Sukses

3 Warna Desain Interior yang Diprediksi Bakal Tren di 2020

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang pergantian tahun, biasanya ditandai dengan beragam hal yang bakal jadi tren di tahun mendatang. Begitu pula di 2020, ada beberapa warna yang diprediksi mendominasi desain interior rumah.

Dilansir Purewow, Senin (16/12/2019), direktur pemasaran warna Sherwin Williams, Sue Wadden menyebut penggunaan warna dalam desain interior berubah. Bukan hanya soal seperti apa ruangan itu, tetapi bagaimana itu membuat penghuni merasakannya.

"Warna memiliki kekuatan untuk mengurangi tekanan luar dan membentuk lingkungan kita sehari-hari dan suasana hati secara keseluruhan," ungkap Sue.

Lantas, warna apa saja yang cocok di 2020 yang juga dapat membuat penghuni merasa tenang? Simak rangkuman berikut ini.

1. Warna Netral yang Terinspirasi dari Alam

Perusahan Behr yang pertama kali menyatakan Color of the Year 2020 berdasarkan keinginan sederhana yaitu kembali ke alam seperti hijau padang rumput yang lembut.

Memilih cat dengan nuansa netral dapat membuat ruang kecil terasa lebih terbuka dan lapang. Nuansa ini akan memberikan sensasi seperti berjalan di tengah alam. Tertarik untuk mencoba?

2 dari 3 halaman

2. Pink Lembut

Warna dari sandal balet lembut ini memberikan sentuhan ruangan dalam cahaya merah jambu. Warna tersebut dapat diaplikasikan di mana saja di dalam hunian Anda.

Sentuhan pink ini dirasa cukup halus sehingga tidak akan bersaing dengan dekorasi yang ada. Di sisi lain, masih terasa segar dan membangkitkan semangat.

3. Biru Gelap

Jika Anda lebih menyukai ruang yang lebih tenang untuk membantu meredam kebisingan di sekitar, Anda dapat mempertimbangkan warna biru tua. Pantone 2020 Classic Blue dipilih karena kemampuannya membangkitkan rasa tenang dan percaya diri.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Uniknya Musala Pertama yang Diresmikan Jusuf Kalla Usai Jabat Ketua Dewan Masjid Indonesia
Artikel Selanjutnya
Ratu Elizabeth II Bagikan Video Renovasi Istana Buckingham yang Makan Biaya Rp6,6 Triliun