Sukses

Menu Makanan Jemaah Haji 2021, dari Sarapan sampai Makan Malam

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini jauh berbeda. Pemerintah Arab Saudi menetapkan jumlah kuota jemaah haji 1442 H sebanyak 60 ribu jemaah, setelah dipilih dari lebih 500 ribu orang yang mendaftar.

Kuota ini hanya berlaku bagi warga lokal serta ekspatriat yang telah lama menetap di Arab Saudi. WNI (Warga Negara Indonesia) yang tinggal di Arab Saudi juga mendapatkan jatah.

Pandemi membuat Kerajaan Arab Saudi memberlakukan kebijakan tersebut demi mengurangi risiko penularan Covid-19. Meski jumlah jemaah haji jauh berkurang, pelayanan yang diberikan tetap maksimal.

Salah satunya adalah menu makanan lezat dan kaya gizi yang disiapkan untuk para jemaah.  Informasi itu diketahui dari unggahan di akun Twitter resmi Haramain, situs informasi seputar Masjidil Haram yang berafiliasi dengan General Presidency of the Grand Mosque (GPH), @HaramainInfo.

Mereka mengunggah beberapa foto menu makanan yang akan disantap para jamaah. Dalam unggahan pada 18 Juli 2021, dituliskan untuk sarapan, disediakan dalam kotak yang berisi roti, cokelat, susu dan air mineral.

Menu makan siang terdiri dari sajian yang lebih lengkap, yaitu ayam dengan nasi biryani, salad, buah segar, jus, air mineral, dan basboosa. Sedangkan, menu makan malam juga cukup lengkap, terdiri dari lasagna, sayur kukus, coleslaw, roti, puding, jus, dan air mineral.

2 dari 5 halaman

327 Jemaah Indonesia

Sebanyak 327 orang WNI dikonfirmasi telah terdaftar sebagai calon jemaah Haji 2021. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali dalam keterangan tertulisnya.

"Mereka adalah WNI yang selama ini sudah menetap di Arab Saudi dan ikut mendaftar sebagai calon jemaah sesuai prosedur yang diberlakukan Saudi," terang Konsul Haji, KJRI Jeddah Endang Jumali dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari Antara, Senin, 19 Juli 2021.

Endang juga menjelaskan 327 WNI yang ikut dalam pelaksanaan ibadah haji merupakan orang-orang Indonesia yang telah lama menetap di Saudi. Mereka berasal dari unsur diplomat dari KBRI dan KHRI, Pekerja Migran Indonesia (PMI), hingga mahasiswa Indonesia.

3 dari 5 halaman

Masih Bisa Bertambah

Para jemaah haji diharuskan menerima dua dosis vaksin COVID-19 dan berusia 18-65 tahun tanpa memiliki penyakit kronis untuk bisa ikut dalam ibadah haji.

"Proses pendataan WNI yang berhaji tahun ini masih dilakukan. Data kita akan terus berkembang. Mungkin baru final saat wukuf di Arafah atau menginap di Mina. Jadi, masih memungkinkan untuk terus bertambah," kata Endang Jumali.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan larangan jemaah haji dari negara lain untuk ikut melaksanakan ibadah haji pada musim 2020 dan 2021 karena pandemi COVID-19. Jika calon jemaah haji dari negara lain tersebut telah lama menetap di Arab Saudi, akan di-screening terkait dengan syarat-syarat protokol kesehatan yang ada.

4 dari 5 halaman

Tahun Kedua Ibadah Haji di Tengah Pandemi Covid-19

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut: