Sukses

Museum Cokelat Terbaru di Swiss, Air Mancur Raksasa Jadi Daya Tarik Utama

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah museum baru dibuka di Kilchberg, Swiss, pada 13 September 2020. Lindt Home of Chocolate, nama museum itu, menawarkan pengalaman interaktif bagi para pengunjungnya agar bisa memahami lebih dalam perihal cokelat.

Dilansir dari laman Fox News, Selasa, 15 September 2020, museum tersebut menempati bangunan baru yang pembangunannya didanai oleh Lindt Chocolate Competence Foundation. Bangunan seluas 16.000 kaki persegi itu memamerkan sejarah cokelat, ruang penyicipan, lini produksi yang transparan, kelas pembuatan cokelat, hingga toko cokelat Lindt terbesar di dunia.

Namun, atraksi utama di museum ini adalah sebuah air mancur berwarna keemasan setinggi sembilan meter yang dirancang oleh Atelier Brückner. Cokelat cair asli meleleh dari atas ke bawah seolah adegan dalam pabrik cokelat milik Willy Wonka, tentu bentuknya tak benar-benar serupa.

"Air mancur cokelat adalah pusat dari Lindt Home of Chocolate dan mewakili penghormatan kepada truffle Lindor yang terkenal dan populer secara global," kata Ernst Tanner, Presiden Dewan Yayasan, dalam pembukaan museum tersebut.

Museum cokelat berada di dekat kantor pusat yang juga pabrik Lindt & Sprüngli yang beroperasi di Kilchberg sejak 1845. Dikutip dari laman Archdaily.com, Rabu (16/9/2020), tempat tersebut berlokasi dekat Danau Zurich yang berada di pinggir kota terpadat di Swiss. Lindt bukan nama yang asing di kalangan pencinta cokelat. Brand tersebut terkenal memiliki sederet produk berkualitas tinggi yang dijual ke lebih dari 120 negara di dunia. 

Anggota Dewan Federal Swiss, Ueli Maurer mengapresiasi pembukaan museum cokelat tersebut. Ia menyebutnya sebagai bagian langkah penting dalam merawat keahlian cokelat lokal.

"Cokelat adalah bagian dari identitas nasional kita dan industri cokelat merupakan sektor ekonomi yang sangat penting bagi negara kita," ia menjelaskan.

 

 

2 dari 3 halaman

Bangunan Eklektik

Museum cokelat tersebut mengadopsi desain kontemporer dengan sentuhan eklektik. Bangunannya terhubung dengan pabrik Lindt & Sprüngli‘s yang memengaruhi arsitektur bangunan secara keseluruhan, yakni kesan klasik dan industrial. 

Fasad bangunan sebagian besar menggunakan bata merah. Sementara, area pintu masuk berbentuk kuadran yang ditandai oleh bata bata putih mengkilap berhias huruf emas. Kesannya hangat dan terbuka, seakan menyambut semua yang datang. Sementara di bagian dalam, semua ruang yang tersedia terhubung dengan tangga spiral dan jalan setapak bertingkat yang melintasi atrium.

Tertarik mengunjunginya? Siapkan uang sekitar 16,50 dolar AS atau sekitar Rp250 ribu untuk tiket masuk pengunjung dewasa dan 11 dolar AS (Rp163 ribu) untuk tiket masuk pengunjung anak-anak. Tetapi bila usia anak di bawah 7 tahun, mereka berhak masuk tanpa dikenai biaya. (Vriskey Herdiyani)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: