Sukses

Kuliner Malam Jumat: Rahasia Sate Apjay Tunggal Bertahan di Tengah Banyak Tiruan

Liputan6.com, Jakarta - Satai atau lebih sering disebut sate termasuk kuliner yang banyak disukai. Ada beragam jenis satai di Indonesia, salah satu yang paling dikenal luas adalah satai ayam khas Madura. Di Jakarta, ada sejumlah penjual atau warung satai yang jadi pilihan penyuka kuliner.

Misalnya saja Sate Apjay Tunggal yang lebih dikenal dengan nama Sate Ayam Apjay. Kedai satai di pinggir jalan ini sudah ada sejak 1970-an dan masih bertahan sampai sekarang dan tetap ramai disebut pengunjung.

Lokasinya pun masih sama, yaitu di Jalan Panglima Polim IX, berdekatan dengan Jalan Panglima Polim IV dan tepat di seberang Apotek Jaya atau Apjay. Meski nama apotek sudah berubah menjadi apotek Century sejak beberapa tahun lalu, kuliner itu tetap disebut Sate Ayam Apjay.

"Kita sudah buka dari tahun 1978 dan didirikan Pak Haji Asmat. Ini usaha keluarga dan saya jadi penerusnya sampai sekarang," ucap Mardi saat ditemui Liputan6.com di warungnya pada Jumat, 18 Januari 2019.

Bersama Irfan yang juga masih kerabatnya, pria yang akrab disapa Pak Mardi ini membuat Sate Apjay dikenal luas dan maju pesat. "Menu yang kita sajikan masih sama sejak awal tempat ini berdiri, yang beda sekarang ada menu Sate Taichan. Kita ikut jual juga karena peminatnya cukup banyak," tuturnya.

Selain satai ayam, warung ini juga menyajikan satai kambing, satai telur dan kulit, soto ayam, soto daging sapi, sop kambing, dan soto ceker. Untuk satai, satu porsi yang berisi 10 tusuk harganya mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu.

Ada pilihan bumbu kecap atau kacang, dan menu nasi atau lontong. Untuk menu soto, harganya berkisar dari Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu.

2 dari 3 halaman

Banyak Tiruannya

Tentang nama Sate Apjay Tunggal, menurut Irfan, nama itu dipilih karena ada sejumlah warung satai yang memakai nama Sate Ayam Apjay, padahal sama sekali tak ada kaitannya dengan mereka.  Mereka hanya membuka cabang di Blok M Square dan di Komplek Kostrad Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Sempat banyak yang komplain kenapa rasanya beda, ternyata mereka bukan beli sate di tempat kita, cuma namanya saja yang sama. Makanya, kita kasih nama Sate Apjay Tunggal biar lebih jelas dan membedakan kita dari warung sate lain yang pakai nama sama," terang Irfan. Selain itu, mereka juga menggunakan cap logo di bungkus kertas dan plastik pembeli.

Salah satu ciri khas dan yang membedakan warung satai ini dari yang lainnya adalah mereka hanya memakai daging dada ayam untuk menu satai ayam. Dagingnya memang lebih empuk dan padat.

Lalu, ada satai telur ayam yang termasuk paling diminati dan biasanya paling cepat habis. Satu tusuk satai ini terdri dari dua kulit dan satu telur ayam. Telurnya terasa tebal tapi tetap empuk dan nikmat yang dijamin bisa bikin ketagihan.

Untuk ayam, kedai satai ini menggunakan sejenis ayam kate, dari peternak langganan mereka. Daging ayam pun paling lama disimpan sekitar setengah jam di freezer setelah dipotong, jadi masih terasa fresh saat disantap. Ciri khas lainnya dari Sate Apjay Tunggal adalah menggunakan minyak hasil sulingan kacang dan jeruk nipis untuk aroma wangi khas satainya.

3 dari 3 halaman

3000 Sampai 6000 Tusuk Sate

Warung satai yang populer di banyak kalangan ini nyaris tak pernah sepi sejak buka dari pukul 17.00 WIB dan tutup sekitar pukul 01.00 sampai 02.00 WIB. Meski di kawasan Apjay cukup banyak pilihan kuliner menarik, warung mereka tetap diserbu pembeli.

Dalam sehari, bisa terjual sekitar 3000 sampai 4000 tusuk sate. Bahkan kalau sedang ramai seperti di akhir pekan, bisa terjual 5000 sampai 6000 tusuk sate. Pengunjung nya pun dari beragam kalangan, dari anak muda sampai orangtua, dari pelajar sampai karyawan.

Mereka rela duduk menyantap makanan di trotoar maupun di pinggir jalan. Kalau tak kebagian tempat, ada yang rela antre atau makan di dalam mobil mereka. Tak usah khawatir kalau saat Anda datang ternyata satai sudah habis, karena Sate Apjay Tunggal buka setiap hari, termasuk saat Lebaran sekali pun dengan jam buka yang sama.

"Justru saat liburan Lebaran, pembeli kita makin banyak karena banyak orang yang tidak masak di rumahnya dan banyak penjual makanan yang tutup. Karyawan saya tetap libur tapi ada yang menggantikan selama mereka libur," tukas Pak Mardi.

Tempat ini biasanya hanya agak sepi pembeli di pukul 20.00 WIB sampai 21.00 WIB. Jadi, tertarik mencoba Sate Apjay Tunggal yang banyak diminati ini?

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Menteri Jonan: Permukaan Tanah Jakarta Sudah Turun 40 Meter
Artikel Selanjutnya
Cuaca Hari Ini: Akhir Pekan, Jakarta Cerah Berawan, Bogor Hujan