Sukses

Ganjar Pranowo dan Wishnutama Hadir di Ideafest 2022, Diskusi Bersama Milenial dan Gen Z

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo hadir secara virtual di Ideafest 2022. Ia bergabung bersama Andy F Noya dan tokoh lainnya dalam sesi "Ethnic Diversity" di depan ratusan pengunjung yang kebanyakan generasi milenial dan gen Z yang hadir di JCC Senayan, Jakarta.

Dalam sesi tersebut Andy F Noya sempat bertanya ke Ganjar, saat ini apa yang penting untuk disuarakan anak muda generasi Z. Kemudian Ganjar juga mendapatkan pertanyaan dari perwakilan generasi Z yang juga hadir secara daring dari Belanda bernama Vira Arman. 

"Apa saja faktor-faktor terpenting yang perlu ditanamkan dalam diri para generasi muda yang sedang meniti karier untuk siap menjadi calon pemimpin di masa mendatang," kata Vira melalui layar Zoom di Ideafest 2022.

Ganjar menjawab agar jangan takut berpolitik maupun ikut partai. Kemudian ia menganjurkan generasi muda agar menjadi orang yang berani mengambil risiko, serta selalu memperluas jaringan. Ganjar juga berbagi pengalamannya ketika masih menjadi anggota DPR RI. 

Sementara itu, Ganjar ikut membeberkan alasan dirinya terjun ke partai politik. Menurut pria berusia 54 tahun itu, jalur politik jadi salah satu cara mengubah Indonesia menjadi lebih baik.

"Saya mulai membangun kesadaran apa sih yang bisa kita lakukan agar kita bisa ikut menentukkan ternyata sistem politik itu sudah ada maka ada sistem kepartaian," sebut Ganjar. 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Alasan Terjun ke Politik

Di sisi lain Ganjar pun mengatakan bahwa tidak ada sistem politik yang paling sempurna tapi demokrasi kemudian menjadi pilihan yang sekarang ada dan diikuti. "Maka pada saat itu saya sampaikan saya harus ikut partai," katanya lagi.

Mengutip dari kanal News, Liputan6.com, Sabtu (26/11/2022), lebih jauh Ganjar mengungkap bahwa dirinya telah melakukan aktifitas politik sejak duduk di bangku perkulihan. Ketika berstatus mahasiwa, Ganjar mengaku senang mengikuti aksi unjuk rasa. Tetapi, kata dia unjuk rasa tidak akan mengubah keadaan.

"Sebenernya waktu saya beraktfitas politik sejak saya mahasiswa karena saya geram, dulu waktu saya mahasiswa ikut demo, ikut marah-marah, baperan, maki-maki itu tiap hari. Kalau demo saya seneng banget tapi ternyata kita tidak mengubah apapun. Apapun tidak kita rubah saat itu itu,"papar Ganjar. 

Ganjar pun menerangkan, aksi demo yang dilakukannya dulu sia-sia. Ganjar mengaku sempat memutar otak agar suaranya ikut di dengar para pengambil kebijakan saat itu. Lalu Ganjar memilih untuk bergabung ke partai politik. Meski, keputusan sempat dihujat oleh rekan-rekanya. Tetapi Ganjar berusaha menyakinkan mereka semua.

3 dari 4 halaman

Pesan Wishnutama Soal Waktu

Sementara itu, Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama yang juga hadir di Ideafest 2022 mengingatkan para generasi muda Indonesia untuk lebih menghargai waktu. Dia berujar, orang sekaya atau seberkuasa apapun tak akan bisa memutar kembali waktu yang telah terbuang.

"Ada hal yang tidak bisa kalian lakukan yaitu mengambil waktu yang sudah lewat barusan. 5 menit atau 10 menit atau 30 menit yang barusan," sebut Wishnutama.

Wishnutama mengungkapkan, banyak yang tak menyadari pentingnya memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang berguna. Lantaran menurutnya hidup manusia cuma sebentar. "Kamu mau jadi apa. Saya ingatkan teman-teman ada hal yang sederhana yang banyak kita nggak sadar saat ini," katanya lagi.

Dia juga menjelaskan bahwa orang kaya bisa membeli apapun dengan uang di dunia. Orang berkuasa bisa mengatur apapun di dunia. Dan orang sepintar apapun juga bisa memikirkan semua di dunia.

"Tapi orang sekaya apapun tidak bisa beli waktu yang kita lewatin, seberkuasa apapun kalian sekalipun tidak bisa atur waktu mundur ke belakang, sejenius Anda tidak bisa memutar waktu lagi 1 menit ke belakang," beber Wishnutama. 

Tapi sayangnya kita sering membiarkan waktu hilang begitu saja. Hal itu yang terjadi padahal seseorang tahu sehebat apapun tidak bisa mengambil waktu yang sudah lewat. "Giliran udah lewat harusnya aku ini harusnya saya itu. Sayang itu masalahnya itu," sambungnya lagi.

 

4 dari 4 halaman

Pergunakan Waktu

Wishnutama sekaligus meyampaikan, ia sendiri tidak pernah menyesali waktu yang sudah berlalu. Bukan tanpa alasan, karena menurutya dirinya sudah memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang berguna.

"Karena saya sudah tahu pada saat itu sudah melakukan yan terbaik. Saya nggak leye-leye, nggak membiarkan waktu yang hampa nggak ada artinya," sebutnya.

Wishnutama mengatakan, setiap manusia diberi waktu yang sama. Masalahnya, banyak dari manusia yang menghambur-hamburkan waktu begitu saja. "Bahkan kita nggak peduli," katanya.

Pria yang bekerja di bidang kreatif ini menceritakan pengalaman sewaktu masih menyandang predikat pegawai perusahaan. Ada perbedaan antara bekerja di perusahaan Indonesia dengan perusahaan asing.

"Saya ingat betul di Amerika jam 9 teng sampai jam 5 sore teng itu tidak ada yang gosip. Break makan siang makan tidak ada yang ngomongin teman-temannya. Kerja tidak ada omongin orang lain, gosip, baca koran apa segala macam. Tidak ada," kata Wishnutama.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS