Sukses

Ubud Masuk 10 Teratas Destinasi Terbaik Dunia 2022 untuk Solo Traveler

Liputan6.com, Jakarta - Ubud, Bali, telah sejak lama berhasil memikat wisatawan bagi dari dalam hingga luar negeri. Tak hanya tersohor dengan keindahan dan alamnya yang asri, hotel hingga resor di wilayah ini juga tak jarang menyabet predikat membanggakan dari dunia perhotelan.

Kini, Ubud kembali menunjukkan pesonanya dengan masuk dalam daftar 10 besar destinasi terbaik dunia 2022 untuk solo traveler. Pencapaian ini merujuk pada pernyataan yang dirilis oleh Forbes Advisor.

Dikutip dari Forbes Advisor, Senin (4/7/2022), pada 2022, warga dunia akan kian bersemangat untuk bepergian ke luar negeri mengingat pembatasan terkait Covid-19 yang terus melonggar. Terkait hal tersebut, pihak Forbes melihat destinasi paling populer bagi solo traveler untuk membuat daftar kota terbaik di seluruh dunia.

Pihaknya turut dibantu dengan tiga pakar perjalanan solo independen, yakni Adventurous Kate, Vicky Flip Flop Travels dan Global Grasshopper. Mereka berupaya menemukan aspek penting dari perjalanan solo yang sukses.

Pertimbangan itu lantas digunakan untuk memutuskan 12 metrik peringkat, termasuk jumlah hostel, tingkat kejahatan lokal, dan rata-rata biaya makan. Setiap kota kemudian dinilai berdasarkan faktor-faktor ini, dengan Kota Ho Chi Minh di Vietnam muncul sebagai tujuan terbaik dunia untuk solo traveler.

Analisis tersebut memeringkat 40 kota di seluruh dunia, dengan Marrakech dan Istanbul masing-masing menempati urutan kedua dan ketiga. Setiap kota diberikan 1 hingga 40 poin untuk masing-masing dari 12 metrik, tergantung pada posisinya di setiap peringkat, dengan kemungkinan skor maksimum 480.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Daftar 40 Kota Terbaik untuk Solo Traveler

1. Ho Chi Minh City, Vietnam 355

2. Marrakech, Maroko 347

3. Istanbul, Turkiye 344

4. Kairo, Mesir 339

5. Hong Kong, China 316

6. Ubud, Bali 314

7. New Delhi, India 314

8. Bangkok, Thailand 312

9. Phuket, Thailand 311

10. Cusco, Peru 306

11. Barcelona, Spanyol 281

12. Athena, Yunani 276

13. Jaipur, India 272

14. Rio de Janeiro, Brasil 270

15. Roma, Italia 265

16. Arusha, Tanzania 254

17. Rhodes, Yunani 251

18. Hurghada, Mesir 247

19. Santorini, Yunani 246

20. Split, Kroasia 244

21. Tulum, Meksiko 243

22. Goreme, Turkiye 239

23. Dubrovnik, Kroasia 238

24. Cancun, Meksiko 237

25. Sydney, Australia 235

26. Paris, Prancis 225

27. Tenerife, Canary Islands, Spanyol 222

28. Florence, Italia 221

29. Dubai, UEA 219

30. Singapura, Singapur 209

31. Ibiza, Balearic Islands, Spanyol 184

32. Mallorca, Balearic Islands, Spanyol 183

33. Paraty, Brasil 182

34. Natal, Brasil 178

35. Auckland, Selandia Baru 178

36. Las Vegas, Amerika Serikat 173

37. Oranjestad, Aruba 165

38. Honolulu, Hawaii 148

39. Corsica, Prancis 141

40. Doha, Qatar 139

 

Adventurous Kate turut membagikan tips untuk pengalaman solo yang aman dan menyenangkan. Ia selalu merekomendasikan bahwa pelancong solo menganggarkan uang ekstra untuk masalah keamanan.

"Itu bisa berupa naik taksi pulang pada malam hari alih-alih transportasi umum, atau memesan ulang akomodasi di lokasi atau lingkungan yang lebih baik, atau mengikuti kursus scuba dengan perusahaan dengan reputasi yang lebih baik daripada yang termurah," lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Tips untuk Solo Traveler

Adventurous Kate menambahkan, "Saya percaya bahwa hampir setiap destinasi di planet ini dapat dilalui dengan aman oleh seorang perempuan sendirian, selama dia meriset dan menjalankan persiapan yang tepat. Riset sangat penting, dan setiap negara dan kota berbeda. Pelajari tentang area terbaik, dasar budaya, lingkungan, dan aktivitas yang ingin Anda lakukan sebelumnya."

Ia juga merekomendasikan untuk menyimpan barang-barang berharga dalam perjalanan di dalam tas yang tetap bersama si pelancong. Tips pentingnya adalah mempertimbangkan sumbernya ketika orang memberi saran perjalanan.

"Seorang kerabat yang bermaksud baik mungkin memberi tahu Anda, 'Jangan pergi ke Mexico City! Itu berbahaya!' Nah, pertanyaan yang harus Anda tanyakan pada diri sendiri adalah: apakah orang ini bepergian? Apakah orang ini bepergian dengan gaya perjalanan saya? Apakah orang ini pernah ke tujuan ini? Apakah orang ini pernah ke destinasi ini dalam 5--10 tahun terakhir?" cetus Adventurous Kate.

Jika jawaban untuk keempat pertanyaan itu adalah ya, pelancong memiliki sumber yang akurat. "Anda harus mendengarkannya; jika tidak, carilah informasi dari orang-orang yang benar-benar tahu apa yang mereka bicarakan," tambahnya.

4 dari 4 halaman

Digital Nomad

Sementara, Global Grasshopper menyebut, "Sebagai digital nomad saya juga selalu mengecek kecepatan internet sebelum berangkat ke suatu tempat tujuan. Jika Wifi saya terus putus, sangat lambat atau saya tidak dapat mengunggah gambar, itu sangat memengaruhi bisnis saya."

Ia menerangkan WiFi yang andal sangat penting bagi dirinya sehingga ia bahkan tes kecepatan sebelum tiba. Hal tersebut ia melakukan dengan menghubungi akomodasi yang ia pilih sebelumnya, mengirimi mereka tautan tes kecepatan, meminta mereka untuk menjalankan tes kecepatan dan kemudian membagikan hasilnya kepadanya.

"Sebagai solo traveler perempuan, saya selalu mengecek tingkat kriminalitas destinasi sebelum saya berangkat ke destinasi tersebut. Meskipun masih ada kemungkinan Anda dapat melakukan perjalanan keliling dunia dan kembali tanpa insiden apa pun, sayangnya masih lebih aman untuk bepergian sendiri jika Anda seorang pria," katanya.

Sedangkan Vicky Flip Flop Travel mengatakan, "Ketika datang ke hostel, rekomendasi saya adalah, jangan pergi ke tempat termurah. 'Termurah' sering kali berarti di luar kota, tidak memenuhi standar, atau ada masalah lain. Saya telah tinggal di banyak hostel termurah di seluruh dunia dan itu hanya berarti tidur malam yang buruk dan perjalanan yang lebih lama ke tempat-tempat terbaik di tujuan. Mulailah dari yang termurah kelima, dan selidiki dari sana."

Secara pribadi, ia tidak pernah melihat tingkat kejahatan suatu negara ketika memutuskan ke mana harus pergi. Kecuali suatu negara benar-benar berbahaya, dan seterusnya dalam daftar 'tidak aman untuk bepergian' Foreign & Commonwealth Office (FCO), umumnya akan ada area aman, dan tempat yang harus dihindari. Ia akan melihat itu daripada tingkat kejahatan negara secara keseluruhan.

"Keamanan adalah pertimbangan nomor satu Anda ketika Anda bepergian sendiri, terutama sebagai seorang perempuan. Berhati-hatilah untuk tidak terjebak pada saat itu dan menyetujui sesuatu yang biasanya tidak Anda lakukan. Namun, jangan menutup diri Anda dari dunia dan pengalaman baru – ada keseimbangan yang bagus! Percayai insting Anda – jika situasi tampak salah, keluarlah. Selalu ketahui jalan keluar Anda, dan miliki keuangan untuk mendukungnya," terangnya.