Sukses

Alasan Penting Sebaiknya Memilih Puff Cushion Berbahan Tahan Air

Liputan6.com, Jakarta - Kepopuleran cushion belum juga menurun sejak pertama kali muncul sekitar 2007. Jenis makeup yang berkembang pertama kali di Korea Selatan itu disukai sebagai pengganti foundation lantaran praktis, bahkan untuk pemula sekalipun.

Berbeda dengan foundation cair yang memerlukan kuas atau keterampilan untuk diaplikasikan, cushion menggunakan puff seperti bedak. Puff tersebut cukup ditepuk-tepuk merata ke seluruh permukaan wajah.

Di balik kemudahan menggunakan cushion, ada bahaya yang mengintai. Hal itu menyangkut jaminan kehigienisan. Pasalnya, puff yang tak bersih bisa mendatangkan masalah pada kulit wajah, seperti jerawat dan komedo.

Hilda Endang Damayanti, Senior Decorative Formulator Wardah, menerangkan, puff yang kotor merupakan sarang yang nyaman bagi bakteri. Maka itu, penting memilih puff cushion berbahan tahan air (waterproof).

Dengan material itu, formula cushion tak akan meresap ke dalam puff sehingga puff tak lembab. Di sisi lain, puff juga tak akan menyerap keringat bila diaplikasikan untuk sekadar touch up.

"Di muka memang ada flora normal. Tapi, kalau terlalu banyak bakteri, bakal jadi jerawat atau komedo. Itu yang paling sering terjadi," katanya di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

2 dari 3 halaman

Tak Perlu Dicuci

Hilda menyatakan, puff anti-air sebaiknya tak dicuci. Pencucian justru membuat kualitas puff menurun.

"Puff masih layak digunakan sampai cushion habis," kata dia.

Selain tak dicuci, kualitas puff cushion bisa dijaga dengan menyimpannya di tempatnya dengan rapat dan tidak dibuka terlalu lama.

"Kalau puff-nya tak waterproof, bisa dicuci dengan direndam air panas dan gunakan sabun yang tidak terlalu kuat, seperti sabun muka. Kemudian dikeringkan di oven," tutur Hilda.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Tips Konturing Wajah Hanya Pakai Cushion dan Bedak