Sukses

5 Basa-Basi Menyebalkan Abad Ini

Liputan6.com, Jakarta Dalam sebuah percakapan, basa-basi diperlukan untuk mencairkan suasana dan memberikan rasa akrab. Namun, pada beberapa kasus, basa-basi tersebut justru menyebabkan rasa kesal bagi lawan bicara. Bisa karena tidak nyaman dengan pertanyaan yang diajukan, tersinggung, menyentuh persoalan pribadi, atau bisa juga karena pertanyaan yang diajukan terkesan menyudutkan dan tidak berdasar.

Sebagai negara yang menjunjung tinggi asas ramah-tamah, maka penggunaan basa-basi di Indonesia sangat sering dilakukan. Berikut ini kami hadirkan lima macam basa-basi menyebalkan abad ini sebagai panduan bagi Anda untuk tidak mengulanginya kembali di kemudian hari.

1. "Kapan nikah?"

Pertanyaan ini adalah basa-basi menyebalkan nomor wahid bagi semua orang. Basa-basi ini akan sangat menyinggung bagi mereka yang memang sudah cukup umur tetapi belum menikah. Reaksi mereka mungkin hanya tersenyum malu-malu, padahal di dalam hatinya berisi sumpah serapah untuk Anda. Apabila Anda tetap bersikukuh mengajukan pertanyaan ini, kami sarankan untuk mengajukan pertanyaan pelengkap seperti "berapa harga cateringnya?" "mau ditransfer berapa?" dan pertanyaan lainnya yang mendukung secara konkret pernikahan lawan bicara Anda. Sekedar basa-basi tidak akan memberikan dampak apa-apa bagi mereka selain rasa kesal.

2. "Kapan wisuda?"

Semua mahasiswa dengan akal pikiran waras pasti ingin segera wisuda. Apabila Anda mengajukan pertanyaan ini karena penasaran mengapa mereka tidak kunjung wisuda, maka ketahuilah bahwa ia juga sudah muak dengan kehidupan kampus. Intinya, tidak perlu ditanyakan.

2 dari 2 halaman

Segera hentikan kebiasaan basa-basi berikut ini

3. "Mana gandengannya?"

Basa-basi yang acapkali dijumpai pada acara pernikahan ini memang paling bisa membuat lawan bicara diam seribu bahasa. Semua orang yang diberikan pertanyaan seperti ini biasanya hanya tersenyum miris menanggapi pertanyaan Anda. Sebab, ia juga tidak tahu kapan dan di mana gandengannya datang.

4. "Gemukan ya sekarang"

Kaum hawa adalah makhluk yang paling sensitif menyangkut penampilan. Dari ujung kaki hingga kepala diperhatikan secara seksama demi mendekati kata sempurna. Anehnya, meski sudah tahu mereka sangat sensitif, tetapi basa-basi jenis ini hampir selalu diucapkan ketika berjumpa. Ketahuilah, basa-basi yang Anda kira tidak seberapa itu akan membuatnya kepikiran bahkan sampai ia pulang ke rumah.

5. "Keja di mana?"

Tempat kerja memang memberikan prestise bagi para pekerjanya. Selain itu, tempat kerja seseorang juga melambangkan kesuksesan yang ia peroleh. Dengan demikian, ketika Anda menanyakan hal semacam ini, beberapa orang mungkin kurang nyaman dan mengelak untuk menjawab karena tidak percaya diri dengan tempat kerjanya. (Kiki Novilia)