Sukses

Anna Wintour Jawab Kritik soal Tampilan Kamala Harris di Sampul Vogue

Liputan6.com, Jakarta - Anna Wintour buka suara soal reaksi negatif yang dialamatkan pada sampul teranyar majalah Vogue. Pada Selasa, 12 Januari 2021, sang direktur editorial global menanggapi kritik soal sampul Vogue edisi Februari yang menampilkan Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih, Kamala Harris.

Dilansir dari laman People, Rabu (13/1/2021), banyak yang menyebut penggambaran Vogue untuk Kamala Harris di sampul dianggap "tidak sopan" karena tidak formal. Di sisi lain, ada pula yang mengatakan ia terlihat "pucat".

Terkait kritik yang meluncur publik di media sosial, Anna Wintour buka suara dalam sebuah pernyataan kepada Kara Swisher dari New York Times. Ia menyebut orang-orang di Vogue memahami reaksi itu.

 

"Jelas kami telah mendengar dan memahami reaksi terhadap sampul cetak dan saya hanya ingin menegaskan kembali bahwa sama sekali bukan niat kami, dengan cara apa pun, mengurangi pentingnya kemenangan luar biasa Wakil Presiden Terpilih," kata dia.

Anna melanjutkan, tidak ada kesepakatan formal mengenai apa pilihan sampulnya. Untuk potret yang sampai di Vogue, perempuan berusia 71 tahun ini pun menyampaikan makna di baliknya.

"Ketika dua gambar itu sampai di Vogue, kami semua merasa sangat, sangat kuat bahwa potret yang kurang formal dari Wakil Presiden terpilih benar-benar mencerminkan momen di mana kita hidup di mana kita semua berada di tengah, seperti saat ini, dari pandemi paling mengerikan yang merenggut nyawa setiap saat," katanya pada New York Times.

"Kami merasa merefleksikan momen tragis dalam sejarah global ini, gambaran yang jauh lebih tidak formal, sesuatu yang sangat, sangat mudah diakses dan dapat didekati dan nyata, benar-benar mencerminkan ciri khas kampanye Biden-Harris dan segala sesuatu yang mereka coba, dan saya yakin akan tercapai," tambah Anna Wintour.

2 dari 4 halaman

Penampilan Kamala di Sampul Vogue

Sementara, sampul Vogue edisi Februari menampilkan Kamala Harris. Perempuan berusia 56 tahun ini mengenakan blazer hitam Donald Deal, celana warna senada, dan atasan putih. Kamala juga berpose dengaan gaya khasnya, yakni memakai sneakers Converse.

Adapun latar belakang potretnya bernilai sejarah. Sebagai penghormatan pada perkumpulan mahasiswa yang diikuti di Howard University, Kamala digambarkan berdiri di depan background apel hijau dan merah muda salmon yang merupakan warna dari Alpha Kappa Alpha.

Pada foto lain dari pemotretan sampul Vogue ini menampilkan Kamala tersenyum dan mengenakan setelan busana warna biru tua. Kedua potret diabadikan oleh Tyler Mitchell.

Meski beberapa menyambut baik tampilnya Kamala Haris di sampul depan Vogue, tidak semua orang berpendapat senada. Banyak yang mengkritik gaya Kamala karena dianggap terlalu kasual dan tidak sesuai standar Vogue selama ini.

"Tim di Vogue menyukai gambar yang diambil Tyler Mitchell dan merasa bahwa gambar yang lebih informal menangkap sifat otentik Wakil Presiden Harris yang mudah didekati yang kami rasa adalah salah satu keunggulan pemerintahan Biden/Harris," kata Vogue.

"Untuk menanggapi keseriusan momen dalam sejarah ini, dan peran yang harus dia mainkan dalam memimpin negara kita ke depan, kami merayakan kedua citra dirinya sebagai sampul digital," lanjut majalah tersebut.

3 dari 4 halaman

Infografis 6 Cara Aman Buang Masker Sekali Pakai

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: