Sukses

Dine in Car, Siasat Angke Restaurant Hadapi Aturan Makan Saat PPKM Level 4

Liputan6.com, Jakarta - PPKM Level 4 diputuskan berlanjut hingga 9 Agustus 2021. Segala pembatasan artinya masih berlaku, termasuk aturan makan 20 menit untuk layanan makan di restoran atau tempat makan lainnya. Hal tersebut menantang restoran untuk berinovasi karena tak semua bisa mengikuti aturan dengan berbagai alasan.

Tidak terkecuali Angke Restaurant, restoran yang memiliki beberapa cabang, termasuk di wilayah Ketapang, Jakarta Barat. Pembatasan yang ada sedapat mungkin disiasati agar restoran yang buka sejak 1965 itu bisa tetap beroperasi. Salah satunya dengan membuka layanan dine in car alias makan di mobil.

Konsepnya, pelanggan bisa menikmati hidangan yang dipesan dan menyantapnya di dalam mobil. Meski bukan konsep baru, penyajian restoran dibuat berbeda. Mereka menyiapkan meja khusus yang bisa dibongkar pasang agar konsumen bisa tetap nyaman meski makan di dalam mobil.

Menurut Robby Tjahaja, Direktur Marketing Communication Angke Group, konsep tersebut sudah dimulai sejak Juli 2020. Restoran melihat peluang dari kejenuhan masyarakat makan di rumah dan ingin jajan di luar, tetapi tanpa harus berinteraksi dengan banyak orang asing.

"Makan sebagai salah satu hiburan lah," ujarnya, kepada Liputan6.com, Rabu, 4 Agustus 2021.

Meja dirancang khusus agar bisa dipakai di mobil pengunjung. Asal ada celah pada kursi penumpang, meja bisa digunakan. "Hampir 99 persen mobil dapat menggunakan meja ini," imbuhnya.

Konsumen yang ingin menikmati layanan ini disarankan memesan makanan terlebih dulu secara daring. Hal itu akan lebih memudahkan konsumen, dibanding mereka baru memesan di tempat. "Biar semua pas datang sudah siap semua, tinggal makan saja," ujar Robby.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Respons Positif

Robby mengaku sejauh ini, layanan dine in car direspons positif konsumennya. Kepuasan konsumen sampai menarik mereka untuk memesan meja lipat tersebut. Permintaannya bahkan datang dari luar kota, seperti Bali dan Semarang.

"Ada yang DM ke kita lewat IG, lihat mejanya mau beli. Katanya dia mau ajak ortunya makan, cuman takut makan dine in. jadi dia request untuk beli. Jadi dari situ, kita produksi lebih untuk dijual," tutur Robby.

Berkat permintaan pelanggan, Angke Restaurant meningkatkan jumlah produksi sekaligus fungsi dari meja. Saat ini, meja tersebut sudah tersedia versi yang bisa dilipat dan permukaan yang tahan air.

Selain dine in car, restoran juga memaksimalkan takeaway lewat berbagai saluran pembayaran. Hal itu mau tak mau harus dilakukan agar restoran bisa tetap bertahan.

"Kita mencarikan sesuatu yang tidak akan bisa terpengaruh, contohnya take away. Mau level apapun PPKM, takeaway selalu berjalan diperbolehkan," ujarnya.

 

3 dari 5 halaman

Adaptasi Jadi Kunci

Robby mengatakan adaptasi jadi kunci. Bagi restoran yang sudah berumur seperti Angke Restaurant, kecepatan beradaptasi wajib dilakukan agar tidak mati perlahan.

"Beradaptasi cepat, bisa dibilang untuk tetap hidup di masa pandemi gini. Kalau kita diem, tinggal nunggu waktu," tambah Robby.

Angke Restaurant awalnya hanya menyajikan ayam garam dan bir untuk imigran Tiongkok yang saat itu banyak bermukim di Kalijodo. Kini, restoran di Kalijodo sudah dipindahkan dengan total memiliki empat cabang, termasuk satu gerai khusus takeaway di Bandung.

Pihak restoran menjamin pelayanan diberikan sesuai protokol kesehatan. Restoran juga sudah tersertifikasi CHSE sebagai jaminan kesehatan dan keselamatan pengunjung. (Gabriella Ajeng Larasati)

4 dari 5 halaman

Aturan di Tempat Makan Selama PSBB hingga PPKM

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: