Sukses

Cerita Akhir Pekan: Produk Kecantikan yang Minim Sampah

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini kian banyak perusahaan yang mengeluarkan produk-produk kecantikannya yang ramah lingkungan. Mereka kia memperkecil penggunaan plastik yang memiliki dampak panjang terhadap lingkungan.

"Dari awal mengeluarkan produk pada 2018 kami sudah mengusung konsep minim sampah. Hal ini bukan semata-mata didasarkan pada market opportunity, tetapi karena memang itu adalah semangat kami pribadi sebagai brand," kata Founder Segara Naturals, Christine Pan, lewat surat elektronik, Jumat, 23 Mei 2021.

Segara Naturals, kata Christine, memberikan alternatif skincare alami yang praktis, multifungsi dan ramah lingkungan. Ia percaya manusia bisa mengambil manfaat baik dari alam tanpa merusaknya.

"Kami juga percaya bahwa gaya hidup minim sampah ini adalah sebuah perjalanan, dan selalu mengajak komunitas kami untuk selalu berbuat lebih baik lagi untuk alam," kata Christine.

Christine menyebutkan bahwa lebih dari 90 produknya minim sampah, berdasarkan hasil audit dari pihak ketiga. Prinsip minim sampah tersebut juga berlaku untuk operasional perusahaan, di mana kami selalu mencari cara untuk mengurangi sampah di semua aspek perusahaan.

"Sebagai contoh adalah pemakaian selotip kertas yang sekarang banyak diikuti oleh brand-brand zero waste, pemakaian lem alami buatan kami sendiri untuk proses pengiriman, dan juga shredded paper sebagai pengganti bubble wrap," tutur Christine.

Christine menambahkan, gaya hidup minim sampah sudah ia terapkan sejak 10 tahun yang lalu. Ia melihat sendiri akibat sampah plastik yang merusak pantai dan laut terpencil di Indonesia dan juga kerusakan hutan yang ditebang untuk perkebunan swait.

"Sebagai brand, kami percaya bahwa alam sudah memberikan yang terbaik untuk kita, dan tugas kita adalah memanfaatkan kebaikan alam tanpa merusaknya. Kami percaya skincare alami bisa hadir tanpa merusak alam dan prinsip inilah yang kami tuangkan dalam semua produk kami," imbuhnya.

2 dari 5 halaman

Daur Ulang

Christine observasi bahwa banyak sampah plastik skincare berasal dari overpackaging dan over specialization. Ia sering menjumpai produk yang dikemas dengan botol plastik yang dilapis plastik lalu ditempatkan di kardus yang juga akhirnya dilapisi plastik.

"Semua plastik tersebut akan dibuang tanpa punya nilai lebih. Produk Segara Naturals dikemas minimalis dengan kaleng aluminium, botol kaca, karton, atau kain batis tanpa dilapisi plastik. Namun bahan-bahan ini juga tetap akan menjadi sampah yang perlu energi untuk didaur ulang," imbuh Christine.

Oleh karena itu, produknya juga menyokong prinsip multifungsi, yang berarti customer tidak perlu membeli banyak macam produk untuk memenuhi kebutuhan kulit. "Dengan ini, sampah bisa dikurangi tanpa mengorbankan kesehatan kulit," katanya.

Kata Christine, Segara Naturals adalah produk perawatan kulit dengan value dan manfaat yang tinggi, baik dari segi kebaikan kulit dan rambut, kebaikan untuk alam, dan kebaikan untuk sesama. Produk Segara Naturals multifungsi dan tahan lama, jadi sebetulnya manfaat yang didapat lebih besar.

"Sebagai contoh, 1 buah shampoo bar kami bisa untuk pemakaian 3-4 bulan, padahal beratnya hanya 50g. Kami juga menyediakan opsi 2in1 shampoo + conditioner jadi customer bisa menghemat pembelian conditioner. Masih banyak lagi manfaat yang kami tawarkan lewat produk-produk Segara Naturals," ujar Christine.

Cristine juga memastikan bahan baku yang kami pakai juga ramah lingkungan. Sebagai contoh, pihaknya menghindari pemakaian minyak sawit yang banyak mengurangi hutan hujan tropis di Indonesia. Sebaliknya, kami mendukung pemakaian minyak tengkawang yang sudah mengubah pola pikir masyarakat di Kalimantan untuk tidak menebang pohon tengkawang karena ternyata bernilai ekonomis tinggi.

"Kami juga mengutamakan pemakaian bahan baku hasil dari Indonesia yang sudah dibuktikan kemanjurannya turun-temurun, seperti minyak kemiri, minyak kelapa, minyak jarak, lidah buaya, dan lain-lain. Untuk bahan aktif dan high performance lainnya, kami mengutamakan yang sudah ecocert atau cosmos certified, sehingga terjamin keamanannya. Sebagai alternatif produk kecantikan, kami juga menyediakan lem alami, loofah, sabun cuci piring, batu apung, dan deterjen mesin cuci untuk melengkapi gaya hidup ramah lingkungan," paparnya.

3 dari 5 halaman

Mengurangi Plastik

Gerakan peduli terhadap lingkungan juga dilakuakan Garnier lewat One Green Step, sebuah ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bisa memulai satu langkah hijau atau satu langkah yang kecil, yang jika dilakukan secara kolektif, impact-nya bisa besar sekali.

Dalam sebuah kesempatan,  Brand General Manager Garnier Indonesia, Pandu Brodjonegoro mengatakan, saat ini Garnier menggunakan lebih banyak formula yang lebih ramah lingkungan. Garnier berkomitmen menggunakan formula yang bisa terurai dan melindungi keanekaragaman hayati lewat penggunaan bahan baku tersebut.

Kemasan yang ramah lingkungan  (more eco designed). Garnier tidak lagi menggunakan plastik yang transparan pada kemasannya sehingga diklaim dapat mengurangi penggunaan plastik hingga 36 ton, khususnya pada 2021 ini.

"Garnier juga telah melakukan kemasan yang lebih ramah lingkungan yakni terdapat dua produk, pertama adalah Sakura White yang 100 persennya sudah recycle plastic, dan kedua, yaitu micellar water, yang 25 persen juga sudah recycle plastic," ucap Pandu.

 

4 dari 5 halaman

Infografis Sampah Kemasan Produk Kecantikan

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: