Cara Menggunakan Bumbu Pala untuk Masakan Gurih dan Manis yang Lezat

Pala, rempah aromatik dari Nusantara, mampu mengubah hidangan biasa menjadi luar biasa. Pelajari cara menggunakan bumbu pala yang tepat untuk masakan gurih, manis, dan minuman agar hasilnya maksimal.

Diterbitkan 28 Oktober 2025, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bumbu pala atau nutmeg adalah salah satu rempah paling berharga yang berasal dari Indonesia, khususnya Kepulauan Banda di Maluku. Dalam sejarah kuliner dunia, pala pernah menjadi alasan bangsa-bangsa Eropa berlayar hingga ke Timur demi menguasai perdagangan rempah. Kini, aroma hangat dan rasa manis pedasnya tidak hanya mewarnai masakan tradisional Indonesia, tetapi juga berbagai hidangan dunia, dari saus, kari, hingga kue dan minuman hangat.

Meski sering dikaitkan dengan sajian musim gugur dan perayaan akhir tahun di Barat, pala sejatinya adalah rempah serbaguna yang bisa digunakan dalam masakan sehari-hari. Menurut laman Allrecipes.com, pala tidak hanya cocok untuk kue atau eggnog, tetapi juga untuk sup, saus krim, bahkan kentang tumbuk. Keunikan rasa pala yang hangat dan sedikit manis menjadikannya bumbu yang mampu mengubah cita rasa masakan sederhana menjadi lebih kompleks dan beraroma khas.

Kini, dengan semakin mudahnya pala didapatkan dalam bentuk bubuk maupun biji utuh, siapa pun bisa memanfaatkannya untuk memasak di rumah. Namun, agar hasilnya optimal, penting untuk memahami cara menggunakan bumbu pala dengan benar, dari pemilihan, pengolahan, hingga penyimpanan. Berikut beberapa cara penggunaannya berdasarkan panduan dari Allrecipes.com dan FoodandWine.com, dirangkum Liputan6.com, Selasa (28/10/2025).

1. Gunakan Sesuai Jenisnya: Bubuk atau Utuh

Pala tersedia dalam dua bentuk: pala bubuk dan pala utuh. Pala bubuk lebih praktis, tetapi cepat kehilangan aroma jika disimpan terlalu lama (sekitar 6 bulan). Sementara pala utuh bisa tahan bertahun-tahun dan memiliki aroma lebih segar saat diparut langsung menggunakan parutan kecil atau microplane. Untuk hasil terbaik, parut pala utuh sesaat sebelum digunakan, misalnya setengah biji untuk sup atau saus berukuran sedang.

2. Tambahkan di Akhir Proses Memasak

Aroma pala mudah menguap saat terkena panas berlebih. Karena itu, tambahkan pala di tahap akhir memasak agar rasanya tetap kuat dan tidak pahit. Misalnya, pada saus béchamel atau sup krim, bubuhkan pala sesaat sebelum diangkat dari api.

3. Cocok untuk Hidangan Manis dan Gurih

Pala merupakan rempah serbaguna. Dalam hidangan manis, pala sering dipadukan dengan kayu manis dan cengkih, seperti dalam pai labu, kue jahe, dan puding roti. Untuk hidangan gurih, pala menambah kedalaman rasa pada kentang tumbuk, saus krim, kari, dan daging cincang. Taburkan sedikit pala pada saus alfredo atau tambahkan ke bumbu ayam goreng berbasis krim untuk aroma yang lebih hangat.

4. Gunakan Sebagai Pelengkap Minuman

Pala juga bisa memperkaya rasa minuman. Di negara Barat, pala sering ditaburkan di atas latte, cappuccino, atau eggnog. Di Indonesia, pala dapat dijadikan bahan minuman segar dari buahnya yang diasinkan atau dijus. Di Penang, Malaysia, bahkan terdapat jus pala yang populer karena rasa asam-manis dan efek menyegarkannya.

5. Simpan di Tempat Sejuk dan Kering

Agar tetap awet dan beraroma kuat, pala sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari panas atau kelembapan. Pala utuh bisa bertahan hingga bertahun-tahun, sedangkan pala bubuk sebaiknya diganti setiap 6 bulan agar rasa tidak memudar.

Asal dan Karakteristik Bumbu Pala

Pala berasal dari pohon Myristica fragrans, sejenis pohon hijau tropis yang dapat tumbuh hingga 20 meter dan berbuah selama puluhan tahun. Buah pala menyerupai aprikot berwarna kekuningan, dan ketika matang akan membelah menjadi dua, memperlihatkan biji berwarna cokelat tua yang dilapisi jaringan merah, disebut mace atau fuli. Kedua bagian ini dapat dikeringkan dan digunakan sebagai rempah.

Menurut Britannica.com, proses pengeringan pala memakan waktu sekitar 6–8 minggu di bawah sinar matahari. Setelah kering, bijinya dapat diproses menjadi bubuk pala yang umum digunakan dalam masakan. Aroma pala berasal dari kandungan minyak atsiri yang tinggi, sekitar 7–14 persen, dengan komponen utama seperti pinene, camphene, dan dipentene. Selain itu, pala juga menghasilkan minyak tetap yang dikenal sebagai nutmeg butter, digunakan dalam parfum dan obat tradisional.

Kandungan Gizi dan Manfaat Bumbu Pala

Selain memberikan aroma dan rasa khas, pala juga memiliki kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Menurut Britannica.com dan beberapa jurnal kesehatan tradisional, pala mengandung minyak atsiri, trimyristin, serta senyawa myristicin dan eugenol yang berperan sebagai antioksidan dan antiinflamasi.

Berikut beberapa manfaat utama pala:

1. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Dalam pengobatan Ayurveda dan Persia kuno, pala digunakan sebagai obat pencernaan alami. Kandungan senyawanya membantu meredakan perut kembung dan meningkatkan nafsu makan.

2. Meningkatkan Kualitas Tidur

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa myristicin dalam pala memiliki efek menenangkan, membantu mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas tidur jika dikonsumsi dalam jumlah kecil, misalnya dalam segelas susu hangat.

3. Memiliki Efek Antibakteri dan Antioksidan

Menurut FoodandWine.com, minyak atsiri pala dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab keracunan makanan seperti E. coli. Selain itu, kandungan antioksidannya melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

4. Meningkatkan Sirkulasi dan Kesehatan Jantung

Pala mengandung mineral penting seperti kalium, magnesium, dan kalsium yang mendukung tekanan darah sehat serta memperlancar sirkulasi darah.

5. Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut

Minyak pala atau nutmeg butter sering digunakan dalam industri kosmetik karena membantu mengurangi jerawat, melembapkan kulit, dan memperlambat tanda penuaan dini.

Namun, penting diingat bahwa konsumsi pala berlebihan bisa berbahaya. Dalam jumlah besar (lebih dari 2–3 gram per hari), pala dapat menyebabkan efek toksik seperti mual, jantung berdebar, atau halusinasi ringan akibat senyawa myristicin. Gunakan secukupnya, secubit atau seujung sendok teh sudah cukup untuk menambah aroma masakan.

FAQ Seputar Pala

1. Apakah pala aman untuk penderita alergi kacang?

Ya. Meski disebut “nutmeg”, pala bukan kacang melainkan biji dari buah pohon Myristica fragrans. Jadi umumnya aman bagi penderita alergi kacang.

2. Apa perbedaan pala dan fuli (mace)?

Fuli adalah selaput merah (aril) yang menyelimuti biji pala. Rasanya lebih lembut dan sedikit floral dibanding pala, tetapi keduanya sering digunakan bersamaan dalam masakan.

3. Bagaimana cara terbaik menggunakan pala dalam minuman?

Parut sedikit pala di atas minuman panas seperti kopi, cokelat panas, atau susu hangat. Bisa juga dicampur dengan kayu manis untuk aroma lebih kaya.

4. Apakah pala bisa digunakan dalam makanan gurih?

Tentu saja. Pala menambah kedalaman rasa pada saus krim, sup, daging panggang, atau kentang tumbuk. Coba tambahkan sedikit pala pada saus béchamel atau kari.

5. Apakah pala memiliki efek samping?

Jika dikonsumsi berlebihan, pala bisa menyebabkan efek psikoaktif ringan, mual, atau jantung berdebar. Gunakan dalam jumlah kecil saja, cukup untuk memberi aroma dan rasa hangat.