Sukses

Bangunan Tua Disulap Jadi Toko Buku di Tengah Persawahan

Liputan6.com, Jakarta - Umumnya toko buku terletak di pusat kota yang mudah terjangkau oleh masyarakat, namun berbeda dengan toko buku yang ada di desa Xiadi, China ini. Bernama The Paddy Field Bookstore, bangunan ini dikelilingi oleh persawahan yang pemandangannya menyejukkan mata. 

Dilansir Insider, Sabtu, 8 Februari 2020, toko buku tersebut bertempat di sebuah rumah yang telah lama ditinggalkan. Setelah direnovasi, kini menjadi surga bagi para pecinta buku.

Nama toko buku tersebut terinspirasi dari tanaman padi yang mengelilinginya. Bangunan lainnya yang berada di dekat toko buku pun memiliki pemandangan yang tak kalah menarik dan mirip dengan kehidupan saat masa dinasti Ming dan Qing. 

Meskipun terletak jauh dari keramaian, toko buku ini termasuk memiliki koleksi yang lengkap. Di dalamnya terdapat 7.500 judul buku, mulai dari seni hingga ilmu sosial. Namun, kebanyakan koleksinya ialah seputar pendidikan perdesaan, desa kuno, dan pertanian.

Walaupun kuno, toko buku ini sering dijadikan sebagai lokasi untuk mengadakan pameran seni, pertunjukan teater, dan pertunjukan musik. Selain itu, terdapat pula tempat duduk membentuk tangga yang bisa difungsikan sebagai tempat duduk bagi para pengunjung. 

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

2 dari 2 halaman

Terdapat Area Kafe Menghadap Persawahan

Jika tampak dari luar, mungkin Anda tidak akan tahu jika bangunan tersebut merupakan toko buku. Dirancang oleh Trace Architecture Office, interior toko buku memiliki celah yang memisahkan area luar dan dalam. 

Menurut para arsitek, toko buku ini menciptakan perpaduan antara bentuk rumah tradisional dan toko buku yang lebih modern, sehingga saat berada di dalamnya terdapat nuansa alami dengan sentuhan yang lebih kekinian.

Selain menyediakan area membaca, di bagian luar toko buku terdapat area kafe menghadap langsung ke arah persawahan. Pengunjung yang datang bisa menyantap makanan sembari menikmati pemandangan. 

Ada pula payung-payung yang bisa digunakan saat pengunjung ingin membaca buku diluar sambil menikmati kesejukan tetapi cuaca panas atau bahkan hujan. (Tri Ayu Lutfiani)