Sukses

Payung adidas X Gucci Seharga Rp24 Juta Tidak Bisa Dipakai Saat Hujan, Kenapa?

Liputan6.com, Jakarta - Kolaborasi merek bukanlah hal yang benar-benar baru, tapi satu item dari koleksi kapsul adidas X Gucci yang akan segera dirilis, yakni payung, telah menarik perhatian banyak orang di China. Alasannya pertama, melansir Mothership, Jumat (20/5/2022), label harga 11,1 ribu yuan (sekitar Rp24 juta) tidak terlalu ramah kantong.

Tidak berhenti di situ, yang benar-benar membuat orang mengernyitkan dahi adalah baris terakhir pada deskripsinya. Tertulis di sana,  "Produk ini tidak tahan (air) hujan dan direkomendasikan untuk digunakan sebagai pelindung diri dari sinar matahari, atau untuk tujuan dekoratif."

Aksesori disebut "payung matahari" tersebut telah diejek di platform media sosial China Weibo. BBC melaporkan bahwa satu pengguna menyebut, "Pernyataan mode yang sangat besar, tapi tidak berguna," sementara yang lain menulis, "Selama saya miskin, mereka tidak akan bisa menipu saya untuk membayar ini."

Twitter telah melihat bagian dari cemoohan juga. "Bayangkan membeli payung seharga $1.600 sebagai simbol status, menemukan bahwa itu tidak menghentikan hujan, kemudian mengetahui bahwa itu tidak pernah dimaksudkan untuk berfungsi sejak awal," cuit seorang pengguna.

Dalam komentarnya pada majalah Beijing Caijing, Gucci mengatakan item itu "tidak direkomendasikan untuk digunakan sebagai payung sehari-hari." Juga, memiliki "nilai kolektor yang baik dan cocok untuk digunakan sebagai aksesori harian."

Di antara ejekan demi ejekan tersebut, di situs web Gucci Inggris, misalnya, sudah memiliki daftar tunggu pembeli untuk payung tersebut. Harganya lebih miring, yakni jadi 870 pound sterling (sekitar Rp15,8 juta).

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kolaborasi adidas X Gucci

Setelah kolaborasi apik dengan North Face, bahkan Balenciaga untuk pertunjukan ulang tahun ke-100 Gucci, direktur kreatif merek mewah tersebut, Alessandro Michele, mengalihkan pandangannya pada adidas. Kolaboarasi ini, melansir Vogue Singapore, terinspirasi kekuatan cermin yang fantastik.

Michele memandang kain pakaian sebagai laboratorium optik yang dapat menginspirasi pesona dan metamorfosis. Ini kemudian menghasilkan "Exquisite Gucci," koleksi Fall/Winter 2022 yang memadukan DNA desain adidas dan Gucci.

Saat membandingkan keduanya, publik mungkin tidak melihat hubungan yang mencolok. Adidas sangat memperhatikan keaslian dan kekuatan hip hop, budaya jalanan, dan olahraga. Gucci, sebaliknya, melihat dunia melalui lensa nostalgia, lamunan, eklektik, dan sedikit istimewa.

Tapi bagi pecinta kedua merek tersebut, inilah saatnya untuk bersuka cita dalam koleksi optik tidak terduga dan unik dari semua aspek. Rangkaiannya berupa pilihan produk lengkap untuk pria dan wanita, mulai dari barang kulit dan pakaian siap pakai, hingga tas dan aksesori.

3 dari 4 halaman

Fesyen Kelas Atas

Koleksi kolaborasi adidas X Gucci adalah perpaduan mulus dari potongan-potongan yang nyaman dan keren yang disuntikkan dengan daya tarik yang halus. Penggemar mode dapat mengharapkan siluet olahraga klasik yang umumnya diasosiasikan dengan Adidas, serta permainan warna dan pola yang tidak konvensional yang jadi ciri khas Gucci.

Visualnya berupa pemblokiran warna dan windbreaker yang unik, tank top sporty yang kaya dengan logomania, dan celana pendek lari yang diikat dengan garis logo merah dan putih definitif dari rumah mode Italia tersebut. Koleksi lengkap adidas X Gucci akan tersedia di gerai pop-up Gucci dan secara online mulai 7 Juni 2022.

Gucci terus jadi superstar industri fesyen kelas atas. Kampanye yang dipimpin bintang dan kolaborasi strategis mendorong pertumbuhan di antara merek-merek mewah di awal tahun. Beberapa tempat teratas dalam laporan triwulanan Indeks Lyst Q1 2022 termasuk kelas berat industri yang sudah dikenal, dengan Balenciaga dan Gucci merebut kembali dua tempat teratas dari kuartal tersebut.

Laporan tersebut, yang memberi peringkat merek premium menurut perilaku pembelanja Lyst dan keterlibatan media sosial, memposisikan Balenciaga di No. 1 lagi. Permintaan untuk merek tersebut melonjak 108 persen pada kuartal tersebut setelah meraup ikon mode dan budaya pop, seperti Kim Kardashian dan Justin Bieber untuk kampanyenya, lapor Rivet.

4 dari 4 halaman

10 Besar Merek Mewah

Gorpcore mendapatkan reboot mewah dalam kolaborasi kedua Gucci dengan The North Face, membantu anak perusahaan Kering mengamankan posisi nomor dua. Merek mewah ini juga menyasar kalangan streetwear dengan kolaborasi adidas yang diumumkan di peragaan runway Fall/Winter 2022.

Strateginya berhasil, selain mengamankan salah saatu posisi teratas di antara pembeli Lyst, merek tersebut juga melaporkan lonjakan pendapatan 32 persen pada Q4 2021. Louis Vuitton dan Prada bertukar tempat dalam daftar dari kuartal terakhir, dengan Louis Vuitton mengamankan tempat ketiga meski mengumumkan kenaikan harga terkait kenaikan biaya produksi.

Presentasi merek dari pertunjukan terakhir mendiang Virgil Abloh pada Januari 2022, serta debut dua studio baru yang berbasis di Prancis, mendorong peringkatnya naik lebih tinggi. Prada memanfaatkan bintang Euphoria Hunter Schaffer untuk kampanye Spring 2022-nya, memanfaatkan daya tarik kultus dari hit HBO. Label mencapai lonjakan 41 persen dalam penjualan harga penuh kuartal itu.

Valentino melompat enam tempat ke peringat ke-5 setelah bergabung dengan kegilaan Euphoria dan memulai kampanye yang dipimpin Zendaya. Pihaknya juga meluncurkan sneaker lebih berkelanjutan pertamanya yang terbuat dari persediaan daur ulang dan berbasis bio.

Kolaborasi Dior yang terinspirasi dari cottagecore dengan Birkenstock membantunya merebut kembali posisi nomor enam dalam daftar. Disusul Moncler di tempat ke-7 dalam daftar yang kemungkinan terangkat karena kerja sama dengan penyanyi China Victoria Song, bintang kampanye terbaru merek tersebut.

Bottega Veneta naik dua peringkat ke nomor 8 setelah memajang instalasi digital merayakan Tahun Baru Imlek di Tembok Besar China. Di sisi lain, Fendi turun dua tempat ke peringkat sembilan 9, tapi tetap jadi yang terdepan dalam teknologi. Pihaknya bekerja sama dengan Ledger, dompet cryptocurrency perangkat keras, pada berbagai aksesori untuk perangkat futuristik.

Menggenapi 10 besar adalah Miu Miu, yang melonjak 10 peringkat setelah rok mini lipitnya yang sangat pendek jadi viral. Mereka juga membawa kembali lini busana pria untuk pertunjukan landasan pacu Fall/Winter 2022 setelah 13 tahun.