Sukses

Tren Hampers Lebaran 2023 Minim Sampah, Cara Berbagi yang Lebih Ramah Lingkungan

Liputan6.com, Jakarta - Tradisi berbagi hantaran atau hampers sangat lekat dengan momentum Lebaran. Seiring berjalannya waktu, 'wajah' hampers pun mengalami pergeseran, tak melulu kebutuhan pokok, tetapi bertransformasi menjadi beragam hal, termasuk hampers yang minim sampah.

Salah satu hampers Lebaran yang minim sampah dihadirkan oleh bulkstore yang menjual ragam produk ramah lingkungan, Vert Terre. Toko yang berbasis di Yogyakarta ini didirikan oleh Ratri Sekar Wening bersama rekannya, Tiffani, pada 2018.

"Untuk hampers itu sebenarnya custom, jadi dari customer bisa memilih sesuai bujet, ingin tema seperti apa atau diisi produk apa yang penting dari Vert Terre. Cuma selama Lebaran ini kita ada empat paket dengan tema-tema sendiri," kata Ratri saat dihubungi Liputan6.com pada Senin, 27 Maret 2023.

Paket pertama "Khusyu" yang terdiri atas packaging rotan, tasbih, sajadah travel, linen spray, dan kartu ucapan dari kertas daur ulang, dijual seharga Rp181 ribu. Paket kedua "Safar", terdiri atas packaging rotan, gelas kaca, tulip rajut, sendok kayu mahoni, knitted cloth, loofah, cookies, dan kartu ucapan dari kertas daur ulang yang dijual seharga Rp224 ribu.

Paket ketiga "Fitrah" yang dijual seharga Rp314 ribu. Paket ini berisikan packaging rotan, dua buah gelas kaca, tulip rahut, coaster, sajadah travel, sapu tangan, scented candle, sedotan kaca, dan kartu ucapan dari kertas daur ulang.

Sedangkan, paket keempat "Iftar" dijual seharga Rp165 ribu. Paket ini terdiri atas keranjang rotan, gelas kayu mahoni, mangkuk kayu mahoni, coaster kayu mahoni, sendok garpu kayu jati, dan kartu ucapan dari kertas daur ulang.

"Vert Terre memang produknya dibagi menjadi beberapa kategori, kita berusaha menjual produk yang dipakai biasanya sehari-hari oleh orang-orang tapi versi yang ramah lingkungan, sesuai dengan kategorinya jual alat makan, alat kebersihan ramah lingkungan," kata Ratri.

Ia menjelaskan bahwa ramah lingkungan adalah konsep besar dari Vert Terre karena kedua pendirinya ingin belajar dengan cara yang menyenangkan. "Kenapa bikin hampers, karena itu menurut kita salah satu cara menyenangkan untuk untuk share awareness ramah lingkungan lewat berbagi ke orang," tambahnya.

2 dari 4 halaman

Minim Sampah

Tak dapat dipungkiri, tingginya animo akan hampers menjelang Lebaran berjalan beriringan dengan timbulan sampah. Kemasan plastik biasanya digunakan hingga berlapis-lapis untuk mengemas hampers.

"Biasanya hampers itu lumayan banyak sampahnya, kayak packaging plastik didobel lagi tapi enggak terpakai pada akhirnya hanya untuk pembungkus doang. Hampers itu lumayan besar konsumsinya biasanya orang bagi. Dari situ, kita ingin share gimana caranya belajar ramah lingkungan dengan cara yang menyenangkan tapi berbagi ke orang lain, dan mereka yang dikasih juga dapat awareness-nya juga," terang Ratri.

Di Vert Terre, pengemasan hampers sama sekali tidak menggunakan plastik atau selotip plastik. "Semua murni ecofriendly, sejauh ini aman (saat pengiriman) dan kirimnya dari (berdiri) 2018 secara online awalnya kebiasaan kirim ke luar kota itu aman," tuturnya.

Minat pasar pada hampers Vert Terre, dikatakan Ratri, sudah tampak dari beberapa pesanan yang masuk. "Biasanya ramai sudah mendekati mepet-mepet. Biasanya masuk yang perorangan kasih keluarga atau teman. Yang beli awal-awal beli skala kecil, ratusan ada biasanya dari kantor atau event," lanjutnya.

"Hampers ada langganan orang-orang yang sudah aware sama ramah lingkungan atau dia tahu hampers setiap tahun hampers ramah lingkungan, sama kita kemas hampers menarik, estetik, lucu karena lucu tertarik itu ramah lingkungan," kata Ratri.

Ratri menjelaskan bulkstore yang berlokasi di Jalan Kaliurang KM 9,7, Sardonoharjo, Yogyakarta ini adalah toko kurasi produk dari UMKM yang didominasi dari Kota Gudeg. Ada beberapa aspek dalam proses kurasi produk yang jadi panduan bulkstore ini.

"Pertama, pekerjanya kita prefer yang homemade UMKM bukan skala pabrik, dari segi bahan juga harus ramah lingkungan, packaging bawa wadah sendiri atau pakai packaging natural enggak sekali pakai, terakhir jarak ambil yang dekat-dekat," terangnya.

3 dari 4 halaman

Hampers Nasi Bogana May May

Hampers Lebaran 2023 turut dihadirkan oleh Nasi Bogana May May. Pemilik Nasi Bogana May May, Patriscia, menjelaskan ia menyediakan hampers pada beberapa hari besar dan pesanan harian untuk momentum tertentu, baik pesanan individu maupun skala besar.

"Ciri khas masakan-masakan Jawa Tengah yang tetap mempertahankan cita rasa autentik, termasuk packaging," kata Patriscia saat dihubungi Liputan6.com pada Selasa, 28 Maret 2023.

Untuk hampers Lebaran, Nasi Bogana May May memakai besek hingga keranjang dengan dilapisi daun pisang di bagian dalam. Pilihan kemasan ini, dikatakan Patriscia, untuk tetap membawa sentuhan autentisitas tradisionalnya dan ramah lingkungan.

"Kita berharap dalam hampers kita, packaging yang bisa dipakai lagi, seperti keranjang. Tahun ini ada tas, bisa dipakai lagi dan tidak sekali pakai buang," tambahnya.

Ada tujuh pilihan hampers nasi yang ditawarkan dengan beragam isian dan harga yang bervariasi. Sebut saja "Besek Ketupat Lebaran" seharga Rp218 ribu, terdiri atas ketupat Lebaran porsi 3--4 pax, besek, hiasan Lebaran, dan kartu ucapan.

Lalu ada "Rantang Berkat 2 Tingkat" seharga Rp338 ribu yang berisi Nasi Berkat porsi 6--8 pax, tingkat 1: nasi kuning, tingkat 2: aneka lauk berkat, rantang dua tingkat, hiasan Lebaran, dan kartu ucapan. Ada pula "Besek Tumpeng Lebaran" seharga Rp188 ribu terdiri atas Tumpeng Nasi Berkat 3--4 pax, besek, hiasan Lebaran, dan kartu ucapan.

Kemudian, "Rantang Ketupat Lebaran" seharga Rp408 ribu. Paket ini terdiri atas tingkat 1: aneka jajanan pasar 15 buah (3 bolu kurma, 3 sosis solo, 3 dadar gulung, 3 onde, dan 3 kue pepe), tingkat 2: ketupat Lebaran porsi 3--4 pax, rantang dua tingkat, hiasan Lebaran, dan kartu ucapan.

4 dari 4 halaman

Ragam Opsi hingga Kemasan Ramah Lingkungan

"Rantang Tumpeng Lebaran" dibanderol Rp368 ribu. Paket ini terdiri atas tingkat 1: aneka jajanan pasar 15 buah (3 bolu kurma, 3 sosis solo, 3 dadar gulung, 3 onde, dan 3 kue pepe), tingkat 2: Tumpeng Berkat 3--4 pax, rantang dua tingkat, hiasan Lebaran, dan kartu ucapan.

Dihadirkan pula dua paket "Tas Lebaran", versi Rp158 ribu berisi 1 nasi bungkus daun bogana, 1 nasi bungkus daun langgi, tas hampers, hiasan Lebaran, dan kartu ucapan. Sedangkan versi harga Rp138 ribu, terdiri atas 1 nasi bungkus daun bogana, 1 sari jeruk botol, tas hampers, hiasan Lebaran, dan kartu ucapan.

Terakhir, ada "Besek Tumpeng Lebaran" yang dijual seharga Rp188 ribu. Paket ini berisi tumpeng nasi berkat 3--4 pax, besek, hiasan Lebaran, dan kartu ucapan.

"Hampers kalau Lebaran kita bikin ketupat Lebaran. Menu itu enggak ada pas hari-hari biasa," terang Patriscia.

Terkait kemasan, Patriscia berharap dapat berkontribusi lebih banyak ke lingkungan. "Tapi belum waste makanan kita jadi kompos, tapi ingin mulai dengan baby step, sekarang apa yang bisa provide dan kontribusi dengan lingkungan, salah satunya dengan packaging yang bisa dipakai ulang. Yang menerima juga akan lebih senang," tambahnya,

Paket hampers Lebaran 2023 ini, dikatakannya dirilis sekitar dua pekan lalu. Patriscia menyebut pesanan sudah mulai banyak. "Meski sebenarnya puncaknya H-seminggu. Kita H-1 Lebaran masih terima pesanan, selama persediaan masih ada," ungkapnya.

Sejauh ini, Patriscia menyebut paket yang paling banyak dipesan adalah packaging besek. Mengingat secara porsi tidak terlalu besar dan orang pesan untuk personal.

"Kalau yang premium, harga lebih tinggi, yang keranjang juga cukup laris, terutama "Keranjang Nasi Berkat", satu keranjang bisa buat delapan porsi. Tahun ini ada packaging baru, ada tas untuk personal size, selain nasi, kita sudah sediakan minuman sari jeruk asli," tutupnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.