Sukses

Bakal Dikunjungi Raja dan Ratu Belanda, Ada Wisata Apa Saja di Taman Nasional Sebangau?

Liputan6.com, Jakarta - Taman Nasional Sebangau menjadi sorotan baru-baru ini. Insiden tabrakan kapal yang terjadi pada Senin, 9 Maret 2020, menewaskan enam orang penumpang, termasuk staf TN Sebangau dan Dandim Kuala Kapuas Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono. Mereka saat itu hendak menginspeksi tempat yang masuk dalam daftar kunjungan Raja dan Ratu Belanda selama di Indonesia.

Raja dan Ratu Belanda dijadwalkan mengunjungi taman nasional itu pada 12 Maret 2020. Nama Taman Nasional Sebangau mungkin kalah populer dari Taman Nasional Tanjung Puting yang sama-sama berada di Provinsi Kalimantan Tengah. Lalu, apa keistimewaan lokasi itu sampai masuk daftar kunjungan pasangan Kerajaan Belanda?

Dikutip dari laman resmi Taman Nasional Sebangau, Selasa (10/3/2020), kawasan ini menyimpan potensi alam yang tak kalah kayanya dari Taman Nasional Tanjung Puting yang lebih terkenal sebagai tempat konservasi orangutan. Dalam kawasan tersebut bisa dijumpai 35 jenis mamalia, 13 jenis di antaranya bahkan masuk dalam kategori mendekati punah.

Ke-13 spesies terancam punah itu di antaranya owa, orangutan, beruk, kelasi, beruang madu, macan dahan, kucing hutan, binturong, musang pohon, dan bajing. Ada pula beragam jenis burung, seperti elang hitam, cangak merah, dan salah satu yang paling langka adalah baliang.

Pengunjung pun bisa menikmati alam kawasan TN Sebangau dengan menyusuri Sungai Koran. Sungai tersebut merupakan daerah terdekat yang dapat dikunjungi dari Kota Palangka Raya. Wisatawan bisa belajar mengenai ekosistem gambut di laboratorium alam terbesar di Ibu Kota Kalteng itu.

Dengan akses melalui Pelabuhan Kereng Bangkirai, sekitar 30 menit perjalanan menumpang klotong, Anda bisa sampai di trek jelutung. Di sini pengunjung bisa belajar cara menyadap getah jelutung yang hasilnya dijadikan bahan baku permen karet, ban, dan kerajinan tangan.

2 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Menuju ke Sana?

Selanjutnya, sekitar 30 menit menggunakan klotok dari trek jelutung, pengunjung akan sampai di trek pengamatan flora dan fauna. Di sini, pengunjung dapat melakukan trekking dan mengamati tingkah polah satwa sambil mendengarkan kicauan burung, melihat sarang-sarang orangutan yang sudah ditinggalkan, mengetahui jenis-jenis tumbuhan khas TN Sebangau seperti anggrek, nepenthes, ramin, jelutung dan berbagai macam tanaman obat.

Selain itu, pengunjung dapat belajar mengenai konstruksi tabat sampai belajar cara mengukur tinggi muka air tanah dengan alat piezometer yang dipasang dibeberapa titik di sekitar tabat. Berikutnya, pengunjung dapat beristirahat di pos Koran yang dapat ditempuh sekitar 15 menit dari trek sebelumnya. 

Di pos ini, pengunjung dapat mengamati keadaan sekitar hutan dengan memanjat menara pengamat serta berenang di sungai. Jika keadaan air sedang tinggi, (sekitar November-April) pengunjung dapat menyusuri sungai di belakang Pos Koran dengan pohon-pohon rimbun serta suasana alam yang menenangkan.

Bagi pengunjung yang ingin lebih jauh lagi melihat keindahan alam di Sungai Koran, dapat melakukan susur sungai sampai dengan Simpang Kiri atau Hulu Sebangau selama kurang lebih dua jam. Selama perjalanan ini, pengunjung dapat melihat kawasan bekas terbakar dengan akar-akar yang mencuat di atas permukaan air dan menjadi pemandangan unik serta bisa mengamati burung-burung maupun satwa lain yang sedang mencari makan.

Taman Nasional Sebangau adalah salah satu Taman Nasional yang memiliki aksesibilitas cukup mudah, karena salah satu pintu masuk menuju kawasan Taman Nasional Sebangau tidak jauh dari pusat Kota Palangka Raya, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah. Jika Anda dari Jakarta, Surabaya, Balikpapan, dan Pontianak, Anda bisa menggunakan penerbangan langsung menuju Palangka Raya.

Bagi pengunjung yang melakukan perjalanan dari Jakarta dapat menggunakan maskapai Garuda Indonesia atau Lion Air (terdapat dua jadwal, yakni pagi dan sore). Sedangkan dari Surabaya, Anda bisa menggunakan maskapai Citilink (satu kali penerbangan saja) dan Lion Air (dua kali penerbangan).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: