram
    • Santan kental: 400 ml - 900 ml (dari 1-2 butir kelapa parut)
    • Air: 400 ml - 600 ml (untuk melarutkan gula merah)
    • Gula pasir: 3 sdm - 200 gram (opsional, sesuai selera manis)
    • Garam: ½ sdt - 1 sdt
    • Daun pandan: 2-4 lembar
  • Bahan Tambahan (Opsional):
    • Bubuk agar-agar: 1 bungkus/sachet
    • Vanili bubuk: 1 sachet/½ sdt
    • Pewarna coklat secukupnya
    • Minyak goreng: 60 ml (untuk adonan atau olesan loyang)
    • Wijen sangrai: secukupnya (untuk taburan)

Cara Membuat:

  1. Persiapan Gula Merah: Campurkan gula merah, air, sebagian santan, garam, dan daun pandan ke dalam panci. Masak sambil terus diaduk hingga mendidih dan gula larut. Setelah itu, saring larutan gula merah dan biarkan hingga dingin.
  2. Pencampuran Adonan: Dalam wadah terpisah, masukkan tepung ketan putih dan garam. Tuangkan larutan gula merah yang sudah dingin secara bertahap ke dalam tepung ketan. Aduk rata hingga adonan kalis dan tidak bergerindil. Jika menggunakan santan, campurkan santan yang sudah didinginkan dengan tepung ketan dan vanili bubuk.
  3. Memasak Adonan Jenang: Tuang adonan ke dalam wajan anti lengket. Masak adonan dengan api kecil sambil terus diaduk tanpa henti. Aduk terus hingga adonan mengental, licin, dan berat, serta tidak lengket di wajan. Proses ini bisa memakan waktu sekitar 1 jam atau lebih, tergantung jumlah adonan.
  4. Pencetakan dan Pendinginan: Siapkan loyang yang sudah diolesi sedikit minyak goreng atau dialasi daun pisang agar jenang tidak lengket. Tuang adonan jenang yang sudah matang ke dalam loyang, lalu ratakan permukaannya. Diamkan jenang pada suhu ruang selama minimal 3 jam hingga benar-benar set dan dingin. Beberapa sumber menyarankan untuk membiarkan semalaman agar lebih mudah dipotong.
  5. Penyajian: Setelah jenang dingin dan set, keluarkan dari loyang. Potong-potong jenang sesuai selera. Sajikan, bisa ditaburi wijen sangrai untuk menambah aroma dan rasa.

Rahasia Jenang Ketan Gula Merah yang Legit dan Kenyal

Membuat jenang ketan gula merah memang membutuhkan kesabaran dan teknik yang tepat. Berikut adalah beberapa tips untuk menghasilkan jenang yang legit dan kenyal:

  • Gunakan Api Kecil dan Aduk Terus-menerus: Mengaduk adonan secara konsisten dengan api kecil adalah kunci untuk mendapatkan tekstur jenang yang licin, kenyal, dan tidak gosong di bagian bawah. Proses pembuatannya memang memerlukan kesabaran karena harus memasak adonan dengan api kecil agar teksturnya tepat.
  • Kualitas Gula Merah: Gula merah berkualitas baik akan memberikan rasa manis yang lebih dalam dan aroma yang khas pada jenang. Penggunaan gula merah berkualitas memberikan rasa yang lebih dalam serta aroma yang mengundang selera.
  • Saring Larutan Gula Merah: Penyaringan larutan gula merah penting untuk menghilangkan kotoran yang mungkin ada pada gula merah, sehingga jenang lebih bersih dan halus. Saring air rebusan gula tadi dan biarkan hingga dingin.
  • Pendinginan yang Cukup: Pastikan jenang benar-benar dingin dan set sebelum dipotong. Ini akan membuat jenang lebih mudah dipotong rapi dan tidak lengket. Setelah jenang dingin baru dipotong-potong.
  • Penggunaan Loyang yang Tepat: Olesi loyang dengan minyak goreng atau alasi dengan daun pisang agar jenang tidak menempel saat dikeluarkan. Persiapan loyang dengan alas daun pisang dan olesan minyak goreng agar dodol tidak lengket.

Tanya Jawab Seputar Jenang Ketan Gula Merah

  1. Apa perbedaan jenang dan dodol? Jenang dan dodol seringkali digunakan secara bergantian untuk merujuk pada makanan manis kenyal yang terbuat dari tepung ketan, gula, dan santan. Perbedaan utamanya seringkali terletak pada penamaan regional atau sedikit variasi tekstur dan bahan tambahan. Beberapa sumber menyebutkan jenang cenderung lebih lembut dan basah, sementara dodol lebih kering atau keras.
  2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat jenang ketan gula merah? Proses memasak adonan jenang membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 1 jam atau lebih, karena harus diaduk terus-menerus dengan api kecil hingga mengental dan kalis.
  3. Bagaimana cara membuat jenang ketan agar tidak keras? Kunci agar jenang tidak keras adalah dengan mengaduknya secara konsisten dan memasaknya hingga adonan benar-benar licin dan berat, namun tidak terlalu kering. Penggunaan santan kental juga membantu menjaga tekstur kenyal.