Sukses

Taylor Swift Jadi Inspirasi Nama Spesies Baru Kaki Seribu

Liputan6.com, Jakarta - Sosok Taylor Swift rupanya tak hanya menginspirasi dunia musik, tetapi juga sains. Namanya baru saja disematkan pada spesies baru kaki seribu oleh seorang peneliti yang berbasis di Amerika Serikat.

Adalah Derek Hennen, ilmuwan yang sedang mengejar gelar doktoral di Virginia Tech, Blackburg, saat menemukan spesies baru kaki seribu itu. Ia kemudian menerbitkan hasil penelitiannya di Jurnal ZooKeys.

Jenis myriapoda itu dinamai Nannaria swiftae, bermakna kaki seribu cakar bengkok Swift. Kaki seribu yang disebutnya cantik itu memiliki badan berwarna cokelat kastanye dan titik-titik oranye kemerahan di satu sisinya, jelas Hennen.

Penulis utama jurnal itu mendeklarasikan sebagai penggemar Taylor Swift dan ingin mempersembahkan temuan tersebut untuk sang bintang.

"Musiknya telah membantuku melewati masa sulit, dan ini seperti ucapan terima kasih yang manis yang bisa kuberikan untuk kesenangan yang kudapat dari musiknya," ujar Hennen, dikutip dari CNN, Kamis (21/4/2022).

Hennen menemukan kaki seribu Appalachian itu di Taman Nasional Fall Creek Falls di Spencer, Tennessee. Itu adalah negara bagian di AS yang dituju Swift saat mengejar karier bernyanyinya di masa remaja. Ia berharap bila sang idola mendengar kisahnya, pelantun lagu Blank Space itu akan senang mendengarnya dan menggunakan kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang kaki seribu.

"Untuk seorang peneliti, menamai spesies dengan nama seseorang adalah untuk menghormatinya, jadi saya harap ia melihatnya secara positif," ucap dia.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Fungsi Kaki Seribu

Hennen telah melintasi 17 negara bagian pada 2015 hingga 2019 dalam perjalanan kariernya sebagai peneliti. Ia telah menemukan 17 spesies kaki seribu baru, ditemani rekannya, Paul Marek, seorang asisten profesor di Departemen Entomologi Virginia Tech sekaligus kandidat doktor Jackson Means di institut tersebut.

"Ini lucu karena ketika saya mengatakan, 'Wow! Spesies baru!' Tapi setelah menjalaninya bertahun-tahun, itu seperti 'Kita dapat spesies baru kaki seribu lain, nih, taruh di tumpukan!'" ujarnya.

Kaki seribu merupakan salah satu makhluk yang kurang dikenal karena tidak mencolok seperti kupu-kupu maupun capung. Itu pula sebabnya banyak spesies baru ditemukan, kata Hennen.

Serangga ini lebih menyukai habitat liar dan penting dalam proses siklus nutrisi. Kaki seribu bertindak sebagai "pendaur ulang daun," memakan tanaman mati dan buang air besar, sehingga menyuburkan tanah, jelasnya.

Swift bukan satu-satunya orang yang memberi nama Hennen penemuan kaki seribu setelahnya. Hennen menamai spesies baru lainnya Nannaria marianae, juga dikenal sebagai kaki seribu cakar Maple Flats, dari nama istrinya, Marian. Dalam perjalanan mereka, istrinya akan menunggu dengan sabar sementara Hennen mencari kaki seribu, yang terjadi di hampir setiap jalan-jalan, katanya.

3 dari 4 halaman

Nama Selebritas

Selain Taylor Swift, ada sederet selebritas lain yang namanya dipakai untuk menamai hewan atau tumbuhan. Salah satunya RuPaul, ratu waria yang namanya disematkan pada lalat berwarna pelangi, Opaluma rupaul.

Sementara, lalat lebah yang ditemukan di Australia dinamai Paramonovius nightking, diambil dari nama Night King di serial Game of Thrones. Lain lagi dengan sebuah pohon yang dinamai Uvariopsis dicaprio sebagai apresiasi upaya konservasi aktor Leonardo DiCaprio.

Ilmuwan Australia menamai sejumlah spesies baru dengan nama karakter Marvel, termasuk Thor. Nama ilmiah spesies lalat ini adalah Daptolestes bronteflavus, dengan kata kedua yang diterjemahkan menjadi "petir pirang."

Banyak hewan lain yang dinamai dari nama selebritas, seperti Dolly Parton dan Lady Gaga. Parton memiliki lumut yang dinamai menurut namanya yang disebut Japewiella dollypartoniana dan Gaga memiliki seluruh genus tanaman bernama monstraparva, juga dikenal sebagai urutan DNA-nya, GAGA.

 

4 dari 4 halaman

Jadi Mata Kuliah