Sukses

3 Potret Manis Jihan, Anak Korban Gempa dan Tsunami Palu

Liputan6.com, Jakarta - Jihan Zahira, seorang anak berusia 3 tahun yang menjadi salah satu korban bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu, Donggala, dan Sigi pada 28 September 2018 lalu. Ia kini tinggal di pengungsian di kaki Gunung Gawalise, sisi barat Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Namanya mendadak viral setelah seorang relawan bernama Bayu Andrein mengungkap kisah ketegaran Jihan di media sosial. Ia tidak menangis setelah bencana menghancurkan rumahnya karena takut Allah akan marah.

Jawaban tersebut membuat Bayu dan warganet lainnya tersentuh dan kagum akan kekuatan dan ketegaran Jihan. Beberapa momen Jihan dan para pengungsi lainnya juga dibagikan Bayu dalam deretan potret dan video.

Begitu pula potret manis Jihan yang memberikan senyum riangnya ke arah kamera yang diabadikan oleh Bayu. Seperti saat Jihan mengenakan kaus bermotif army tersenyum manis dengan rambut terikat.

Penasaran seperti apa potret-potret manis lainnya dari Jihan, anak korban gempa dan tsunami Palu? Yuk, simak rangkuman selengkapnya berikut ini.

Saksikan video plihan di bawah ini:

2 dari 3 halaman

Pakai Kaus Hello Kitty

Berbeda dengan potret pertama, Bayu Andrein membagikan foto Jihan tengah terdiam dan tidak melihat ke arah kamera. Kendati demikian, wajah cantiknya tetap terpancar jelas.

Dengan rambut sebahu yang digerai, Jihan memakai kaus dari salah satu karakter favorit anak-anak, Hello Kitty. Jihan nampak sedang duduk bersila dengan mengenakan celana pendek dengan motif kotak-kotak.

3 dari 3 halaman

Suka dengan Elsa Frozen

Layaknya anak-anak pada umumnya, Jihan juga mengagumi tokoh Elsa dalam film Frozen. Hal tersebut nampak dari potret yang mengabadikan senyum manisnya, dimana Jihan mengenakan kaus dengan gambar Elsa.

Bayu sempat mengutarakan jika Jihan memang menyukai Frozen. "(Jihan suka) boneka Frozen," kata Bayu kepada Liputan6.com pada 17 Oktober 2018 lalu.

Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Korban Gempa Palu Selamat Setelah 2 Minggu Tertimbun Lumpur?
Artikel Selanjutnya
BMKG Dorong Daerah Rawan Bencana Revisi Tata Ruang Wilayah