Sukses

20 Tahun Berkarya, Mice Kartun Bikin Pameran Tunggal

Liputan6.com, Jakarta Kartunis Muhammad Mirsyad atau yang terkenal dengan Mice akan menggelar pameran tunggal bertajuk “Indonesia Senyum-20 Tahun Mice Berkarya”. Digelar di Galeri Nasional, 21 Juli – 4 Agustus 2018 pukul 10.00-19.00, pameran ini akan menampilkan perjalanan Mice Kartun selama 20 tahun berkarya yang berhasil memotret Indonesia dalam strategi artistiknya yang menghibur.

Pameran yang dikuratori oleh Evelyn Huang dan Yulian Ardhi ini akan dibagi per kategori, mulai dari tema keseharian Mice sendiri, tema politik, gawai, kartun profile, hingga kategori pengembangan yang telah dilakukan oleh Mice, yaitu animasi dan game mobile.

Yulian Ardhi saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (20/7/2018) mengatakan, Mice adalah salah satu kartunis tanah air yang berhasil memotret keseharian masyarakat. Meski saat ini makin banyak kartunis bermunculan, seiring dengan perkembangan media sosial yang memudahkan tiap orang untuk menyebarkan karyanya, namun Mice kartun masih menjadi yang paling berhasil memotret keseharian masyarakat Indonesia, khususnya orang Jakarta.

“Saya bisa samakan dengan seri Doraemon di Jepang, selain menghibur, Doraemon juga turut memperkenalkan gaya hidup orang Jepang umumnya, masyarakat urbannya,” ungkap Yulian.

 

1 dari 3 halaman

Pengaruh Dua Seniman

Lebih jauh Yulian mengatakan, ada dua orang yang dianggap memberi pengaruh besar dalam karya-karya Muhammad Mice selama 20 tahun berkarya. Jika dilihat dari gaya menggambarnya, Mice terpengaruh oleh gaya LAT, kartunis asal Malaysia, selain juga Tantio Ajie, yaitu dosennya sendiri saat dirinya kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Selama 20 tahun berkarya banyak hal yang telah dilalui seorang Muhammad Mirsyad, salah satunya yang mencengangkan dan disayangkan banyak penggemar adalah perpisahan dengan Benny.

 

2 dari 3 halaman

Perpisahan dengan Benny

Yulian sendiri melihat ini sebuah hal yang wajar dalam berkesenian, karena perpisahan tersebut tidak serta merta mengubah gaya kartun Mice yang lucu dan satire.

“Tentu perbedaan ada setelah pisah, terutama ke proses teknis berkarya, yang tadinya berdua brainstorming ide dan bergantian menggambar kartun, sekarang dikerjakan sendirian. Kalau soal mengkritik Mice sudah lakukan itu sejak 1996 sampai sekarang juga, tapi setelah pisah Mice lebih banyak angkat soal pengalaman keluarga,” kata Yulian.

Selain menampilkan karya, pameran ini juga akan diramaikan dengan workshop kartun yang bakal digelar pada 29 Juli 2018 mulai pukul 14.00, dan peluncuran buku baru yang digelar pada 4 Agustus 2018.

 

Simak juga video menarik berikut ini: