Liputan6.com, Jakarta - Beiersdorf Indonesia resmi mengumumkan ekspansi pusat produksinya yang berlokasi di Malang, Jawa Timur. Langkah ini menjadi babak baru pertumbuhan perusahaan asal Jerman tersebut di Indonesia, seiring peningkatan kapasitas produksi, adopsi teknologi canggih, serta penerapan praktik berkelanjutan di fasilitas produksinya.
Peresmian ekspansi ini ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh sejumlah petinggi Beiersdorf, yakni CEO Beiersdorf AG Vincent Warnery, President Director Beiersdorf Indonesia Sawan Malik, Production Director Beiersdorf Indonesia Abhishek Badodekar, serta Member of the Executive Board Emerging Markets Beiersdorf AG Ramon A. Mirt. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib.
Nilai Investasi Ekspansi Mencapai 52,8 Juta Euro
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329105/original/076687700_1787220499-beiersdorf.jpg)
Ekspansi ini turut mendukung ambisi pertumbuhan Beiersdorf di Indonesia melalui peningkatan kapasitas produksi, penguatan kapabilitas manufaktur, serta kemajuan dalam otomasi, digitalisasi, dan kinerja keberlanjutan di fasilitas tersebut. Pusat produksi ini berperan sebagai unit pasokan utama bagi bisnis Beiersdorf di Indonesia dan memasok lebih dari 90 persen kebutuhan pasar lokal.
Selain memperkuat pasokan domestik, pusat produksi di Malang juga menjadi satu-satunya fasilitas Beiersdorf yang memproduksi produk Hansaplast di negara-negara Emerging Markets. Fasilitas ini memegang peran penting dalam mendukung bisnis Healthcare perusahaan di pasar-pasar tersebut, dan ekspansi ini turut membuka peluang bagi fasilitas untuk melayani pasar-pasar di kawasan ASEAN di masa mendatang.
Nilai investasi yang digelontorkan untuk ekspansi ini mencapai 52,8 juta Euro, yang mencakup perluasan bangunan, penambahan kapasitas pencampuran, sistem dosis bahan baku otomatis, teknologi pengisian dan pengemasan berkecepatan tinggi, hingga investasi pada sistem energi dan utilitas.
Advertisement
Visi Beiersdorf untuk Industri Skincare Indonesia
Ditemui di sela acara, CEO Beiersdorf AG Vincent Warnery menjelaskan pandangannya soal perkembangan industri manufaktur dan perawatan kulit di Indonesia dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, serta peran yang ingin dimainkan Beiersdorf di dalamnya.
"Kami bertekad membuat pandangan ke depan dengan pesan bahwa kami ingin menjadi nomor satu dan kami ingin tetap menjadi nomor satu baik untuk NIVEA maupun Hansaplast. NIVEA sendiri sebenarnya adalah merek yang jauh lebih besar dibandingkan apa yang kami jual saat ini di Indonesia, jadi kami ingin terus memperluas dan mengembangkan merek ini," ujar Vincent Warnery.
Ia menambahkan, pihaknya ingin memastikan setiap konsumen Indonesia memiliki kesempatan untuk mencoba produk deodoran, produk perawatan tubuh, maupun lini produk lainnya. Beiersdorf, kata dia, juga melihat adanya peluang untuk memperluas portofolio produk ke depannya.
"Yang jelas, kami sangat tertarik dengan fakta bahwa Indonesia bukan hanya negara besar, tetapi juga negara dengan kebutuhan konsumen yang sangat spesifik. Ini bukan sesuatu yang bisa kami copy-paste dari apa yang kami lakukan di negara lain. Kami harus belajar, mendengarkan konsumen Indonesia, memperhatikan kompetisi lokal, dan mencoba menghadirkan produk yang memadukan keahlian global dengan pemahaman lokal terhadap konsumen," jelasnya.
Vincent menegaskan, tantangan tersebut justru menjadi hal yang membuat pihaknya semakin bersemangat mengembangkan bisnis di Indonesia.
"Ini sangat menarik bagi kami, bukan hanya dari sisi potensi bisnis, tetapi juga dari sisi kemampuan kami mengembangkan produk yang tepat untuk masyarakat yang tinggal di negara ini. Jadi sangat menarik, sangat kompetitif, sangat menantang, tetapi kami sudah melakukan ini selama lebih dari 40 tahun, dan kami akan terus melanjutkannya," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318670/original/097009500_1786124467-efb30e6b-7dc4-4c13-a54b-d81aacb7f640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173559/original/021886800_1742872977-cek_fakta_jemput.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328506/original/076333600_1787196612-3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328916/original/051755800_1787213936-molen_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324390/original/021631100_1786701685-01KZZV3FF0QW04JJJ106WYK9KG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328438/original/006126600_1787194852-Drift_Chestnut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328703/original/028704100_1787205758-Gemini_Generated_Image_v9xarsv9xarsv9xa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328861/original/018923100_1787211373-ChatGPT_Image_20_Agu_2026__14.21.33.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328932/original/053727000_1787214217-cropped-6df51ed4-c2dd-4afd-81a7-baf704be68fc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3454626/original/078628700_1620726810-raphiell-alfaridzy-A3gSiQI6OPM-unsplash.jpg)