Sukses

Cerita Akhir Pekan: Masa Pandemi Momentum Menghemat Energi

Liputan6.com, Jakarta - Masa pandemi Covid-19 mendorong masyarakat beradaptasi dengan kebiasaan baru, seperti lebih banyak menghabiskan waktu dan menjalankan aktivitas di rumah saja. Hal tersebut secara tidak langsung berdampak pada peningkatan penggunaan energi.

Direktur Eksekutif Yayasan Energi Bersih Indonesia Ari Bimo Prakoso, menjelaskan dari sisi masyarakat, ketika di rumah, pemakaian energi listrik, terutama komputer, lampu, dan lainnya, ikut meningkat. Penting pula untuk melihat fungsi dari pemakaian listrik di rumah.

"Jadi, masalah penghematan listrik kita ingin bisa kegiatan tetap produktif, baik yang bekerja dari rumah atau yang belajar dari rumah. Itu sebenarnya kebutuhan kita apa saja," kata Ari ketika dihubungi Liputan6.com, Kamis, 25 Maret 2021.

Ari menjelaskan, pemakaian tersebut sebaiknya dijadwalkan, baik dalam penggunaan komputer, laptop, dan perangkat lainnya. Juga harus dilihat kebutuhannya, baik bekerja atau belajar di rumah.

"Untuk penggunaan lampu itu bisa dilihat, misalkan untuk siang hari bisa kerja di tempat yang pencahayaan lebih baik jadi tidak perlu menyalakan lampu," tambahnya.

Selain itu, Ari juga menyarankan, dapat pula memilih lampu yang lebih hemat energi. "Ada yang kalau praktisnya bisa dilihat lampu sekian watt dia bisa mengeluarkan lumen-nya berapa, semakin kecil watt-nya semakin efisien," jelas Ari.

Sedangkan untuk pemakaian energi lain, terkait pendingin ruangan atau AC, dapat dikondisikan di kediaman dan dapat melihat ramalan cuaca. "Misalkan sedang 25 derajat (celcius) ya sudah tidak usah nyalakan AC, baru nyalakan kalau temperatur udara luarnya terlalu panas," jelas Ari.

"Jadi bisa dihemat mulai dari hal-hal yang sederhana seperti itu tanpa kita harus terganggu aktivitas sehari-harinya," ungkapnya.

2 dari 5 halaman

Pentingnya Menghemat Energi

Ari mengungkapkan, ada beberapa aspek terkait pentingnya menghemat energi. Aspek langsung untuk masyarakat adalah menghemat anggaran rumah tangga.

"Selain itu (aspek) tidak langsung sebenarnya, lebih ke skala lebih besar, listrik yang kita pakai asalnya dari berbagai macam pembangkit listrik yang sebagian besar pembangkit listrik kita masih menggunakan bahan bakar fosil," kata Ari.

Ia melanjutkan, kini yang tengah meningkat adalah penggunaan batu bara. Jika kian banyak yang menggunakan listrik untuk keperluan yang tidak produktif, hal tersebut dapat meningkatkan konsumsi batu bara.

"Selain peningkatan konsumsi batu bara meningkatkan emisi, polutan atau gas rumah kaca, karbondioksida dan lain-lain, itu juga kita banyak dampak lingkungan yang kita terpaksa meng-explore tambang lebih ekstensif lagi," jelasnya.

Tak hanya untuk menghemat anggaran rumah tangga, penghematan energi secara nasional juga dapat dilihat dari sisi lingkungan. "Semakin sedikit listrik yang kita pakai akan lebih ringan beban permintaan bagi kita, juga lebih bersih udara ke depannya," jelasnya.

3 dari 5 halaman

Upaya Berhemat

Meningkatnya penggunaan energi listrik juga dirasakan oleh pegawai swasta, Regina Novanda. "Yang jelas semakin banyak penggunaan energi listrik di rumah karena intensitas di rumahnya juga 24 jam," katanya kepada Liputan6.com, Sabtu, 27 Maret 2021.

"Biasanya listrik kamar mati, pas kita aktivitas di luar. Selama WFH jadi full nyala. Apalagi aku tipe yang emang jarang keluar selama pandemi," tambahnya.

Aktivitas Regina pun lebih banyak di rumah karena kantornya yang menerapkan work from home (WFH) dan hanya seminggu sekali ke kantor. Kendati demikian, ia tetap berupaya untuk menghemat penggunaan energi.

"Caranya paling ganti-ganti saja tempat kerja, misal bosan di kamar, bisa di ruang tamu atau teras yang artinya bisa hemat listrik juga. Dan sebisa mungkin kabel-kabel charger enggak terpasang, langkah-langkah kecil gitu mungkin bisa bantu penghematan listrik selama WFH," tutupnya.

Bertambahnya penggunaan listrik di masa pandemi juga dirasakan oleh seorang ibu rumah tangga, Muswarni. "Otomatis bertambah karena segala kegiatan di rumah menggunakan energi," katanya kepada Liputan6.com, Sabtu, 27 Maret 2021.

Meski begitu, langkah menghemat energi turut diterapkannya dalam keseharian. Begitu pula ketika mengurus rumah tangga dan beraktivitas bersama keluarga sepanjang hari.

"Baju kotor dikumpulin dulu, dua hari sekali dicuci, terus mematikan lampu yang tidak penting, memakai lampu yang watt-nya kecil, dan meminimalisir penggunaan pendingin ruangan," tambahnya.

 
4 dari 5 halaman

4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah: